Thursday, April 23, 2009

FOTO-FOTO KEREN BUNG KARNO (Kapan lagi kita punya Presiden, yang membangkitkan martabat dan harga diri, berjiwa merdeka dan berdaulat)









Catatan:
Ini adalah foto-foto Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, dalam berbagai event bersejarah. Termasuk pertemuannya dengan Presiden Amerika John F. Kennedy, dan tokoh kharismatis Che Guevara. Entah, kapan lagi kita akan memiliki seorang Presiden RI yang bisa menghadirkan rasa bangga, martabat, dan harga diri sebagai sebuah bangsa besar. Bangsa yang berjiwa merdeka, berdaulat, tidak menghamba pada kekuatan asing, tidak mengemis, tidak hidup dari utang.
Mungkin harapan ini terdengar berlebihan, sesudah pemilu legislatif 2009 yang mengkebiri jutaan hak pilih rakyat akibat kekacau-balauan DPT (daftar pemilih tetap). Serta pilpres 2009 yang masih belum jelas prospeknya, dengan kandidat yang itu-itu saja, dengan platform ekonomi neoliberalis yang tidak berpihak pada rakyat. Bangunlah rakyat Indonesia! Bangkitlah untuk kejayaan negeri ini!
Jakarta, 23 April 2009
Satrio Arismunandar

Tuesday, April 14, 2009

AKU, ASURANSI DAN MITOLOGI YUNANI

Oleh Satrio Arismunandar

Seorang teman pernah bercerita tentang sebuah sumur, yang bisa mengabulkan setiap keinginan manusia. Kisah yang konon berasal dari mitologi Yunani ini menyatakan, sebelum sumur ajaib itu mengabulkan keinginan seseorang, ada persyaratan yang harus ia penuhi. Yakni, orang itu harus memotong salah satu bagian tubuhnya –misalnya, jari tangan atau kuping—dan mencemplungkannya ke dalam sumur. Sesudah itu, keinginannya akan terkabul.

Kedengarannya seram, bukan? Mungkin saja. Tetapi, karena ini cuma kisah kuno, sah-sah saja buat diceritakan. Lantas, apa hubungan mitologi Yunani ini dengan asuransi?

“Ini analoginya mirip dengan asuransi kecelakaan,” tutur temanku itu. “Sebelum kamu bisa memperoleh uang berjumlah besar, kamu harus mengalami kecelakaan dulu. Mungkin kamu harus kehilangan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain dalam kecelakaan tersebut. Artinya, ada bagian dari tubuh kamu yang cedera, cacat, atau hilang, sebelum kamu memperoleh ganti rugi dari perusahaan asuransi.”

Ucapan temanku itu benar-benar tak terduga. Aku waktu itu tidak serta merta dapat membantahnya, karena perusahaan asuransi memang tidak mungkin memberi uang kepada siapapun yang memintanya tanpa alasan. Alasan-alasan itu tercantum dalam perjanjian yang ditandatangani kedua pihak.

Program asuransi model kuno memang sangat sederhana. Selaku konsumen produk asuransi kecelakaan, misalnya, Anda mencicil premi untuk sekian lama. Jika sampai batas waktu yang disepakati ternyata Anda sehat sejahtera, tidak mengalami kecelakaan apapun, maka uang yang sudah Anda setorkan ke perusahaan asuransi pun “lenyap.” Jika Anda ingin mendapat uang, Anda harus mengalami kecelakaan lebih dulu!
Sekali lagi kukatakan, itu contoh produk asuransi model kuno yang sangat sederhana dan praktis sudah lama ditinggalkan! Produk-produk asuransi model baru sekarang sangat bervariasi. Produk-produk ini memberi banyak pilihan, kemudahan dan keuntungan kepada konsumen.

Contohnya adalah produk-produk asuransi dari AJB Bumiputera 1912. Bumiputera adalah perusahaan asuransi jiwa nasional yang kuat, modern dan didukung sumber daya manusia yang profesional. Perusahaan asuransi seperti ini bukan semata-mata mencari profit, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme serta mutualisme.

Sejak awal pendiriannya, Bumiputera sudah menganut sistem kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha "mutual" atau "usaha bersama". Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan - yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota untuk mengawasi jalannya perusahaan.

Jadi, Bumiputera tidak seperti perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT), yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu. Asas mutualisme ini kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, dan menjadi kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini. Hal itu pun tercermin dalam produk-produknya.

Mitra Oetama, misalnya, adalah salah satu produk Bumiputera, dengan pembayaran premi tunggal yang fleksibel. Ia menggabungkan tiga manfaat, yakni: santunan meninggal dunia sebesar uang pertanggungan, atau dua kali uang pertanggungan jika meninggal akibat kecelakaan. Sekaligus memberikan biaya rawat inap di rumah sakit. Atau perolehan tabungan yang akan diterima pada akhir masa asuransi. Pemegang polis leluasa meningkatkan nilai proteksi melalui penambahan premi.

Selain itu, adalah Mitra Beasiswa Berencana, asuransi pendidikan yang menjamin biaya pendidikan untuk anak, mulai dari taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi. Di samping jaminan perolehan santunan meninggal dunia sebesar uang pertanggungan.

Bagi masyarakat yang menginginkan produk asuransi berbasis syariah Islam, Bumiputera juga memilikinya. Misalnya, asuransi pendidikan Mitra Iqra. Mitra Iqra berbeda dengan asuransi Mitra Beasiswa Berencana, yang penerimaan beasiswanya sudah ditetapkan di awal kontrak. Karena Mitra Iqra adalah produk syariah, penerimaan dana pendidikannya berdasarkan besarnya pengembangan investasi, atau belum ditetapkan di awal kontrak asuransi.

Krisis ekonomi dunia, yang melanda Indonesia, menghadirkan tantangan baru bagi dunia asuransi pada tahun 2009 ini. Tak terkecuali, tantangan itu juga dihadapi Bumiputera, yang kini mengkaryakan sekitar 18.000 pekerja, melindungi lebih dari 9,7 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan jaringan kantor sebanyak 576 di seluruh pelosok Indonesia. Kita mengharapkan, Bumiputera dapat terus hadir dan memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan warganya.
Jakarta, April 2009

Thursday, April 9, 2009

PEMILU LEGILSLATIF 2009, YANG PALING MENYEBALKAN

Oleh Satrio Arismunandar

Saya selalu menganggap diri sebagai warganegara yang baik, selalu setia membayar pajak, dan mengharapkan yang baik-baik untuk negeri ini. Tetapi sulit untuk tidak jengkel terhadap cara pengelolaan pemilu legislatif 2009, yang secara tak langsung “memaksa” banyak orang jadi “Golput.”

Ketika mau mencontreng hari Kamis pagi (9 April 2009), nama saya dan istri ternyata tak ada dalam DPT (daftar pemilih tetap). Ini sungguh aneh. Padahal nama kami selalu terdata sejak pemilu 2004, pemilihan walikota Depok, hingga pilkada Jawa Barat. Saya tinggal di komplek perumahan Taman Cipayung, Depok II Tengah, sejak tahun 1997, dan tidak pernah pindah rumah. Jika data lama saja yang digunakan KPU, seharusnya nama saya dan istri tetap ada, karena selama ini juga tidak pernah ada masalah dalam partisipasi di pemilu.

Di RT 02 RW 27, tempat saya berdomisili, ada belasan warga yang terhapus atau dihapus namanya dalam DPT. Yang aneh lagi, ada warga yang belum lama pindah, tapi malah tercantum dalam DPT. Sebaliknya, Pak Mustofa, petugas KPPS (kelompok penyelengara pemungutan suara) di komplek perumahan saya, namanya malah tidak masuk dalam DPT!

Jumlah warga yang namanya lenyap di DPT itu tampaknya cukup signifikan. Dalam setiap pemilu, mungkin selalu ada kasus semacam ini, tetapi jumlahnya tidak sebanyak pemilu sekarang. Ketika saya ceritakan pada teman-teman di kantor tentang kasus ini, ternyata banyak yang mengalami hal serupa.

Saya sudah wanti-wanti pada Pak Rudhy, Ketua RW 27, agar mendata semua warga Taman Cipayung yang telah “dikebiri” hak pilihnya pada pemungutan suara 9 April. Semoga saja masih ada kesempatan memilih pada pemilihan presiden nanti.

Karena pengalaman menyebalkan ini, saya sebetulnya tidak terlalu antusias untuk mencontreng pada pilres nanti. Namun, saya tak rela jika hak memilih saya, yang terwujud dalam nama saya di data DPT, dihapus oleh pihak lain. Hak rakyat tidak boleh dianggap remeh. Bahkan untuk tokoh yang terang-terangan menyatakan mau “golput” --seperti Gus Dur, misalnya-- nama Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid tidak boleh dihapus dari DPT.

Jika kasus-kasus semacam ini terjadi di banyak TPS dan daerah, saya tidak heran jika akan muncul gugatan-gugatan dari warga atau parpol, entah kepada KPU atau Pemerintah, yang ceroboh dalam menyelenggarakan pemilu. Kecerobohan dan cara kerja asal-asalan itu efektif telah mencabut hak memilih dari banyak warganya.

Jika kemudian muncul tuduhan tentang “kecurangan” atau “pengacauan data DPT secara sistematis,” saya juga akan bisa memaklumi, meski tuduhan itu belum tentu benar. Yang jelas, harus ada pertanggungjawaban dari KPU dan pemerintah atas kekacauan data DPT yang merugikan rakyat ini.

Jakarta, 10 April 2009

Monday, April 6, 2009

TRANS TV MENDOMINASI PANASONIC AWARD 2009 (Siaran Pers)

Hanya dibutuhkan waktu 10 bulan sejak TRANS TV launching pada tanggal 15 Desember 2001, untuk menduduki posisi keempat sejajar dengan stasiun tv yang sudah mengudara sebelumnya. Sejak awal berdiri, TRANS TV berusaha mencuri perhatian pemirsa dengan menayangkan film-film box office.

Inovasi baru dilakukan dengan mempersiapkan tenaga-tenaga muda (fresh graduate) untuk menjadi kekuatan utama yang mampu menghasilkan program-program yang lebih unik, kreatif dan inovatif sehingga menjadikan TRANS TV sebagai trendsetter. Di pertengahan tahun 2008 perolehan rating dan share TRANS TV menanjak semakin cepat, tenaga-tenaga muda yang dididik mulai membuahkan hasilnya. 80% persen program dihasilkan oleh in-house production.

Salah satu yang menonjol dengan menghadirkan program reality show yang memperkuat jam tayang prime time dan mampu mengungguli dominasi tayangan sinetron di layar kaca. Terbukti dari Top 100 Program yang ditayangkan oleh seluruh stasiun televisi sebanyak 70% dikuasai oleh in-house production TRANS TV.

Di minggu bulan Maret 2009 ini, program Termehek-mehek kembali berada diurutan pertama Top 100 program all station dengan rating 10.4 dan share 36.8. Termehek-mehek mengungguli program sinetron di jam prime time.

Realigi sebuah program reality drama religi merupakan program baru yang mampu merebut perhatiaan pemirsa diurutan ketiga dengan rating 7.4 dan share 21.9. Bioskop Indonesia yang menghadirkan beragam cerita unik dan menarik di setiap episodenya dengan format FTV berada diurutan kelima dengan rating 5.8 dan share 18.8.

Mendominasinya program-program TRANS TV diurutan atas merupakan sebuah komitmen TRANS TV untuk memberikan yang terbaik dan berkualitas bagi pemirsanya serta menjadi trendsetter dalam memproduksi program-program.Berkat dukungan dan doa pemirsa setia, TRANS TV kembali meraih penghargaan bergengsi bagi insan dunia pertelevisan dan kreatif tahun 2009 ini.

Berbagai penghargaan untuk program-program favorit diraih dalam ajang Panasonic Awards 2009. Panasonic Award tahun ini didominasi oleh TRANS TV sebagai pemenangnya. Gong Show meraih pemenang favorit untuk kategori Kuis & Gameshow, Termehek-mehek sebagai Reality Show favorit.

Program KPK (Kumpulan Perkara Korupsi) sebagai pemenang favorit kategori News & Magazine dan untuk kesekian kalinya Extravaganza kembali meraih penghargaan sebagai program Komedi/Variety Show favorit.

Sedangkan untuk kategori Presenter Infotainment favorit (Insert) adalah Cut Tari, Ruben Onsu sebagai Presenter Reality Show terfavorit (Happy Family Me vs Mom) dan Olga sebagai pelawak terfavorit (Saatnya Kita Sahur).

Jakarta, 2 April 2009

A. Hadiansyah Lubis
Head Of Marketing Public Relations(0819 0819 9021)

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Media Relations:
Ichwan 0819 0819 9058
Arviane 0812 9563 970
Hotline PR 0819 0819 9111
Telp. : (021) 7917 7000 ext. 2072
Fax. : (021) 79187721
Email : public.relations@transtv.co.id