Tuesday, July 26, 2011
PERJALANAN ISLAM DI INDONESIA - Sinopsis Episode 1-30, Program Ramadhan 2011 Trans TV
Sinopsis Episode 1-30
Program “Perjalanan Islam di Indonesia”
Untuk Ditayangkan di Trans TV Setiap Hari Pkl. 5.30 - 6.00 WIB di Ramadhan 2011
Dan untuk diupload di detik.com (tanpa trailer/video)
Pengantar:
Perjalanan Islam di Indonesia (PII) adalah program dokumenter yang dibuat oleh Divisi News Trans TV. PII berisi sejarah masuknya Islam ke Indonesia, perkembangan, dan pertumbuhannya di berbagai daerah di Indonesia. Ditampilkan juga berbagai wajah Islam di Indonesia, interaksinya dengan tradisi dan budaya lokal, serta wujud dari hasil interaksi itu yang bisa dilihat bekas-bekasnya sampai sekarang. PII juga menunjukkan keunikan wajah Islam di Indonesia, yang begitu beragam dan kaya, jika dibandingkan dengan wajah Islam di Timur Tengah.
Program ini pertama kali ditayangkan pada 15 Oktober 2004 selama sebulan (30 episode). Produsernya waktu itu adalah Satrio Arismunandar, dengan Asisten Produser Budi Afriyan. Hostnya adalah Dwi Deninta. Program ini pernah ditayangkan ulang secara utuh pada 2007 dan 2008. Selain itu, sebagian episodenya juga pernah ditayangkan ulang pada 2010. Kini, pada setiap hari pukul 5.30 – 6.00 WIB di bulan Ramadhan 1432 H (1 - 30 Agustus 2011), Trans TV kembali menayangkan ulang program yang sarat dengan sejarah keislaman di Nusantara tersebut.
PII adalah mosaik yang mencerminkan perjalanan Islam, sejak masuk ke Indonesia (abad 7 M) hingga wajah kontemporer Islam sekarang. PII pada dasarnya adalah kisah sejarah. Namun, dalam sejarah ini juga ditampilkan keragaman, keunikan, dan kekayaan wajah Islam di Indonesia. Pendekatan dalam peliputan adalah pendekatan sejarah, budaya dan sosio-antropologi, dan bukan pendekatan religi. Maka jika ada praktik agama yang kontroversial, PII tak akan mengangkat dari segi religi, tapi hanya memotretnya.
PII diharapkan dapat menampilkan sebuah potret, yang diharapkan cukup akurat dan objektif, dalam menggambarkan perjalanan Islam di Indonesia, dengan segala nuansa dan aspeknya. Untuk lebih mantapnya, tim PII juga melibatkan para pakar sejarah Islam dari UIN sebagai konsultan. Tim PII melakukan napak tilas ke tempat-tempat yang pernah berperan besar dalam sejarah perkembangan Islam. Mereka juga mengangkat kehidupan Islam masa kini, baik dari kalangan tradisional maupun modern.
Lewat tayangan ini, Trans TV ingin menampilkan show yang edukatif, informatif, sekaligus menghibur. Juga, menciptakan tren baru tayangan religi, dan tentu ingin mencapai rating yang baik untuk program spesial bulan Ramadhan
Format program ini, dipandu oleh seorang anchor/narrator. Kisah-kisah yang ditayangkan dikemas dalam gaya dokumenter. Masing-masing episode berdurasi kotor 30 menit (bersih 21’ 30”), dan terbagi dalam empat segmen @ 5 – 6 menit. Jumlah episode: 30 (total = 120 segmen).
Episode 1 – Sejarah Masuknya Islam
Episode pertama ini mengisahkan tiga versi masuknya Islam ke Indonesia. Yakni, Islam datang dari anak benua India, dari Jazirah Arab, dan dari daratan Cina. Dibahas pula, argumen yang mendukung masing-masing versi tersebut. Versi masuknya Islam dari Cina termasuk jarang diungkap. Yang jelas, Islam masuk ke Indonesia secara damai.
Episode 2 – Islam di Aceh
Episode ini mengisahkan masuknya Islam ke Aceh, di daerah Perlak dan Pare. Kerajaan Islam ternama di Aceh adalah Samudra Pasai, yang pada zamannya menjadi pusat penyebaran Islam dan pusat perdagangan antarbangsa. Dipaparkan pula, sejarah pasang-surutnya Kerajaan Aceh Darussalam, yang pernah jaya di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.
Episode 3 – Islam di Sumatera Timur
Episode ini membahas masuknya Islam ke Sumatera Timur. Di Desa Barus, yang terletak di pedalaman Sibolga, terdapat peninggalan yang menunjukkan, ulama Arab-lah yang dulu menjadi penyebar Islam di sini. Diceritakan juga riwayat Kerajaan Deli, kerajaan Islam yang pernah jaya di sini dan menjadi pusat Kerajaan Melayu di Sumatera. Tapi kerajaan ini lalu runtuh dan pecah menjadi sejumlah kerajaan kecil.
Episode 4 – Islam di Palembang dan Siak
Episode ini mengisahkan kerajaan-kerajaan Islam yang pernah muncul di daerah Palembang dan Siak, Riau. Islam masuk ke wilayah itu melalui jalur perdagangan. Dua kerajaan yang diceritakan di sini adalah Kerajaan Siak, dengan rajanya Sultan Syarief Kassim, dan Kerajaan Palembang Darussalam, yang pernah jaya di bawah pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin.
Episode 5 – Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri
Episode ini menceritakan riwayat dakwah tiga anggota Walisongo, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik adalah tokoh yang mengawali lahirnya generasi Walisongo. Sunan Ampel adalah putera Maulana Malik Ibrahim. Sunan Ampel memiliki seorang sepupu, yang sekaligus juga menjadi muridnya. Ia adalah Raden Paku, yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri.
Episode 6 – Sunan Bonang + Sunan Drajat
Misi dakwah tiga wali pertama, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri, dilanjutkan oleh generasi wali berikutnya, yakni Sunan Bonang dan Sunan Drajat, putra Sunan Ampel. Setelah berguru pada ayahnya, Sunan Bonang menyiarkan Islam ke wilayah Rembang dan Tuban. Sedangkan, Sunan Drajat memusatkan dakwahnya di wilayah Lamongan, Jawa Timur.
Episode 7 – Sunan Kalijaga
Epiosode ini menceritakan riwayat Sunan Kalijaga, satu-satunya anggota Walisongo yang asli keturunan Jawa. Dalam melakukan syiar Islam, Sunan Kalijaga memiliki strategi tersendiri. Ia mencoba memadukan tradisi lokal, dengan sentuhan yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Warisan tradisi lokal yang bercampur dengan nilai keislaman dapat dilihat pada ritual Sekaten dan Grebeg Maulud, yang masih berlangsung hingga sekarang.
Episode 8 – Sunan Gunung Jati
Episode ini menceritakan syiar Islam yang dilakukan oleh salah satu anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati, di tanah Sunda. Dari kota Cirebon di pesisir utara Jawa inilah, Sunan Gunung Jati memusatkan aktivitas dakwahnya. Salah satu peninggalan Sunan gunung Jati adalah ritual Panjang Jimat. Hingga kini, ritual Panjang jimat selalu dirayakan dan dinanti warga setempat, di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Episode 9– Sunan Kudus & Muria
Episode ini menceritakan sejarah masuknya Islam di kota Kudus. Dalam hal ini, besar sekali peran Sunan Kudus, murid Sunan Kalijaga. Dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam, Sunan Kudus mengikuti metode sang guru, yakni berdakwah melalui sarana kesenian rakyat. Diceritakan juga soal riwayat Sunan Muria, yang makamnya terletak di lereng Gunung Muria, Jawa Tengah.
Episode 10 – Islam di Bali
Episode ini menceritakan masuknya Islam ke Bali, pulau yang sejak dulu hinga kini mayoritas penduduknya beragama Hindu. Islam masuk secara damai ke Bali, dan menghasilkan campuran yang unik antara tradisi Bali, Jawa, Bugis, dan Islam, seperti terlihat pada ritual Hadrah. Disajikan pula profil Muslim di Desa Pegayaman, Singaraja, Bali, serta kesenian Islam khas desa tersebut, yakni kesenian Burdah.
Episode 11 – Islam di Lombok
Episode ini menceritakan syiar Islam ke Lombok, sekitar abad ke-16. Tersebutlah Sunan Prapen, putera Sunan Giri, yang menyebarkan Islam di sana. Disajikan pula adanya komunitas unik di kaki Gunung Rinjani, Lombok, yaitu komunitas Wet Tau Telu. Meski mengaku menganut Islam, warna adat dan tradisi lama sangat kental melekat pada komunitas ini. Mereka menganggap roh orangtua dan leluhur sebagai jembatan antara manusia dan Sang Pencipta.
Episode 12 – Islam di Kalimantan Barat
Setelah masuk ke Pulau Sumatera dan Jawa, Islam pun akhirnya sampai ke Kalimantan. Syiar Islam berkembang di pulau besar ini melalui jalur perdagangan. Para pedagang Muslim dari Sumatera, Jawa, dan Brunei datang, dan secara perlahan menanamkan Islam di Kalimantan Barat. Perkembangan Islam di Kalimantan Barat juga mencatat nama Daeng Menambon, seorang pengembara dari Makassar, yang datang dan menyebarkan Islam di sana.
Episode 13 – Islam di Kalimantan Selatan dan Timur (Banjar dan Kutai)
Episode ini mengisahkan hadirnya Islam di wilayah Banjar, Kutai, setelah perang saudara. Sang pewaris mencoba merebut kembali tahta, dengan bantuan Kerajaan Islam Demak. Syaratnya, jika kemenangan berhasil diraih, Islam harus menjadi pegangan sang raja kelak. Menarik untuk melihat, bagaimana pengaruh Islam bagi masyarakat Dayak dan bagaimana tradisi sufi di Banjar. Diulas juga, hubungan antara Islam di Kutai Kertanegara dengan Bugis.
Episode 14. Islam di Cikoang, Sulawesi Selatan
Episode ini mengisahkan proses syiar Islam di Cikoang, Sulawesi Selatan. Sayyid Jalaluddin, ulama besar dari Aceh, membawa Islam masuk ke Cikoang. Ciri penganut Islam di Cikoang adalah kecintaan mereka yang amat besar pada Nabi Muhammad SAW. Selama Rabi’ul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, warga Muslim di Cikoang mengadakan perayaan Maudu Lompoa, atau Maulud Akbar.
Episode 15. Islam di Maluku
Episode ini mengisahkan sejarah penyebaran Islam di Kepulauan Maluku. Ada dugaan kuat, ulama Syiah asal Irak ikut menyebarkan Islam di wilayah ini. Juga, kisah tentang dua kerajaan Islam di sana, Ternate dan Tidore. Kedua kerajaan Islam besar ini sejak dulu selalu bersaing dan berebut pengaruh di Maluku, wilayah penghasil cengkeh dan rempah-rempah. Selain itu, di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terdapat sebuah masjid kayu, yang diduga sebagai masjid tertua di Indonesia.
Episode 16. Islam di Buton, Sulawesi Tenggara
Episode ini mengisahkan masuknya Islam di wilayah Buton, Sulawesi Tenggara, serta jalur penyebaran Islam di sana. Sebelum Islam masuk ke Buton, pulau ini sempat dipimpin oleh lima orang raja. Penyebar Islam pertama di Pulau Buton diduga adalah para pedagang dari Arab, bahkan salah satunya adalah keturunan dari khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib. Ulama lain yang datang ke Buton adalah dari Johor, Malaysia. Diceritakan pula, tentang tradisi shalat Jumat di Wolio.
Episode 17 – Islam di Papua
Episode ini menceritakan masuknya Islam ke Papua. Islam diduga mulai masuk ke tanah Papua sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit. Enyahnya penjajah Belanda, serta masuknya Papua sebagai bagian dari Republik Indonesia, memberi iklim kondusif bagi syiar Islam di Papua. Kini terdapat ratusan penganut Islam di antara para anggota suku Walesi, di Lembah Baliem, Jayawijaya. Penyebarnya adalah Haji Aipon Asso, kepala suku Walesi yang jadi mualaf.
Episode 18 – Islam di Papua II – Wamena
Episode Papua yang kedua ini mengisahkan syiar Islam di Lembah Baliem, Papua. Warga pribumi pertama yang memeluk Islam di Lembah Baliem adalah Mussa Aso. Kepala suku Megapura ini masuk Islam tahun 1968 dan lalu berperan dalam penyebaran Islam. Dikisahkan juga profil Ricky Lani, yang masuk Islam berkat pergaulan dengan warga transmigran. Putra Papua, yang lahir sebagai anak kepala suku ini, terus mendakwahkan Islam di lingkungannya di Wamena.
Episode 19 – Umat Islam Menentang Penjajah
Perang melawan penjajah di Nusantara, tak lepas dari semangat Islam para pahlawannya, seperti Tuanku Imam Bonjol, ulama ternama di Sumatera Barat. Dengan gigih, ia dan kaumnya menentang penjajahan di Minangkabau. Sedangkan di Pulau Jawa, Pangeran Diponegoro juga bangkit melawan Belanda. Di Aceh, ujung utara Sumatera, ada perlawanan Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar terhadap kolonial Belanda. Di Sulawesi, Sultan Hasanuddin juga tak kalah gigih menghadapi Belanda.
Episode 20 – Pesantren Purba
Salah satu jalur penyebaran Islam di Nusantara adalah ke wilayah Mandailing Natal, Sumatra Utara. Sebuah pesantren lama, yang didirikan ulama besar Syekh Haji Musthafa Husein di Desa Purba Baru, menjadi bukti sejarahnya. Pesantren itu dinamai Pesantren Purba. Salah satu keunikan pesantren ini adalah para santri wajib menempati gubuk mereka sendiri. Para lulusannya juga diharapkan mampu melakukan syiar Islam.
Episode 21 – Islam di Besilam, Sumatera Utara
Episode ini menceritakan sejarah Islam di Tanah Batak, persisnya di Babussalam, Sumatera Utara. Meski hanya sebuah kampung kecil di Langkat, ia punya arti penting dalam sejarah Islam. Ulama besar Abdul Wahab Rokan adalah pendiri Babussalam. Ia belajar ilmu agama di Makkah, sebelum gencar berdakwah di Tanah Air. Dialah yang mengajarkan tarekat dan praktik suluk di Babussalam.
Episode 22 – Panjalu – Kampung Naga
Episode ini mengisahkan warisan budaya Islam, dari Kerajaan Soko Galuh Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, pada abad ke-12. Salah satunya adalah tradisi Nyangku, yang khusus diadakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, diulas juga profil Kampung Naga. Desa di Tasikmalaya ini seluruh warganya tunduk pada aturan Islam dan adat istiadat, dan seolah-olah menutup diri dari dunia luar.
Episode 23 – Islam Syi’ah
Selain Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, aliran dalam Islam yang cukup besar penganutnya adalah Syiah. Penganut Syiah terbesar terdapat di Iran dan Irak. Meskipun bukan aliran yang dominan, Syiah juga memiliki penganut yang cukup besar di Indonesia. Episode ini mengisahkan tentang komunitas Syiah di Indonesia. Juga, tentang ritual khas mereka, yaitu pada hari Asyura dan Arbain, untuk memperingati syahidnya Imam Hussein, putra Ali bin Abi Thalib dan cucu Nabi Muhammad SAW.
Episode 24 – Jamaah Tabligh
Penyebaran Islam di Indonesia tak lepas dari aktivitas dakwah, yang dilakukan berbagai komunitas Islam. Salah satunya adalah Jamaah Tabligh, yang gaya dakwahnya pertama kali ditemukan oleh ulama asal India. Episode ini menceritakan cara dakwah Jamaah Tabligh yang unik, dengan langsung mendatangi warga sekitar, dan menjadikan masjid seolah-olah sebagai rumah mereka. Berangkat dari masjid dan mengajak umat untuk memakmurkan masjid, inilah aktivitas dakwah Jamaah Tabligh.
Episode 25 – Islam Jamaah (LDII)
Episode ini mengisahkan komunitas Islam Jamaah atau LDII. Kontroversi dulu sempat menghangat tentang keberadaan ajaran ini, tetapi kemudian mereda. Sejumlah artis sempat menjadi pengikutnya, seperti almarhum Benyamin S, Ida Royani, dan Keenan Nasution. Meski resminya Islam Jamaah sudah tak ada di Indonesia, pokok-pokok ajarannya tetap memiliki penganut di Tanah Air.
Episode 26 – Laskar Jihad
Episode ini mengisahkan salah satu gerakan Islam di Indonesia, yaitu Salafi. Gerakan ini ingin memurnikan kembali ajaran-ajaran Islam. Caranya, dengan mengembalikan pemahaman terhadap Al-Quran dan Hadits, berdasarkan pemahaman tiga generasi pertama para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Mereka sangat menentang bid’ah. Salah satu tokoh gerakan Salafi adalah Ja’far Umar Thalib. Dia jugalah sosok di balik sepak terjang Laskar Jihad di Ambon.
Episode 27 – Muslim Tionghoa
Episode ini membahas kehidupan komunitas Muslim Tionghoa di Indonesia, juga tentang proses sampainya hidayah Islam pada mereka. Jalan para Muslim Tionghoa mengenal Islam punya beraneka cerita. Tak sedikit dari mereka mencari sendiri dan kemudian menemukan mutiara kebenaran Islam. Ada sekelumit cerita tentang Paulus dan Amang, yang menemukan hidayahnya dari pencarian beberapa waktu. Juga dituturkan berbagai problem yang dihadapi Muslim Tionghoa di Indonesia.
Episode 28 – Muhammadiyah
Episode ini menceritakan sejarah lahirnya gerakan modern Islam di Indonesia, dengan perintisnya Muhammadiyah. Usianya kini sudah hampir 100 tahun. Berdirinya Muhammadiyah tak lepas dari peran Kyai Haji Achmad Dahlan. Ulama yang pernah beberapa tahun belajar ilmu agama di Makkah ini sangat terinspirasi oleh cita-cita pembaruan Islam. Salah satu andil Muhammadiyah yang diakui banyak pihak adalah pengembangan pendidikan modern di Indonesia. Namun, pendidikan modern itu dikembangkan tanpa melepaskan prinsip dasar nilai-nilai Islam.
Episode 29 – Nahdlatul Ulama
Episode ini membahas sejarah lahirnya NU atau Nahdlatul Ulama, serta latar belakang situasi di Tanah Air waktu itu. Juga, profil tokoh utama pendiri NU, Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Ulama yang dikenal taat beragama dan cerdas ini pernah menggentarkan penjajah Belanda lewat seruan jihadnya. Salah satu ciri Nahdlatul Ulama adalah pendidikan agama secara tradisional lewat pondok-pondok pesantren. Namun, zaman terus berubah, dan pondok-pondok pesantren NU pun menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.
Episode 30 – Kesimpulan
Episode ini bisa dibilang merupakan rangkuman dari 29 episode sebelumnya, yang telah ditayangkan lebih dahulu. Yakni, jejak-jejak perjalanan masuknya Islam di Nusantara, dari India, Arab, dan daratan Cina. Lalu, tentang peran para ulama, pendakwah, dan wali yang menyebarkan Islam tanpa pamrih. Para pedagang Muslim juga secara tak langsung ikut berperan serta dalam mensyiarkan Islam. Lalu, beragam wajah Islam dan komunitasnya di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi umat Islam Indonersia di masa depan. Serta, bagaimana semangat Islam untuk membangkitkan kembali Indonesia dari keterpurukan. ***
Notes:
Disusun oleh Satrio Arismunandar, Juli 2011
Wednesday, July 20, 2011
PINTU SURGA - Daftar Talent - Drama Ramadhan 2011 Trans TV
PINTU SURGA adalah sebuah drama religius mengisahkan perjuangan Nadya seorang remaja putri, yang berasal dari keluarga sederhana dan belajar di pesantren. Nadya seorang anak yang tomboy dan pemberani ini diperankan oleh Dhea Imut didukung pula oleh Berliana Febrianti. Pada masa-masa remaja tersebut Nadya dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang membuatnya menjadi pribadi yang memperjuangkan hak. Kisah inspiratifnya dapat menjadi pembelajaran bagi kaum muda masa kini. PINTU SURGA tayang setiap hari di bulan Ramadhan pkl. 16.30 WIB.
Nama dan Peran:
DEA ANNISA sebagai NADYA
BERLIANA FIBRIANTI sebagai NINGRUM (ibunya Nadya, janda dengan 2 anak)
REIHAN MUFLIFI sebagai FAHMI (adiknya Nadya)
RAYENDRA sebagai SATRIO (adik Ningrum, pamannya Nadya)
MARCELL DOMITS sebagai ALIM (kepala proyek relokasi pasar tradisional, yang sempat mendekati Ningrum)
OZAN RUZ sebagai MAENG (pengamen banci, yang mengalami krisis identitas)
GENTA WINDI sebagai NENGSI (pengamen dangdut, bibi Maeng, yang ingin jadi penyanyi tenar)
FUAD BARAJA sebagai KYAI (pemimpin pesantren)
ASTRI IVO sebagai USTADZAH AMINAH (istri pemilik pesantren)
USTADZ ZAKI MIRZA sebagai USTADZ ZAKI (pengajar di pesantren)
TARSAN sebagai KEPALA SEKOLAH (tempat Nadya belajar)
TERTA MAYASARI sebagai IBU IDA (guru Nadya)
NINI ARUM sebagai TINI (pedagang di pasar tradisional)
SEHMI BAJRI sebagai REZA (putra kyai)
FARHAD DATH sebagai REIHAN (adik Reza)
INE WIJAYANTI sebagai RINI (sahabat Nadya di sekolah)
CARLA TAHIR sebagai GITA (teman sekolah yang suka sinis pada Nadya)
GAGAN RAMDHANI sebagai DAMAR (teman Nadya yang ditaksir Gita)
ADAM PUTRA FIRDAUS sebagai ADAM (pengamen cilik, teman Fahmi)
SATRIO ARISMUNANDAR sebagai KANG DEDEN (alm. suami Ningrum, ayah Nadya)
REBONDANG SOUZA sebagai BONDANG (preman/pengangguran)
ALEX sebagai PAK BIMO (tukang kredit)
APRIL JASMINE sebagai AYU (pencopet)
UKKA RIZKI sebagai RATNO (staf/bawahan Alim)
BAYU AJI sebagai JONI (staf/bawahan Alim)
FIKRI BALADRAF sebagai EDO (sebagai debt collector)
LYDIA AGATHA sebagai ANGGI (istri Alim yang menderita lumpuh)
DWI ANASTASYA sebagai PUTRI (anak perempuan Alim).
YURA sebagai YURA (teman lama Satrio)
Dan lain-lain.
Jakarta, 20 Juli 2011
PROGRAM RAMADHAN TRANS TV 2011
Memasuki Bulan Ramadhan 1432 H, TRANS TV memberikan persembahan spesial program-program in-house yang hadir selama Bulan Ramadhan untuk menemani ibadah puasa keluarga Indonesia. Santap sahur semakin lebih semangat, menunggu waktu berbuka pun terasa lebih bermanfaat dengan siraman rohani yang berbeda.
Di tahunnya yang ke empat, SAATNYA KITA SAHUR tetap setia menjadi pilihan program paling inspiratif diwaktu sahur. SAATNYA KITA SAHUR tayang setiap hari di Bulan Ramadhan pkl. 02.30 WIB kini hadir dengan cerita dan tausiah yang menyentuh. Saatnya Kita Sahur akan mengisahkan cerita yang berbeda ditiap episodenya, mengangkat tema kehidupan sehari-hari seperti bakti kepada orang tua, kejujuran dan bersedekah. Olga Syahputra, Adul, Cagur, Omesh, Soimah, Kirana Larasati dan Oppie Kumis akan memainkan sketsa-sketsa yang penuh inspirasi diselingi tausiah oleh Ustadz Maulana. Santap sahur semakin semangat dengan hadirnya kuis interaktif bagi pemirsa setia.
BUKAN PUASA BIASA sebuah program dokumenter hadir setiap hari selama Bulan Ramadhan pkl. 16.00 WIB mengisahkan beratnya berpuasa bagi sebagian orang dengan pekerjaan tertentu. Kegigihan dan rasa syukur menjadi tekad mereka untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan apapun halangannya. Pekerjaan pembuat arang menjadi salah satu episode yang menampilkan kesungguhan untuk tetap berpuasa walaupun pekerjaan yang sangat menempa fisik.
PINTU SURGA sebuah drama religius mengisahkan perjuangan Nadya seorang remaja putri, yang berasal dari keluarga sederhana dan belajar di pesantren. Nadya seorang anak yang tomboy dan pemberani ini diperankan oleh Dhea Imut didukung pula oleh Berliana Febrianti. Pada masa-masa remaja tersebut Nadya dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang membuatnya menjadi pribadi yang memperjuangkan hak. Kisah inspiratifnya dapat menjadi pembelajaran bagi kaum muda masa kini. PINTU SURGA tayang setiap hari pkl. 16.30 WIB.
AL KISAH adalah program kultum Ramadhan yang tayang setiap hari di Bulan Ramadhan menjelang waktu berbuka. Drama kultum AL KISAH memuat ‘cerita besar’, tentang usaha seorang pak haji dalam memakmurkan masjid di tengah warga rusun yang sibuk dengan kehidupan dunianya. Ia menjadi tempat bertanya dan meminta nasihat para warga rusun karena pemahaman agamanya yang mendalam.
Pak haji yang diperankan oleh Ustadz Othman Oemar Shihab ini menjadi bagian dari warga rusun yang hidup dengan aneka macam persoalan manusia di dalamnya. Fauzi Badillah yang dikenal sebagai preman rusun yang kerap memalak warga, satu saat tergetar hatinya setelah mendengar suara ayat-ayat suci Al Qur’an dibacakan. Ia pun sadar dan berusaha meniti kembali jalan hidupnya ke arah yang benar.
Adi Bing Slamet sebagai pak RT yang suka memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Ia kerap berbohong pada warga untuk mendapatkan uang tambahan dan menerima suap. Bu RT yang diperankan Asti Ananta berusaha mengingatkan suaminya atas keburukan-keburukan yang dilakukan sang suami.
Aty Fathiyah sebagai bu Kuncen. Ia mendapat julukan bu Kuncen karena perannya yang dipercaya warga rusun sebagai tempat untuk menitipkan kunci. Hamka Siregar yang berperan sebagai Ucok sang hansip, bertubuh gempal namun penakut. Dewi yang diperankan April adalah seorang gadis asal Sunda yang tengah merintis karir sebagai seorang artis.
JIKA AKU MENJADI - RAMADHAN (JAM RAMADHAN) adalah salah satu program Ramadhan TRANS TV setiap hari pkl. 17.30 WIB, yang menayangkan informasi tentang lika-liku kehidupan orang dengan pekerjaan/profesi tertentu dari kalangan masyarakat kelas bawah. JAM Ramadhan akan dibuka dengan puisi-puisi karya Taufik Ismail yang dibawakan oleh Dewi Yull dan Astri Ivo yang menyentuh qolbu. Kisah yang diangkat akan lebih banyak eksplorasi tentang nilai religius, baik dari pihak narasumber ataupun talent diiringi dengan lagu-lagu Islami. Selain talent reguler, yang biasanya berasal dari kalangan mahasiswi/ mahasiswa, karyawan, presenter ataupun model, di JAM Ramadhan juga melibatkan selebritis sebagai talent. Pada salah satu episodenya Deasy Bouman seorang selebriti menjalani kehidupan di keluarga buruh pencari pasir kuarsa di Lampung Timur. Berbagai pelajaran kehidupan mampu memberikannya semangat toleransi dan solidaritas sosial dimasyarakat.
PULANG KAMPUNG adalah program tahunan News TRANS TV yang dibuat untuk menyediakan informasi bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran. Pulkam 2011 meliputi pelaporan yang disiarkan secara langsung (live report), seputar arus mudik dan arus balik, menjelang dan sesudah Idul Fitri. Informasi tersebut diantaranya mencakup info lalu-lintas, kemacetan, kecelakaan serta peristiwa besar yang terjadi sepanjang kurun waktu arus mudik dan arus balik. Selain itu ada juga tips mudik serta liputan tempat-tempat wisata dan sentra oleh-oleh.
PULKAM 2011 mulai tayang 23 Agustus-6 September 2011 di program Reportase Pagi pkl. 06.30 WIB, Reportase Siang Pkl.12.00 WIB dan Reportase Sore pkl. 15.30 WIB. Program ini menyampaikan informasi dibeberapa titik arus mudik Pulau Jawa berlokasi di jalur Selatan, Jalur Pantai Utara dan Surabaya.
TRANS TV menghadirkan TABLIGH AKBAR bersama USTADZ MAULANA yang hadir setiap Jumat pkl. 20.30-22.30 WIB. Tabligh Akbar akan diadakan di beberapa tempat dengan menghadirkan musisi-musisi ternama seperti Iwan Fals.
Selain itu program reguler akan hadir bernuansa Ramadhan seperti SKETSA RAMADHAN setiap hari pkl. 02.00 WIB dikemas menarik dan lebih segar menemani santap sahur keluarga. PEPPY THE XPLORER SPESIAL RAMADHAN Senin-Jumat pkl. 13.30 WIB. PERJALANAN ISLAM DI INDONESIA Senin-Minggu pkl. 05.30 WIB. Makna Kehidupan & Halal Senin-Minggu pkl. 06.00 WIB.
Jakarta, 20 Juli 2011
A. Hadiansyah L.
(0819 0819 9021)
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Media Relations TransTV:
Ichwan 0819 0819 9058
Arviane 0812 9563 970
Hotline PR 0819 0819 9111
Telp. : (021) 7917 7000 ext. 2072
Fax. : (021) 79187721
Email : public.relations@transtv.co.id
Tuesday, July 19, 2011
SBY Mengunjungi Rumah Sakit Jiwa - Joke Politik
SBY melakukan kunjungan dadakan ke sebuah rumah sakit jiwa. Pihak RSJ pun kalang kabut dan membuat penyambutan sekenanya. Staf RSJ berjajar menyambut SBY, juga pasien yang dianggap sudah agak waras.
SBY menyalami mereka. "Saya SBY," ia memperkenalkan diri pada salah seorang, yang tampaknya tak kenal dia.
"Oh, tidak apa-apa," sahut orang itu. "Saya waktu baru masuk juga Bung Karno, kok, nanti lama-lama sembuh sendiri."
(Dikutip dari postingan Facebook)
SBY menyalami mereka. "Saya SBY," ia memperkenalkan diri pada salah seorang, yang tampaknya tak kenal dia.
"Oh, tidak apa-apa," sahut orang itu. "Saya waktu baru masuk juga Bung Karno, kok, nanti lama-lama sembuh sendiri."
(Dikutip dari postingan Facebook)
Puisi Pendek untuk Episode 1 PINTU SURGA - Trans TV
Namaku Nadya...
Sering kudengar orang berkata,
surga itu berada di bawah telapak kaki ibu...
Bagiku, kasih sayang seorang ibu
bukan sekadar menerangi jalan hidup kita...
Namun, ia seperti cahaya kemilau
yang kuasa membuka pintu langit....
Depok, Mei 2011
Satrio Arismunandar
(Puisi singkat yang kuciptakan untuk opening episode 1 PINTU SURGA, drama religius yang dibuat oleh Divisi News Trans TV)- Peran Nadya dalam drama ini dimainkan oleh Dhea Imut.
Monday, July 18, 2011
HUMOR GUS DUR TENTANG LEE KUAN YEW - Joke Politik
Dikutip dari FB:
Humor Gus Dur tentang Lee Kuan Yew
Lee Kuan Yeuw memang pantas jengkel kepada Presiden Abdurrahman Wahid. Laksamana Sukardi, agen dagang Singapura yang diharapkan akan lebih mengikat ekonomi Indonesia kepada Singapura, hanya dikasih beberapa bulan jabatan Menteri BUMN untuk kemudian dipecat tanpa ampun!
Presiden Gus Dur juga memerintahkan penghentian ekspor pasir Riau yang amat dibutuhkan Singapura untuk menambak laut demi memeperluas daratannya. Ketika habis pula kontrak langganan ekspor air minum, Presiden tak mau memperpanjang kecuali Singapura mau memberi kenaikan harga empat kali lipat! (Dari Rp 15,- per galon jadi Rp 60,-. Kontrak itu tak pernah diperpanjang sampai Presiden lengser, kemudian Megawati memperpanjangnya dengan harga Rp 25,- per galon).
Wajar kalau Lee jadi sewot sekali. Begitu sewotnya sampai mengabaikan sopan-santun pergaulan diplomatik dan ikut-ikutan membuat pernyataan publik mendesak Presiden mengundurkan diri. Campur tangan tanpa malu macam itu sungguh menjengkelkan. Mungkin merupakan pelampiasan jengkel juga jika Presiden Gus Dur kemudian menciptakan lelucon olok-olok tentang Lee,
"Sejak menjabat PM Singapura, Lee Kuan Yew pakai tukang cukur pribadi yang rutin melayaninya tiga minggu sekali. Suatu hari, saat Lee mulai botak dan rambutnya menipis, tukang cukur bertanya, 'Tuan Perdana Menteri, kapan Anda berhenti dari jabatan?'
Diam sejenak, Lee menjawab arif, 'Terserah rakyat saja... pemilu masih tiga tahun lagi'.
Tukang cukur tak berkomentar. Hanya guntingnya bergerak sigap. Tapi beberapa jurus kemudian ia mengulangi pertanyaan yang sama. 'Tuan PM, kapan Anda berhenti dari jabatan?'
Lee pun memberi jawaban standar yang diucapkan dengan sabar.
Lee baru naik darah ketika hanya beberapa menit kemudian tukang cukur lagi-lagi menanyakan hal yang sama, seperti orang sinting yang nyinyir.
Ia bangkit dan melotot,'Kamu kenapa sih? Mau jadi pembangkang ya?!'
'Oh, tidak, Tuan', tukang cukur --ajaibnya-- tenang-tenang saja, 'saya tak mau berurusan dengan politik'.
'Habis? Ngapain kamu nanya-nanya gitu terus?'
Tukang cukur angkat bahu.
'Itu cuma soal teknis', katanya, 'setiap saya lontarkan pertanyaan itu, rambut Anda berdiri... jadi lebih gampang dipotong' " ***
Humor Gus Dur tentang Lee Kuan Yew
Lee Kuan Yeuw memang pantas jengkel kepada Presiden Abdurrahman Wahid. Laksamana Sukardi, agen dagang Singapura yang diharapkan akan lebih mengikat ekonomi Indonesia kepada Singapura, hanya dikasih beberapa bulan jabatan Menteri BUMN untuk kemudian dipecat tanpa ampun!
Presiden Gus Dur juga memerintahkan penghentian ekspor pasir Riau yang amat dibutuhkan Singapura untuk menambak laut demi memeperluas daratannya. Ketika habis pula kontrak langganan ekspor air minum, Presiden tak mau memperpanjang kecuali Singapura mau memberi kenaikan harga empat kali lipat! (Dari Rp 15,- per galon jadi Rp 60,-. Kontrak itu tak pernah diperpanjang sampai Presiden lengser, kemudian Megawati memperpanjangnya dengan harga Rp 25,- per galon).
Wajar kalau Lee jadi sewot sekali. Begitu sewotnya sampai mengabaikan sopan-santun pergaulan diplomatik dan ikut-ikutan membuat pernyataan publik mendesak Presiden mengundurkan diri. Campur tangan tanpa malu macam itu sungguh menjengkelkan. Mungkin merupakan pelampiasan jengkel juga jika Presiden Gus Dur kemudian menciptakan lelucon olok-olok tentang Lee,
"Sejak menjabat PM Singapura, Lee Kuan Yew pakai tukang cukur pribadi yang rutin melayaninya tiga minggu sekali. Suatu hari, saat Lee mulai botak dan rambutnya menipis, tukang cukur bertanya, 'Tuan Perdana Menteri, kapan Anda berhenti dari jabatan?'
Diam sejenak, Lee menjawab arif, 'Terserah rakyat saja... pemilu masih tiga tahun lagi'.
Tukang cukur tak berkomentar. Hanya guntingnya bergerak sigap. Tapi beberapa jurus kemudian ia mengulangi pertanyaan yang sama. 'Tuan PM, kapan Anda berhenti dari jabatan?'
Lee pun memberi jawaban standar yang diucapkan dengan sabar.
Lee baru naik darah ketika hanya beberapa menit kemudian tukang cukur lagi-lagi menanyakan hal yang sama, seperti orang sinting yang nyinyir.
Ia bangkit dan melotot,'Kamu kenapa sih? Mau jadi pembangkang ya?!'
'Oh, tidak, Tuan', tukang cukur --ajaibnya-- tenang-tenang saja, 'saya tak mau berurusan dengan politik'.
'Habis? Ngapain kamu nanya-nanya gitu terus?'
Tukang cukur angkat bahu.
'Itu cuma soal teknis', katanya, 'setiap saya lontarkan pertanyaan itu, rambut Anda berdiri... jadi lebih gampang dipotong' " ***
SBY DAN LEE HSIEN LOONG - Joke Politik
Kisah dari BBM seorang kawan:
Perdana Menteri Singapore, Lee Hsien Loong, berkunjung ke Indonesia. Di pelabuhan udara, Presiden SBY menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan. Selama di perjalanan, dengan bangga SBY menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar-ngibarkan ...bendera Singapura dan Indonesia. Tapi Lee mengerutkan keningnya.
"Banyak sekali pengangguran di negara Anda," kata Lee Hsien Loong, "Di negara kami tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu. Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan."
Mendongkol hati SBY mendengarkannya. Begitu Lee pulang,ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Singapore, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Singapore. Beberapa hari kemudian, SBY dan rombongan tiba di Singapore. Lee Hsien Loong menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara. Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka.
"Anda lihat," celetuk Lee, "Tak ada yang menganggur." Keesokan harinya,
SBY bersama ajudannya mengelilingi kota di Singapore. Tak seorang pun
penganggur yang mereka temui. Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. Dengan ditemani Lee mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.
"Itu dia!" teriak SBY, "Kita berhasil menemukannya seorang!" Dia menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian ajudannya kembali sambil berlari-lari. "Pak...Pak!" teriaknya, "Dia NAZARUDDIN Pak, orang kita juga!...
Perdana Menteri Singapore, Lee Hsien Loong, berkunjung ke Indonesia. Di pelabuhan udara, Presiden SBY menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan. Selama di perjalanan, dengan bangga SBY menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar-ngibarkan ...bendera Singapura dan Indonesia. Tapi Lee mengerutkan keningnya.
"Banyak sekali pengangguran di negara Anda," kata Lee Hsien Loong, "Di negara kami tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu. Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan."
Mendongkol hati SBY mendengarkannya. Begitu Lee pulang,ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Singapore, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Singapore. Beberapa hari kemudian, SBY dan rombongan tiba di Singapore. Lee Hsien Loong menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara. Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka.
"Anda lihat," celetuk Lee, "Tak ada yang menganggur." Keesokan harinya,
SBY bersama ajudannya mengelilingi kota di Singapore. Tak seorang pun
penganggur yang mereka temui. Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia. Dengan ditemani Lee mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.
"Itu dia!" teriak SBY, "Kita berhasil menemukannya seorang!" Dia menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut. Tak lama kemudian ajudannya kembali sambil berlari-lari. "Pak...Pak!" teriaknya, "Dia NAZARUDDIN Pak, orang kita juga!...
DOMPET DHUAFA AWARD 2011 UNTUK PROGRAM JOHN PANTAU, TRANS TV
Apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan pada para crew JOHN PANTAU. Bersaing dengan berbagai program lain, John Pantau telah dianugerahi penghargaan Dompet Dhuafa Award 2011 (untuk kategori program reality show) oleh lembaga Dompet Dhuafa, yang sudah lama kita kenal kiprahnya dalam aktivitas bantuan sosial.
Setiap tahun Dompet Dhuafa memberikan penghargaan untuk mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang sosial dan ekonomi.
Lewat format tayangannya, John Pantau yang berisi kritik sosial terhadap pelanggaran hukum dan peraturan (meski berskala kecil-kecilan dan disajikan secara ringan dan jenaka), rupanya dianggap telah memberi kontribusi tertentu.
Malam Penganugerahan diselenggarakan pada hari Rabu malam, 13 Juli 2011, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Satrio Arismunandar, Executive Producer, Divisi News, Trans TV
TIP MENGHADAPI WARTAWAN DAN MEDIA
Oleh Satrio Arismunandar
Apakah Anda suka atau tidak suka dipublikasikan, atensi atau perhatian dari media adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi.
Apalagi jika bisnis kita sangat berkaitan dengan kepentingan publik (air minum, listrik, bahan bakar minyak, gas elpiji, jasa transportasi umum, dsb).
Jangan menghindari media, karena media justeru bisa menguntungkan kita.
Media bisa mensosialisasikan/mempromosikan produk kita.
Media bisa menjelaskan posisi/sikap kita terhadap suatu hal.
Media sebagai kontrol sosial terhadap praktik bisnis kita.
Media yang bersahabat adalah aset kita untuk jangka panjang.
Bersiaplah menghadapi wawancara dengan media.
Wartawan ingin jawaban atas lima pertanyaan dasar, plus penjelasan tambahan.
Persiapkan pemahaman Anda dengan rumus: 5W + 1H
What (apa)
Who (siapa)
Why (mengapa)
When (kapan)
Where (di mana)
How (bagaimana)
Berbicara jelas, tidak terburu-buru, dan langsung.
Bersikap terus terang, meyakinkan, dan bisa dipahami.
Berperilaku ramah, bersahabat, dan hindari bersikap defensif.
Ketika mau diwawancarai oleh wartawan, Anda harus tahu dengan siapa Anda berhubungan.
Meskipun wartawan bersikap ramah, mereka bukan sekutu Anda.
Mereka sedang menjalankan tugas, dan mereka digaji untuk untuk menggali informasi dari Anda.
Wawancara adalah bentuk diskusi yang penting bagi bisnis Anda.
Maka Anda harus tetap fokus pada butir-butir informasi, yang ingin Anda sampaikan kepada publik.
Sebelum wawancara, ada baiknya Anda menyiapkan daftar pertanyaan yang kemungkinan besar akan diajukan oleh wartawan.
Siapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Buatlah jawaban yang masuk akal.
Jika ada problem-problem dalam industri, akuilah dan jelaskan langkah-langkah yang sudah Anda lakukan untuk memperbaikinya.
Hal ini akan memberi gambaran positif pada pihak Anda.
Sebagai pihak yang akan diwawancarai, dan wartawan membutuhkan Anda untuk diwawancarai, sedikit-banyak posisi Anda memiliki kekuatan.
Manfaatkan posisi ini.
Jika ada butir tertentu yang penting bagi bisnis Anda, ulangi beberapa kali butir penting itu selama wawancara.
Jika menghadapi wawancara yang berpotensi negatif, bersiaplah untuk bicara terbuka, jujur, dan penuh kasih. Serta, dengan apologi, jika dibutuhkan.
Jelaskan dan ajukan, bagaimana rencana bisnis Anda untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Tangani hal tersebut dengan menyatakan, misalnya:
”Yang dapat saya katakan pada Anda adalah ....”
”Kami merasa terganggu oleh tuduhan-tuduhan ini dan kami akan berusaha sebaik-baiknya untuk ...”
Perlakukan wartawan dengan hormat.
Tidak ada gunanya sesumbar, menggertak, atau menjahili.
Jika hasil wawancara itu dimuat atau ditayangkan di media, sikap kita yang keliru justru akan mempermalukan kita.
Hindari penggunaan jargon-jargon spesifik, yang hanya Anda sendiri pahami, tetapi tak akan dipahami khalayak pembaca umumnya.
Sedapat mungkin, hindari penggunaan ”off the record.”
Di era serba internet saat ini, terkadang penggunaan “off the record” tidak efektif.
Jika Anda tidak ingin informasi tertentu digunakan oleh media, tidak usah diungkapkan ke wartawan.
Jangan pernah meminta untuk membaca suatu konsep berita, sebelum berita itu disiarkan. Media yang baik tidak akan pernah mengabulkan permintaan semacam itu.
Menghindari wartawan/media tidak akan menyelamatkan kita dari pemberitaan negatif, malah bisa sebaliknya.
Hindari jawaban ”no comment” (tak ada komentar).
Jawaban ini membuat kita terkesan arogan, atau malah membuat khalayak curiga bahwa kita menyembunyikan sesuatu.
Jawaban ”no comment” bukan berarti wartawan tidak mendapat berita.
Jawaban ”no comment” itu justru akan dijadikan berita (baca: berita negatif terhadap kita).
Atau, berita tetap dimuat/disiarkan tanpa pengimbang informasi dari sisi pandang kita, yang justru merugikan posisi kita sendiri.
Jika informasi yang dimuat/disiarkan media itu keliru, Anda memiliki hak jawab.
Kontak redaktur media bersangkutan.
Siapkan surat tanggapan, yang menjelaskan posisi Anda dan menjelaskan secara rinci di bagian-bagian mana pemberitaan itu keliru.
Awali dan akhiri surat tanggapan Anda dengan sesuatu yang positif.
Jakarta, Juli 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)
