Wednesday, December 25, 2013

Ayat-Ayat Tentang Yesus (Nabi Isa as) dalam Al-Qur'an

(Yesus) Isa Al Masih adalah putera Maryam yang di utus Allah SWT sebagai rasul-Nya kepada  Bani Israel agar mereka kembali pada jalan yang lurus.

(wikipedia id):
Jibril mengatakan kepada Maryam tentang akan diberikan calon anak yang bernama Isa, Maryam sangat terkejut, karena ia telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya kepada Allah dan tetap mempertahankan hal itu dan bagaimana pula dia bisa hamil tanpa seorang lelaki, lalu Jibril menenangkan Maryam dan mengatakan bahwa perkara ini adalah perkara yang mudah bagi Allah, yang ingin membuat dia sebagai tanda untuk manusia dan rahmat dari-Nya.

Berikut adalah Terjemah Tafsir Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Yesus (Nabi Isa Al-Masih)


ayat ayat tentang Yesus (Nabi Isa) dalam Al Quran

Terjemah Surat Al Baqarah ayat ke 253 (Perselisihan)

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat, 

dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus, dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, 

sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Terjemah Surat Ali Imran ayat ke 42 sampai 63 (Orang Pilihan)

Renungkan pula, wahai Nabi, ketika malaikat berucap kepada Maryam, "Hai Maryam, sesugguhnya Allah memilihmu untuk menjadi ibu bagi seorang nabi-Nya. Dia menyucikanmu dari segala noda dan memberikan kelebihan kepadamu, bukan kepada wanita-wanita lain di dunia, sebagai ibu 'Isâ. (42) 

Hal ini menuntutmu, Maryam, untuk bersyukur kepada Tuhan. Maka taatlah kepada-Nya, salatlah untuk- Nya dan bergabunglah bersama orang-orang yang beribadah dan mengerjakan salat untuk-Nya." (43) 

Cerita yang dikisahkan al-Qur'ân kepadamu, Muhammad, mengenai orang-orang pilihan Allah, itu termasuk perkara gaib yang diwahyukan Allah kepadamu. Engkau tidak berada di antara mereka saat mereka mengadakan undian dengan anak panah untuk menentukan siapa yang mengasuh Maryam. Demikian juga saat mereka saling berselisih untuk memperoleh kehormatan yang besar ini. (44)

Renungkan juga, wahai Nabi, saat Allah memberi kabar gembira kepada Maryam dengan seorang bayi bernama 'Isâ putra Maryam, yang diciptakan melalui kalimat-Nya, di luar kebiasaan proses kelahiran. Allah memposisikan 'Isâ di dunia sebagai orang yang terhormat dengan menjadikannya sebagai nabi dan terbebas dari cela. Sedangkan di akhirat, dengan memasukkannya ke dalam kelompok nabi-nabi pilihan yang dekat kepada Allah, yaitu ulû al-'azm. (45)

'Isâ dilebihkan dengan beberapa keistimewaan. Ia, misalnya, dapat berkata bijak dan dipahami sejak masih bayi hingga usia tua, tanpa ada perbedaan antara masa kanak-kanak dan masa tuanya. Ia juga termasuk orang yang diberi kesalehan. (46) 

Dengan penuh heran atas kemungkinan lahirnya bayi di luar kebiasaan itu, Maryam bertanya, "Dari mana aku dapat mempunyai anak, sedangkan aku tak pernah tersentuh seorang laki-laki pun?" Allah menyebutkan kepadanya bahwa Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa terikat hukum sebab akibat. Maka, jika Dia berkehendak menciptakan sesuatu, Dia menciptakannya dengan pengaruh kekuasaan-Nya pada kehendak-Nya, tanpa memerlukan pengaruh lain. (47) 

Bayi yang baru lahir itu diajar menulis oleh Allah, diberi pengetahuan yang benar dan bermanfaat, kitab Tawrât (kitab suci Nabi Mûsâ) dan Injîl yang diwahyukan kepadanya. (48) 

Ia diutus sebagai rasul kepada Banû Isrâ'îl dengan bertumpu pada mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya. Di antara mukjizat itu adalah penciptaan burung dari tanah liat yang dibentuk seperti burung kemudian ditiup, hingga menjadi burung bernyawa atas kehendak Allah. Juga penyembuhan orang yang buta sejak lahir, penyembuhan penyakit lepra, penghidupan kembali orang yang telah mati, dan pemberitahuan kepada kaumnya ihwal apa saja yang mereka simpan dan mereka makan di rumah, dan lain-lain. Semua itu terjadi atas izin dan kehendak Allah. Kemudian 'Isâ berkata kepada kaumnya, "Tanda- tanda yang Allah tampakkan padaku ini adalah benar-benar bukti kebenaran risalahku, jika kalian sungguh- sungguh tunduk dan percaya kepada-Nya." (49) 

"Aku diutus kepada kamu sekalian untuk membenarkan hukum-hukum Tawrât yang diturunkan kepada Mûsâ dan untuk menghalalkan sebagian dari apa yang sebelumnya diharamkan kepada kalian, atas perintah Allah. Dan aku datang kepada kalian dengan bukti-bukti dari Allah atas kebenaran risalah yang aku bawa. Oleh karena itu, sadarlah selalu akan kehadiran Allah dan taatilah aku." (50)

 "Aku memerintahkan demikian, karena Allah telah melimpahkan berbagai karunia-Nya kepadaku dan kepada kamu sekalian dengan memberikan pendidikan kepadaku dan kepada kalian. Oleh karena itu, tuluskanlah ibadah kalian hanya kepada Allah semata, sebab hal itu merupakan jalan yang lurus." (51) 

Ketika 'Isâ diutus lalu mengajak kaumnya ke jalan yang lurus, sebagian besar mereka menolaknya. Ketika merasakan adanya penolakan itu, ia berkata, "Siapa lagikah yang akan menolongku membela kebenaran yang aku bawa?" Sebagian kecil mereka, yang beriman kepada Allah dan kepadanya, berkata, "Kami akan membelamu karena engkau mengajak ke jalan Allah. Saksikanlah bahwa kami benar-benar tulus dan tunduk kepada Allah." (52) 

Mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, kami sungguh membenarkan kitab yang Engkau turunkan kepada nabi-nabi-Mu, dan kami menjalankan perintah 'Isâ, nabi-Mu. Tetapkanlah kami sebagai orang yang menjadi saksi atas penyampaian risalah oleh Rasul-Mu dan atas sikap kafir dan ingkar Banû Isrâ'îl." (53) 

Pengikut-pengikut 'Isâ yang ingkar, secara sembunyi-sembunyi merencanakan hendak memerangi ajakannya. Allah kemudian menggagalkan rencana dan tipu daya itu sehingga mereka pun tidak berhasil mencapai tujuan. Dan, Allah adalah perencana yang paling tepat dan paling kuat. (54)

Renungkan, wahai Nabi, ketika Allah berfirman, "Wahai 'Isâ, Aku telah menentukan ajalmu dan Aku tidak memberdayakan seorang pun untuk membunuhmu. Aku mengangkatmu ke tempat kemuliaan-Ku dan menyelamatkanmu dari orang-orang yang memusuhimu dan berniat membunuhmu. Aku membela dan memenangkan pengikutmu yang tidak menyimpang ajaranmu, dari orang-orang yang tidak mau mengikuti petunjuk-Ku, sampai hari kiamat. Saat itu Aku akan memutuskan persoalan agama yang kalian perselisihkan." (55) 

Orang-orang yang ingkar, akan Aku siksa dengan kehinaan dan hukuman. Yaitu dengan membiarkan bangsa lain menguasai mereka di dunia. Dan, siksa akhirat jauh lebih kejam. Tak seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari siksa Allah. (56) 

Sedangkan orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah dan selalu berbuat baik, akan Aku beri balasan yang penuh. Salah satu ketentuan Allah adalah bahwa Dia tidak akan memberikan pahala kepada orang-orang yang melampaui batas dan mengingkari karunia-Nya, dan tidak akan mengangkat derajat mereka. (57) 

Itulah beberapa bukti kebenaran risalahmu, Muhammad, yang Aku kisahkan kepadamu dari al-Qur'ân yang mengandung ilmu yang bermanfaat. (58) 

Sejumlah orang telah menyimpang tentang ihwal 'Isâ itu. Mereka, misalnya, menganggapnya sebagai anak Allah karena dilahirkan tanpa bapak. Kepada mereka, Allah berfirman, "Ihwal penciptaan 'Isâ tanpa bapak sama dengan ihwal penciptaan Adam tanpa bapak dan ibu. Allah membentuk Adam dan menghendakinya hidup, maka jadilah Adam sebagai manusia sempurna." (59) 

Keterangan mengenai penciptaan 'Isâ ini adalah kebenaran yang menjelaskan realitas dengan wahyu Tuhan. Tetaplah kamu dalam keyakinan, dan jangan sekali-kali ragu. (60) 

Oleh karena itu, katakan kepada orang-orang yang mengingkarimu, wahai Muhammad, tentang ihwal 'Isâ ini setelah datang wahyu dari Allah yang tidak mengandung keraguan, sesuatu yang menguatkan keyakinanmu dan membuktikan kebohongan mereka. Katakan, "Mari kita panggil istri dan anak kita masing- masing, lalu kita mintakan kepada Allah agar menimpakan murka-Nya kepada siapa yang tidak mempercayai kerasulan dan penciptaan 'Isâ yang tanpa ayah." (61) 

dst..... (baca Alquran ayat selanjutnya tentang ajakan kepada Ahli kitab untuk beriman)


Terjemah Surat An-Nisa ayat ke 157-159  (Yesus Tidak Disalib)

Allah juga murka kepada mereka, sebab dengan nada meremehkan dan menghina, mereka berkata, "Kami telah membunuh 'Isâ al-Masîh putra Maryam, Rasulullah." Padahal sebenarnya mereka tidak membunuh dan menyalib 'Isâ putra Maryam seperti pengakuan mereka. Tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang dijadikan tampak mirip 'Isâ. Mereka mengira telah membunuh dan menyalib 'Isâ, padahal mereka hanya membunuh dan menyalib orang yang mirip 'Isâ putra Maryam. Setelah itu mereka saling berbeda pendapat mengenai siapa sebenarnya yang mereka bunuh: 'Isâ atau bukan. Mereka benar-benar ragu dalam hal ini. Sebenarnya, yang terjadi adalah bahwa mereka mengatakan hal itu tanpa dasar pengetahuan selain prasangka saja. Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh adalah 'Isâ. (157) 

Malah, yang sebenarnya terjadi, adalah bahwa Allah mengangkat 'Isâ ke sisi-Nya dan menyelamatkannya dari serangan musuh. Mereka tidak menyalib dan tidak pula membunuh 'Isâ. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam semua perbuatan-Nya. (158) 

Tidak ada seorang pun dari Ahl al-Kitâb yang sebelum wafat tidak mengetahui hakikat Nabi 'Isâ yang merupakan hamba dan rasul Allah. Ia, sebelum wafat, pasti beriman kepada 'Isâ, tapi keimanan itu tidak berguna lagi karena waktunya sudah berlalu. Pada hari kiamat nanti 'Isâ a. s. akan menjadi saksi atas mereka bahwa ia telah menyampaikan risalah Tuhan-Nya, dan bahwa dia adalah hamba Allah dan rasul- Nya. (159)

Terjemah Surat Al-Maidah ayat ke 14-19 (Ahli Kitab)

Allah juga mengambil perjanjian dari orang-orang Nasrani yang berkata, "Dengan beriman kepada Injîl dan dengan mengakui konsep keesaan Tuhan, kami adalah orang-orang Nasrani." Tetapi kemudian mereka melupakan sebagian besar dari apa yang diperintahkan kepada mereka dalam Injîl. Allah akan menyiksa mereka dengan menimbulkan permusuhan di antara mereka, sehingga mereka menjadi beberapa kelompok yang saling bermusuhan sampai hari kiamat nanti. Allah akan memberitahukan apa yang mereka perbuat dan akan memberi balasannya. (14) 

Wahai Ahl al-Kitâb, sungguh telah datang kepada kalian utusan Kami, Muhammad, yang menyeru kepada kebenaran dan menampakkan kepada kalian sebagian besar isi Tawrât dan Injîl yang kalian sembunyikan dan meninggalkan banyak lainnya yang memang tidak perlu dijelaskan. Sesungguhnya telah datang kepada kalian syariat sempurna dari sisi Allah, yang merupakan cahaya, dan dijelaskan dalam kitab suci. (15) 

Dengan kitab suci itu Allah telah memberi petunjuk orang-orang yang mengharapkan keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari gelapnya kekufuran kepada terangnya cahaya keimanan serta memberi petunjuk ke jalan yang benar. (16) 

Orang-orang yang mendakwakan--secara tidak benar--bahwa Allah adalah 'Isâ al-Masîh putra Maryam, sungguh telah kafir. Katakan, wahai Muhammad, kepada orang-orang yang berani menuhankan 'Isâ a. s. itu, "Tidak ada seorang pun yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah bila Dia berkehendak membinasakan 'Isâ dan bundanya serta semua orang di muka bumi ini. Sebab hanya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi serta apa-apa yang berada di antara keduanya. Dia menciptakan bentuk apa saja yang dikehendaki." Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya. (17)

kami adalah orang-orang yang diutamakan, karena kami adalah anak-anak dan kekasih-kekasih Allah." Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, "Kalau benar demikian, mengapa Allah menyiksa kalian karena dosa yang kalian perbuat dan memasukkan kalian ke dalam neraka Jahanam? Sungguh, kalian benar-benar dusta! Sebab kalian, seperti manusia lainnya, adalah makhluk ciptaan Allah: seluruh amal perbuatan kalian akan diperhitungkan kelak. Hanya Allah yang mengampuni dan menyiksa siapa saja yang dikehendaki-Nya, karena langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya adalah milik Allah, dan semua akan kembali kepada-Nya. (18) 

Wahai Ahl al-Kitâb, sesungguhnya telah datang rasul Kami kepada kalian untuk menjelaskan kebenaran, setelah terhentinya pengutusan rasul-rasul untuk beberapa waktu, supaya kalian tidak memiliki alasan bahwa Allah tidak mengutus seorang pembawa kabar gembira maupun seorang pemberi peringatan kepada kalian. Sekarang telah datang seorang pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada kalian. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk menurunkan risalah, dan akan membuat perhitungan terhadap apa yang kalian lakukan. (19)

Ayat-ayat Al-Quran lainnya tentang Isa Almasih meliputi:

  1. Al Maidah ayat 72 -77 - Tentang  Tidak beriman orang yang menjadikan isa sebagai Tuhan. Isa hanyalah seorang rasul.
  2. An Nisa' ayat 171 -172
  3. Al Maidah ayat 110 -120 - Tentang Mukjizat Isa Al Masih
  4. Maryam ayat 16 -40 - Tentang Kisah Maryam dan Isa Al Masih
  5. Az-Zukhruf ayat 57 - 67 - Bantahan orang kafir tentang Isa Al masih
  6. Al Hadid ayat 27 -29 -  Isa Al Masih diwahyukan injil

Silahkan buka dan baca ayat-ayat tersebut  bisa melalui Alquran online: http://tanzil.net

Ayat-ayat Tentang Kebenaran AlQuran:
Q.S. Yunus ayat 37 - dst, dan AlHijr ayat 1-15 = Jaminan Allah Tentang Kemurnian AlQuran
Q.S. Hud ayat 12-14  dan ayat 88-89= Tantangan membuat semisal AlQuran

Tuesday, December 24, 2013

Android Apps: Belajar Baca Quran (Gratis)

Anda seorang muslim, namun belum mampu membaca huruf hijaiyah apalagi membaca AL-Quran? Anda sendiri juga sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak punya banyak waktu untuk pergi ke tempat guru atau Anda merasa malu karena sudah dewasa namun belum bisa membaca Al-Quran?


Jangan pesimis, karena anda bisa belajar sendiri membaca AlQuran dimanapun dan kapanpun selama Anda memiliki smartphone Android yang masih menyala. Pasang aplikasi bernama LEARN IQRA di hp Android Anda dan mulailah untuk belajar membaca AlQuran sendiri dimanapun dan kapanpun.

Anda dapat belajar membaca “a ba ta sa” dan teman-temannya dengan mudah melalui aplikasi bernama Learn Iqra. Sesuai dengan namanya aplikasi ini memang didesain khusus untuk membantu para penggunanya belajar memaca huruf Arab dengan step by step yang ditampilkan secara gamblang dan mudah dipelajari. Aplikasi yang dapat di download secara gratis di Google Play ini mengajarkan membaca melalui tulisan dan audio sehingga membuat Anda tidak salah menyebutkan atau melafalkan huruf-huruf Arab. 


Namun semudah-mudahnya menggunakan aplikasi ini, Anda juga tetap harus menghafal satu persatu huruf Arab yang akan dibaca. Kalau Anda tidak menghafal huruf-huruf tersebut ya sama saja Anda tetap tidak bisa baca huruf Arab walaupun dengan aplikasi yang paling canggih sekalipun.



Dari segi navigasi Learn Iqra ini sangat mudah untuk digunakan, menu yang ditampilkan cukup jelas dan tidak ribet untuk pemakai Android pemula. Tidak ada pengaturan tambahan, kamu tinggal download melalui Google Play dan aplikasi ini siap untuk mengajarimu belajar mengaji. Terdapat 8 menu yang ditampilkan dengan angka 1 sampai 8, angka ini menunjukkan step atau tahapan dari pertama sampai akhir. Setiap stepnya mempunyai petunjuk dan pengajaran yang berbeda namun berhubungan secara berurutan dari angka terkecil ke besar. Audio pada aplikasi ini sangat membantu Anda karena dengan audio ini kamu akan mengerti bagaimana cara pengucapan yang baik dan yang benar.


Sedikit tips dalam memakai aplikasi ini, gunakanlah headphone atau alat pengeras suara semacamnya untuk mendegarkan audionya, karena beberapa kata di aplikasi ini terdengar sangat pelan dan kurang keras. Lebih baik lagi kalau anda menggunakan speaker/headphone yang ada kontrol volumenya. 

aplikasi android belajar baca quran
Download Aplikasi ini

Islam dan Penghijauan: Hadits Tentang Pahala Menanam Pohon

Penghijauan kini menjadi salah satu agenda dunia untuk kembali melestarikan alam. Cara utama dalam menjalankan misi ini adalah dengan menanam sebanyak mungkin tanaman di lahan lahan gundul. Umat Islam pun seharusnya ikut serta dalam misi ini karena berbagai kebun-kebun yang di dalamnya tumbuh berbagai macam tanaman dan buah-buahan adalah anugerah Allah swt yang seharusnya dijaga kelestariannya.


Bagi para penanam pohon akan ada pahala sebagai pahalanya. Dalam hadits-hadits dijelaskan bahwa rasulullah sangat menganjurkan manusia untuk menanam dan bercocok tanam. Mari kita simak beberapa hadits berikut ini tentang pahala orang yang menanam pohon, disalin dari buku "Ketika Nabi di Kota".

"Jika kiamat tiba, "sabda beliau, "sementara di tangan salah seorang diantara kalian tergenggam sebatang anak pohon kurma, dan ia tidak bisa tumbuh kalau tidak ditanam, maka tanamlah, sebab, dengan begitu kau meraih pahala." (Kanzl al-'ummal, 9056, 35316)

hadits tentang pahala menanam pohon


Dalam hadist yang lain beliau bersabda, " ada tujuh orang yang pahalanya terus mengalir dalam kuburnya; orang yang mengajarkan ilmu, membuat aliran sungai, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan Al Quran, atau meninggalkan anak keturunan yang mengistighfarkannya setelah kematiannya." (Kanzl Al-Ummal, 43662, 43671)
pahala menanam pohon

Sabda Rasul saw "Siapa menanam pohon, niscaya diberi pahala Allah sebanyak pohon dan buahnya" (Diriwayatkan oleh Abu Ya'la)

pahala menanam pohon


Nabi Bersabda " Siapa diantara muslim menanam pohon atau bercocok tanam lalu dimakan orang atau binatang, itu adalah sedekah" (Diriwayatkan oleh bukhari dari Anas)

(Abazhah, Nizar. 2009. Ketika Nabi di Kota. Jakarta: Zaman [hal. 252 -253])

7 Pencapaian Muslim Dibidang IPTEK Yang Luar Biasa di Masanya

Penggalian sejarah dunia Islam satu dekade terakhir telah mengantarkan kepada kita bukti-bukti yang kuat akan kejayaan dunia muslim timur tengah dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ada banyak pencapaian para ilmuwan muslim dari abad 8 masehi sampai abad 16 masehi. Kita sudah kenal bapak algoritma yaitu Alkhawrizmi yang merupakan salah satu Ilmuwan muslim yang masyhur. Meski ada cukup banyak catatan sejarah yang mengemukakan tentang berbagai macam penemuan saintifik di dunia muslim saat itu, namun di sini kami hanya membatasi pada 7 penemuan muslim saja.



1. Kitab Revolusi Hijau Abad 10 Masehi


Pada awal abad ke-9, sistem pertanian yang inovatif menjadi pusat kehidupan ekonomi dan organisasi produksi di tanah Muslim. Kota-kota besar Islam di Timur Dekat, Afrika Utara dan Spanyol, Artz menjelaskan, didukung oleh sistem pertanian yang rumit yang mencakup irigasi yang luas dan pengetahuan yang ahli manfaat dari beberapa metode pertanian yang paling maju yang dikenal sejauh ini. Kaum Muslim memelihara kuda-kuda dan domba terbaik dan telah membudiyakan kebun terbaik dan kebun sayur.

Bukti dari Berbagai kemajuan teknik pertanian yang sesuai ekologi alam itu, banyak dijelaskan dalam kitabkarya ilmuwan muslim abad 9-10 Masehi, yaitu Kitab al-filaha (Libro de agricultura) oleh Ibn Bassal, dari Andalusia abad ke-11 dari Toledo (diedit, beranotasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol diterbitkan di Tetua'n, 1955). Buku ini berisi informasi tentang berbagai jenis bahan makanan dan bagaimana untuk menghasilkan mereka dan memelihara mereka, di samping metode dalam budidaya pertanian, irigasi, pengendalian hewan peliharaan dan mengolah tanah.

2. Piston Pompa Taqiyuddin


Meskipun pompa ini dirancang pada abad ke-16 , namun telah memiliki komponen yang sering dikaitkan dengan teknologi modern, seperti: sebuah camshaft, blok silinder, piston, katup non-return, dimana hal ini bekerja sebagai pompa hisap. Namun, penting untuk dicatat bahwa mesin ini telah dibuat sekitar dua abad sebelum fajar Revolusi Industri.

Desain pompa ini adalah untuk meningkatkan kuantitas tertentu dari air hingga ketinggian tertentu menggunakan energi dari sungai terdekat.

3. The Book of Healing dan The Canon of Medicine


Sebuah kitab yang menjadi pedoman kedokteran bagi dunia Eropa sampai abad ke-18, yaitu yang disebut dengan Canon of Medicine. Canon of Medicine diterjemahkan dari kitab Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan) karya Ibnu Sina atau Avicenna (latin). Ibnu Sina adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu."



4. Jam Air Al Jazari


satu karya sains peninggalan peradaban Islam yang cukup terkenal adalah jam air karya Al-Jazari. Jam air Castil adalah salah satu jam termegah yang disebutkan dalam buku al-Jazari's. Rincian konstruksi dan operasi telah dijelaskan secara eksplisit pada awal l-'amal al Al-Jami 'bayn al-'ilm wa'-Nafi 'fi Sina' di al-hiyal (Sebuah Kompendium tentang Teori dan Praktik Berguna Seni Teknik).

Jam ini memiliki banyak gerakan sepanjang hari, dan akan sangat menyenangkan untuk menonton dan mendengarkan. Dari sudut pandang pengamat, dia akan melihat cakram matahari di ufuk timur akan naik, bulan tidak akan terlihat sama sekali dan enam tanda-tanda zodiak yang terlihat, sedangkan titik pertama dari konstelasi Libra akan ditetapkan. lebih detail



5. Kitab al-Manazir (Buku optik)


Al-Haitham dikenal sebagai perintis bidang optik, yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

6. 107 rumus atau resep penggunaan mesiu

Hasan Al-Rammah dalam bukunya berjudul Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah, ilmuwan Muslim kelahiran Suriah itu berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu.

Sebanyak 22 resep mesiu yang diraciknya khusus digunakan untuk roket. Menurut Al-Rammah, komposisi bahan untuk meluncurkan sebuah roket terdiri dari 75 persen potasium nitrat, 9,06 persen sulfur dan 15,94 persennya karbon. Perhitungan yang dilakukan Al-rammah pada abad ke-13 M itu sudah mampu mendekati komposisi ideal, yakni 75 persen potasium nitrat, 10 persen sulfur, dan 15 persen karbon.

7. Bapak Kedokteran Bedah


Lahir pada 938 Masehi di utara Córdoba di Al Zahra, kota kerajaan Abdulrahman III, Abu al-Qasim Khalaf ibn al-'Abbas dikenal sezaman dengan al-Zahrawi, dan nama Latinnya adalah Abulcasis. Al-Zahrawi hanya menulis satu buku, 'Ajizja' Kitab al-Tasrif li-man al-Ta'lif Sebuah kompendium 30 volume pada obat-obatan, operasi, farmasi dan topik kesehatan lainnya dikumpulkan selama 50 tahun karirnya. Volume terakhir nya, 300-halaman Pada Bedah, adalah buku pertama untuk pengobatan operasi sebagai subjek terpisah dan risalah ilustrasi bedah pertama . Meliputi ophthalmology, kebidanan, ginekologi, kedokteran militer, urologi, ortopedi dan banyak lagi, Buku itu tetap menjadi referensi standar bedah di Eropa sampai akhir abad ke-16. Al-Zahrawi telah menggunakan tinta sebelum operasi untuk menandai sayatan pada kulit pasiennya ', sekarang menjadi prosedur standar di seluruh dunia. Dia adalah orang pertama yang menggunakan Catgut untuk menjahit luka internal, sutra untuk bedah kosmetik dan kapas sebagai pembalut operasi.




Saturday, December 21, 2013

Pandangan Ulama Tentang Peringatan Maulud Nabi s.a.w

Hari ini kita umat Islam hidup dimana berbagai perayaan sering diadakan. Salah satunya adalah peringatan hari kelahiran Nabi besar Muhammad saw atau hari yang sering disebut sebagai muludan (bahasa: jawa). 

Pada masa generasi awal Islam peringatan akan kelahiran Rasulullah saw ini tidak pernah dilakukan. Dari beberapa sumber online, tertulis bahwa pertama kali peringatan Maulid Nabi dilakukan oleh raja Irbil bernama  Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kaukabri ibn Zainuddin Ali bin Baktakin(l. 549 H. w.630 H. 

Menurut Imam Al-Suyuthi, raja tersebut tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa . Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid Nabi atau juga disebut milad Nabi.

Versi lainnya mengatakan bahwa konon Shalahuddin Al-Ayyubi (komandan Perang Salib yang berhasil merebut Jerusalem dari orang-orang Kristen) yang mula-mula melakukannya, sebagai reaksi atas perayaan natal umat Nasrani. Akhirnya, setelah terbukti bahwa kegiatan ini mampu membawa umat Islam untuk selalu ingat kepada Nabi Muhammad s.a.w., menambah ketaqwaan dan keimanan, kegiatan ini pun berkembang ke seluruh wilayah-wilayah Islam, termasuk Indonesia.

Sebagian yang lain menyatakan bahwa perayaan maulid ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fatimiyyah di Mesir pada tahun 362 Hijriyah. Disebutkan bahwa para khalifah Bani Fatimiyyah mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, di antaranya adalah perayaan tahun baru, Asyura, maulid Nabi s.a.w. bahwa termasuk maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husein serta maulid Fatimah dan lain-lain.

Disebabkan awal mula peringatan milad Nabi ini yang tidak berasal dari generasi awal Islam, menyebabkan timbulnya perdebatan seputar Hukumnya di kalangan para ulama sejak lama dalam sejarah Isam. Ada dua kubu utama yaitu yang memperbolehkan dan yang melarang karena dianggap Bid'ah. Hingga kini masalah ini tetap menjadi topik hangat yang terus diperdebatkan. Sayangnya beberapa masyarakat muslim menjadikan permasalahan ini menjadi tema perdebatan yang tidak sehat. Bahkan ironisnya sampai menimbulkan kekerasan sektarianisme.

Peringatan Maulid Nabi saw adalah masalah khilafiyah, yang diperdebatkan hukumnya oleh para ulama sejak dulu. Sebaiknya umat Islam melihatnya dengan sikap toleransi dan saling menghargai 

Untuk lebih jelas mengenai duduk persoalan hukum maulid ini, ada baiknya kita telaah sejarah pemikiran Islam tentang peringatan maulid ini dari pendapat sebagian para ulama terdahulu yang dominan.

hukum maulid nabi saw


Pendapat Ibnu Taymiyah

Ibnu Taymiyah dalam kitab Iqtidla'-us-Syirat al-Mustqim (2/83-85) mengatakan: "Rasululullah s.a.w. telah melakukan kejadian-kejadian penting dalam sejarah beliau, seperti khutbah-khutbah dan perjanjian-perjanjian beliau pada hari Badar, Hunain, Khandaq, pembukaan Makkah, Hijrah, Masuk Madinah. Tidak seharusnya hari-hari itu dijadikan hari raya, karena yang melakukan seperti itu adalah umat Nasrani atau Yahudi yang menjadikan semua kejadian Isa hari raya. Hari raya merupakan bagian dari syariat, apa yang disyariatkan itulah yang diikuti, kalau tidak maka telah membuat sesuatu yang baru dalam agama. Maka apa yang dilakukan orang memperingati maulid, antara mengikuti tradisi Nasrani yang memperingati kelahiran Isa, atau karena cinta Rasulullah. Allah mungkin akan memberi pahala atas kecintaan dan ijtihad itu, tapi tidak atas bid'ah dengan menjadikan maulid nabi sebagai hari raya. Orang-orang salaf tidak melakukan itu padahal mereka lebih mencintai rasul".

Namun dalam bagian lain di kitab tersebut, Ibnu Taymiyah menambahkan:"Merayakan maulid dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin dalam setahun yang telah dilakukan oleh orang-orang, akan mendapatkan pahala yang besar sebab tujuannya baik dan mengagungkan Rasulullah SA. Seperti yang telah saya jelaskan, terkadang sesuatu itu baik bagi satu kalangan orang, padahal itu dianggap kurang baik oleh kalangan mu'min yang ketat. Suatu hari pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad tentang tindakan salah seorang pejabat yang menyedekahkan uang 100 dinar untuk membuat mushaf Qur'an, beliau menjawab:"Biarkan saja, itu cara terbaik bagi dia untuk menyedekahkan emasnya". Padahal madzhab Imam Ahmad mengatakan bahwa menghiasi Qur'an hukumnya makruh. Tujuan Imam Ahmad adalah bahwa pekerjaan itu ada maslahah dan ada mafsadahnya pula, maka dimakruhkan, akan tetapi apabila tidak diperbolehkan, mereka itu akan membelanjakan uanngnya untuk kerusakan, seperti membeli buku porno dsb.

Pahamilah dengan cerdas hakekat agama, lihatlah kemaslahatan dalam setiap pekerjaan dan kerusakannya, sehingga kamu mengetahui tingkat kebaikan dan keburukan, sehingga pada saat terdesak kamu bisa memilih mana yang terpenting, inilah hakekat ilmu yang diajarkan Rasulullah. Membedakan jenis kebaikan, jenis keburukan dan jenis dalil itu lebih mudah. Sedangkan mengetahui tingkat kebaikan, tingkat keburukan dan tingkat dalil itu pekerjaan para ulama.

Pendapat Ibnu Hajar al-Haithami: 

"Bid'ah yang baik itu sunnah dilakukan, begitu juga memperingati hari maulid Rasulullah".

Pendapat Abu Shamah (guru Imam Nawawi):

"Termasuk yang hal baru yang baik dilakukan pada zaman ini adalah apa yang dilakukan tiap tahun bertepatan pada hari kelahiran Rasulullah s.a.w. dengan memberikan sedekah dan kebaikan, menunjukkan rasa gembira dan bahagia, sesungguhnya itu semua berikut menyantuni fakir miskin adalah tanda kecintaan kepada Rasulullah dan penghormatan kepada beliau, begitu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah atas diutusnya Rasulullah s.a.w. kepada seluruh alam semesta".

Ibnu Hajar al-Asqolani

Dalam kitab Fatawa Kubro menjelaskan:"Asal  melakukan maulid adalah bid'ah, tidak diriwayatkan dari ulama salaf dalam tiga abad pertama, akan tetapi didalamnya terkandung kebaikan-kebaikan dan juga kesalahan-kesalahan. Barangsiapa melakukan kebaikan di dalamnya dan menjauhi kesalahan-kesalahan, maka ia telah melakukan bid'ah yang baik (bid'ah hasanah). Saya telah melihat landasan yang kuat dalam hadist sahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah s.a.w. datang ke Madina, beliau menemukan orang Yahudi berpuasa pada haru Asyura, maka beliau bertanya kepada mereka, dan mereka menjawab:"Itu hari dimana Allah menenggelamkan Firaun, menyelamatkan Musa, kami berpuasa untuk mensyukuri itu semua. Dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa boleh melakukan syukur pada hari tertentu di situ terjadi nikmat yang besar atau terjadi penyelamatan dari mara bahaya, dan dilakukan itu tiap bertepatan pada hari itu. Syukur bisa dilakukan dengan berbagai macam ibadah, seperti sujud, puasa, sedekah, membaca al-Qur'an dll. Apa nikmat paling besar selain kehadiran Rasulullah s.a.w. di muka bumi ini. Maka sebaiknya merayakan maulid dengan melakukan syukur berupa membaca Qur'an, memberi makan fakir miskin, menceritakan keutamaan dan kebaikan Rauslullah yang bisa menggerakkan hati untuk berbuat baik dan amal sholih. Adapun yang dilakukan dengan mendengarkan musik dan memainkan alat musik, maka hukumnya dikembalikan kepada hukum pekerjaan itu, kalau itu mubah maka hukumnya mubah, kalau itu haram maka hukumnya haram dan kalau itu kurang baik maka begitu seterusnya".

Al-Hafidz al-Iraqi 

Dalam kitab Syarh Mawahib Ladunniyah mengatakan:"Melakukan perayaan, memberi makan orang disunnahkan tiap waktu, apalagi kalau itu disertai dengan rasa gembira dan senang dengan kahadiran Rasulullah s.a.w. pada hari dan bulan itu. Tidaklah sesuatu yang bid'ah selalu makruh dan dilarang, banyak sekali bid'ah yang disunnahkan dan bahkan diwajibkan".

Imam Suyuti 

berkata: "Menurut saya asal perayaan maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur'an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupnya. Kemudian dihidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu tergolong bid'ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhamad SAW yang mulia".

Syeh Azhar Husnain Muhammad Makhluf 

mengatakan:"Menghidupkan malam maulid nabi dan malam-malam bulan Rabiul Awal ini adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, memperbanyak syukur dengan nikmat-nikmat yang diturunkan termasuk nikmat dilahirkannya Rasulullah s.a.w. di alam dunia ini. Memperingatinya sebaiknya dengan cara yang santun dan khusu' dan menjauhi hal-hal yang dilarang agama seperti amalan-amalan bid'ah dan kemungkaran. Dan termasuk cara bersyukur adalah menyantuni orang-orang susah, menjalin silaturrahmi. Cara itu meskipun tidak dilakukan pada zaman Rasulullah s.a.w. dan tidak juga pada masa salaf terdahulu namun baik untuk dilakukan termasuk sunnah hasanah".

Seorang ulama Turkmenistan Mubasshir al-Thirazi 

mengatakan:"Mengadakan perayaan maulid nabi Muhammad s.a.w. saat ini bisa jadi merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan, untuk mengkonter perayaan-perayaan kotor yang sekarang ini sangat banyak kita temukan di masyarakat"

Tentang Pendapat-pendapat Yang Melarang Peringatan Mauild Nabi, silakan baca di: Fatwa Ulama Tentang Maulid

Kesimpulan Hukum Maulid

Melihat dari pendapat-pendapat ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapat-pendapat ulama terdahulu seputar peringatan maulid adalah sebagai berikut:
  1. Melarang maulid karena itu termasuk bid'ah dan tidak pernah dilakukan pada zaman ulama solih pertama Islam.
  2. Memperbolehkan perayaan maulid Nabi, dengan syarat diisi dengan amalan-amalan yang baik, bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Ini merupakan ekspresi syukur terhadap karunia Allah yang paling besar, yaitu kelahiran Nabi Muhammad dan ekspresi kecintaan kepada beliau.
  3. Menganjurkan maulid, karena itu merupakan tradisi baik yang telah dilakukan sebagian ulama terdahulu dan untuk mengkonter perayaan-perayaan lain yang tidak Islami.
Jadi masalah maulid ini seperti beberapa masalah agama lainnya, merupakan masalah khilafiyah, yang diperdebatkan hukumnya oleh para ulama sejak dulu. Sebaiknya umat Islam melihatnya dengan sikap toleransi dan saling menghargi mengenai perbedaan pendapat ini. Tidak selayaknya mengklaim paling benar dan tidak selayaknya menuduh salah lainnya.

(Baca penjelasan lebih lengkap tentang tulisan ini dari sumber aslinya di sini)

Tuesday, December 17, 2013

Belajar Islam: Apa Saja Ilmu Yang Perlu dipelajari?

Setiap muslim dituntut untuk mengamalkan ajaran-ajaran dinul Islam secara menyeluruh. Untuk dapat mengamalkan setiap ajarannya harus berlandaskan ilmu.


Pada dasarnya sumber utama ajaran agama Islam adalah Al-Quran dan Al-Hadits. Al-Quran sebagai sumber paling utama telah menjadi bahan kajian dalam ruang lingkup Ilmu-Ilmu Al-Quran (Ulumul Quran). Sedangkan sumber ajaran yang kedua, Al-Hadits, dikaji dalam ruang lingkup Ilmu-Ilmu Hadits (Ulumul Hadits).

Sementara untuk mempelajari masalah keimanan (kepercayaan) umat Islam mempelajari dalam wilayah Ilmu Tauhid / Akidah Islam. Kemudian untuk mempelajari tentang perilaku yang terpuji dan tercela umat Islam mempelajarinya melalui kitab-kitab Akhlak (ilmu Akhlak). 

Dalam bidang hukum Islam, umat Islam mempelajari dan memahaminya melalui ilmu Fikih. Sedangkan untuk mengkaji masalah-masalah yang terdapat dalam ilmu Fikih digunakan Ushul Fikih dan Kaidah Fiqhiyah.

Selain itu ilmu pendukung lainnya yang perlu dipelajari oleh umat Islam adalah tentang Bahasa AlQuran yaitu Ilmu Bahasa Arab. Dalam AlQuran sendiri sering muncul ayat-ayat yang membahas masalah umat terdahulu, sehingga ilmu sejarah juga penting untuk dipelajari khususnya lagi Sirah Nabawiyah.
belajar memahami ilmu - diam lebih baik jika tak berilmu

AKIDAH ISLAM

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan agama yang berintikan iman dan amal. Akidah adalah pokok yang diatasnya berdiri syariat. Sedangkan amal atau perbuatan adalah syariat dan cabang-cabangnya sebagai buah dari keimanan. Baca selengkapnya di sini

AKHLAK ISLAM

Perilaku atau tingkah laku manusia di dunia ini menjadi penyebab bagaimana keadaan dunia ini. Ketika manusia banyak yang berperilaku baik, akan baiklah keadaan dunia ini dan sebaliknya. Baca Selengkapnya di sini

FIKIH

Fikih adalah pemahaman muslim yang harus dijalankan (amaliyah) terhadap hukum yang ditetapkan Allah kepadanya dalam menjalani kehidupan di dunia ini yang meliputi semua lingkup kehidupan baik kehidupan pribadinya, keluarga, ekonomi, politik, dan hukum masyarakat. Baca selengkapnya di sini

ULUMUL QURAN

Ulumul Quran adalah alatnya sedangkan Ilmu tafsir adalah satu diantara yang dipelajari dalam Ulumul Al Quran yang membahas tentang metode penafsiran Al Quran. Untuk lebih memahami apa yang dimaksud ulumul Quran. Baca Selengkapnya di sini

ULUMUL HADITS

Dalam Ilmu Hadits, yaitu ilmu yang dengannya dapat diketahui benar tidaknya ucapan, perbuatan, keadaan atau lainya, yang orang katakan dari Nabi Muhammad saw, di dalamnya ada beberapa bagian dan cabang. Baca Selengkapnya di sini

USHUL FIKIH

Sebagai sebutan dari sebuah ilmu, ushul fiqh adalah: sebuah ilmu tentang kaidah dan dalil-dalil umum yang digunakan untuk mencetuskan hukum fiqh sesuai cakupan kaidah dan dalil itu. Baca tentang ushul fikih di sini

BAHASA ARAB

Ilmu Bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam, terutama karena Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam diwahyukan dalam bahasa Arab. Sehingga bagi pencari ilmu-ilmu Islam wajib mempelajarinya.

SIRAH NABAWIYAH

Ini adalah sejarah tentang kehidupan Rasulullah saw semasa hidup dan masa-masa sebelumnya. Dengan mempelajarinya pelajar akan memahami kondisi awal Islam berkembang.

Saturday, December 14, 2013

Cara Mengajak Buah Hati Kenal Allah SWT Sejak Bayi

Buah hati kita tentunya merupakan tanggung jawab yang harus diemban kita sebagai orang tua, terutama dalam hal mengenalkannya kepada keimanan. Mendidik anak agar berakhlak mulia menjadi kewajiban setiap orang tua. Pada akhirnya orang tualah yang akan merasakan dampaknya pada akhir usia orang tua. Oleh sebab itu sejak sedini mungkin untuk mulai mendidik buah hatinya untuk mengenal Allah, sehingga akan tumbuh cahaya di dalam hatinya sebelum kotoran-kotoran mulai menempel di hatinya.

Kemudian, yang dimaksud sejak dini ini kapan sebaiknya? Menurut Tika Bisono seorang psikolog menyatakan bahwa usia yang tepat untuk mengenalkan konsep Ketuhanan kepada anak berdasarkan pengalamannya adalah ketika anak memasuki usia satu tahun. Sesuai dengan teori psikologi, mengenalkan Tuhan kepada anak sebaiknya dilakukan ketika anak sudah mulai dapat berkomunikasi.

mengajak anak kenal Allah sejak dini


Saat Usia 1 Tahun

Pada usia ini, anak sudah melihat orangtua mengerjakan aktivitas beribadah. Tika pun menyarankan agar ritual ibadah tersebut, dimaknakan atau diterjemahkan kepada sang anak. “Tentunya dengan bahasa anak-anak,” imbuhnya. 

Penjelasan yang diberikan, kata Tika, boleh dilakukan dalam perspektif dongeng untuk memudahkannya. Ajak anak menyanyikan lagu Pelangi-Pelangi, di liriknya terdapat kalimat “ciptaan Tuhan”. Nah, Tika mengatakan, orangtua dapat mengajak anak tentang ciptaan Tuhan yang lain. Orangtua juga dapat mengenalkan sosok Tuhan kepada anak melalui cerita-cerita nabi. Boleh juga membacakan cerita nabi sebagai dongeng pengantar tidur.

Di samping cara ini menyenangkan, orangtua juga dapat menanamkan moral kepada mereka. Lewat cerita nabi tersebut, nilai-nilai moral umpamanya; baik, buruk, jujur, bertanggung jawab, ataupun jahat, dapat dikenalkan kepada sang anak.Kegiatan inilah yang dilakukan oleh Astrid Dwiyanti kepada putranya, Kevin (3). Sebelum tidur, biasanya Kevin meminta dibacakan cerita nabi. 

Mengajarkan cara Doa

Kegiatan berdoa juga bisa diajarkan sejak dini. Ajak anak berdoa dengan bahasa yang sederhana yang dapat dimengertinya. 

Seperti, “Ya Allah jaga Dini selama perjalanan, Amin”. “Sesederhana itu, tapi maknanya sangat mendalam. Ketika mereka besar nanti, mereka sudah terbiasa berdoa sebelum beraktivitas,” kata Tika.

Kegiatan menghafal doa yang sudah dilakukan sejak usia playgroup atau TK, menurut Tika, meski anak belum mengerti betul maknanya, di sisi lain anak dapat belajar berbahasa. Tidak ada salahnya jika ketika menghafal doa, anak sekalian dikenalkan pada terjemahan doa tersebut, lagi-lagi dalam bahasa yang mudah dimengerti anak. 

Selain itu tanamkanlah kepada diri anak bahwa Allah itu Maha Penyayang.  Jangan membuat anak merasa bahwa Allah itu menakutkan. Sebaiknya jangan gunakan kata-kata seperti “Jangan bohong nanti kamu dihukum di neraka”.

Cara seperti ini malah akhirnya membuat anak berpikir Tuhan itu menyeramkan.  jika mengenalkan Tuhan seolah sosok yang menyeramkan kepada anak, malah bisa menyebabkan si anak jauh dari Tuhan. 

Sebaliknya, pendekatan yang efektif untuk mengenalkan Tuhan kepada anak adalah dengan kasih sayang. Dengan kasih sayang yang diberikan orangtua tersebut, anak akan menjadi orang yang penyayang, bertoleransi, dan peduli terhadap sesama. 

Adapun pengamat pendidikan Arief Rachman mengatakan, orangtua dapat mengenalkan ritual dan identitas agama kepada anak sejak mereka masih berusia bayi. Cara yang mudah dilakukan, bisa dengan menggendong anak sambil mendendangkan doa atau Asmaul Husna ataupun ayat-ayat Alquran. Mereka pun akan merekamnya dalam ingatan. 

Pengenalan pada ritual agama, menurut Arief, dapat diberikan secara bertahap. Pertama dengan mengenalkan, menginformasikan, membiasakan, mengamalkan, kemudian memahamkan. 
(disalin dari lifestyle.okezone.com)

Friday, December 13, 2013

Sampai Umur Berapa Bayi Diberi ASI?

Sebaiknya sampai umur berapa bayi di beri ASI ekslusif? 

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan awal sejak bayi lahir. Mulai bayi lahir sampai umur satu tahun, sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga makanan terbaik untuk bayi adalah ASI  dari umur 0-6 bulan, lalu umur 7-9 bulan ditambah makanan pendamping yang lembut. Umur 9-12 Bulan bayi tetap diberi ASI dengan tambahan makanan pedamping yang agak kasar.


Setelah bayi berusia satu tahun bayi diberi makan makanan biasa yang tentunya bergizi tinggi. Bayi tetap diberi ASI sempurnanya sampai 2 tahun. Meskipun dari sisi manfaat ASI tidak ada batasan umur sampai kapan bayi boleh meminum ASI, namun kita perlu melihat dari aspek sosial dan psikologis. Umur 2 tahun adalah waktu yang ideal untuk menyapih bayi. Saat umur 2 tahun bayi sudah mulai lincah berjalan sehingga jika masih disusui akan merepotkan si Ibu. Dengan mulai menyapihnya maka bayi dilatih untuk lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada ibu. 

Aspek melatih kemandirian balita adalah hal yang penting, sehingga menyapih anak pada usia 2 tahun adalah tindakan ideal. 

Ayat Tentang Menyusui Bayi

Namun kalau kita mau berpedoman pada Al-Qur'an Alkarim, masa susuan paling sempurna adalah sampai 2 tahun penuh. Sebagamana Firman Allah SWT yang tercantum dalam Q.S Al-Baqarah ayat 233 yang artinya:

"Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan "

Kemudian dalam Q.S. Luqman ayat 34, yang artinya:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Kemudian dalam Q.S. Al-Ahqaf ayat 15 yang artinya:
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". 

NB: kenapa 30 bulan waktu untuk mengandung dan menyusui? Asumsinya bayi paling muda dilahirkan adalah pada usia 6 bulan dalam kandungan. Jadi jika dijumlahkan 6 tambah 24 bulan sama dengan 30 bulan.

Bagaimana Cara Anda Menyapih Anak?

Bagaimana cara Anda (Ibu) menyapih bayi? Silakan berkomentar ya , para ibu yang telah sukses menyapih bayinya dengan cara yang efektif dan efisien.

Salah satu cara yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu Jawa di pedesaan adalah memaksa si bayi untuk tidak menyukai lagi ASI dengan cara melumuri bagian puting susu Ibu dengan brotowali. Bahan ini rasanya sangat pahit sehingga memberi terapi kejut pada bayi. Namun bagi beberapa yang cerdas cara ini kurang efektif.

Wednesday, December 11, 2013

Sejarah Islam Di Dunia Lengkap - Pra Islam Sampai Abad Modern

Sejarah Islam - Melintasi waktu 14 abad di muka bumi meninggalkan cerita dan jejak peradaban yang telah ikut merubah peradaban manusia. Memberi secercah cahaya dan meninggikan manusia karena ilmu.

Sejarah Islam - dipelajari oleh umat Islam untuk menemukan kembali peradaban dulu, yang kini runtuh akibat perpecahan selama seribu tahun. Mempelajarinya membuat kita mengerti dan memahami apa yang membuatnya naik dan apa yang membuatnya turun.

Sejarah Islam - Tidak lepas dari sejarah-sejarah peradaban lainnya yang saling berkait kelindan, bersentuhan dan sering kali berbenturan.

Inilah sejarah Islam yang telah kami coba posting kan di blog ini dengan segala kekurangannya, karena tulisan yang ada ini ada yang dari sumber buku dan banyak juga yang berasal dari sumber blog lain.

sejarah islam di dunia

Ringkasan Sejarah Peradaban Islam dari Pra Islam sampai Abad modern

Secara umum, kami ingin menggambarkan bagaimana alur sejarah Islam dari masa ke masa yang berawal dari Mekah dari seorang Rasul Muhammad SAW yang menyebar dan membesar dan terus berkembang - terjadi pertarungan antara positif dan negatif - berkembang menuju puncak dan terjatuh- bangkit - yang terus berulang.

Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa

Keberhasilan Eropa menuju era Industri, tidak terlepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam (khususnya lagi Andalusia, Spanyol). Hal ini dapat terlihat dari beberapa Ilmuwan muslim yang namanya tersohor di Eropa, beberapa diantaranya yang memiliki nama besar di bidang ilmu Pengetahuan

Jasa Terkenang Peradaban Islam Kepada Dunia Modern

Science adalah jasa terkenang peradaban Arab kepada dunia modern; namun buahnya lambat masak. Agak lama sesudah kebudayaan Mur tenggelam ke dasar kegelapan, baruah si raksasa yang dilahirkannya itu bangkit menjulang. Bukan science saja yang membuat Eropa hidup kmbali.

Sejarah Penting Perpustakaan dan Kebangkitan Umat

Kebangkitan dan kejayaan Islam masa lalu tidak lepas dari tradisi pelembagaan perpustakaan. Banyaknya perpustakaan masjid yang dibangun pada masa awal Islam adalah bukti yang jelas pentingnya peran perpustakaan masjid bagi Umat Islam. 

Hubungan Islam dan Abad Pencerahan Eropa

Eropa di sebut-sebut sebagai abad kegelapan adalah pada sekitar abad 5-10 Masehi. Alasan pokok menyebutnya sebagai abad kegelapan adalah karena begitu sedikitnya dokumentasi yang dapat memberitahukan kepada kita tentang suasana abad itu(bisa dikatakan pada saat itu begitu kosongnya tradisi ilmiah sampai-sampai hanya segelintir manusia yang mau menulis), namun sejak mulai abad 11 barulah mulai mengalami kebangkitan.

Sejarah Lengkap Perjuangan dan Kehidupan Rasulullah saw

Sejarah Islam yang ditulis di masa lalu sudah tak terhitung jumlahnya. dan ini akan terus berlanjut di masamasa mendatang. Di zaman kita dewasa ini, terjadi kemajuan Islam yang terbilang spektakuler dalam bidang dakwah. Ini dapat dilihat dari fenomena kebangkitan kembali bangsa-bangsa muslim.

Dinamika Perkembangan Islam

Sejarah perkembangan Islam, termasuk di dalamnya norma,doktrin, dan peradaban masyarakatnya, sesungguhnya tidakberkembang secara “mandiri”, linier dan normative, melainkanberliku dan tidak lepas dari kondisi social politik yang mengintarinya.Karena itu, pembacaan kita terhadap Islam tidak dapat dilepaskandari konteks ini, meski tampaknya berisi doktrin, ajaran atau lainnyayang bersifat normative. Tulisan singkat ini akan mendiskusikanrealitas dinamika perkembangan Islam yang tidak lepas dari konteks tersebut.

Mengenal Piagam Madinah

Segera setelah Muhammad SAW tiba di Madinah pada 622, beliau membuat perjanjian antara orang-orang Muhajirin (orang Islam Mekkah yang ikut hijrah bersama Nabi), Ansar (penduduk Muslim di Madinah), dan orang-orang Yahudi. Perjanjian inilah yang kemudian disebut dengan Konstitusi atau Piagam Madinah.

Jalur waktu dan Cara Islam Masuk Nusantara

Sejak zaman kuno wilayah nusantara barat dan sekitar malaka telah menarik perhatian banyak pedagang dan menjadi lintasan penting antar Cina dan India. Pelabuhan-lelabuhan penting di jawa dan sumatra antara abad ke-1 sampai ke-7 M sering disinggahi para pedagang Asing, seperti Lamuri(Aceh), Barus dan Palembang di Sumatera, Sunda Kelapa dan Gresik di Jawa.

Kitab Abad 10 M Yang Membahas Masalah Revolusi Hijau

Revolusi hijau adalah sebuah istilah yang menjelaskan tentang revolusi dalam bidang pertanian yang memakai teknik-teknik tertentu guna mencukupi kehidupan pangan manusia. Selama ini sejarah lebih cenderung melihat kemunculannya dari negara-negara Barat yang muncul pada sekitar abad 18 M. Padahal jika menilik 10 abad yang lalu telah ada kitab karya timur tengah yang membahas teknik-teknik pertanian.

Monday, November 25, 2013

Pengertian Islam Secara Bahasa dan Istilah

Agama Islam dalam istilah Arab disebut Dinul Islam. Kata Dinul Islam tersusun dari dua kata yakni Din dan Islam. 

Pengertian Islam Secara Bahasa

Dalam bahasa Arab agama dikenal dengan sebutan ‘din’ dan ‘millah’. Kedua istilah ini bisa ditemukan dalam al-Qur’an maupun Sunnah Nabi. Penggunaan istilah ‘din’ lebih populer dari pada ‘millah’. Kata ‘din’ sendiri dalam bahasa Arab berasal dari kata ‘dana’ yang sebenarnya memiliki beberapa arti, diantaranya cara atau adat istiadat, peraturan, undang-undang, taat atau patuh, pembalasan, menunggalkan ketuhanan, perhitungan, hari kiamat, nasihat, dan agama (Moenawar Chalil, 1970: 13). Din juga bisa berarti aqidah, syari’ah, dan millah (Aflatun Mukhtar, 2001: 17).

Dari makna-makna tersebut, maka sebenarnya kata din-lah yang paling tepat untuk menyebut agama Islam, sehingga menjadi Din al-Islam. Dalam al-Qur’an penggunaan kata din bisa dilihat misalnya dalam Surat Ali ‘Imran (3): 19 dan 85, Surat al-Maidah (5): 3, dan masih banyak lagi, sedang penggunaan kata millah yang juga berarti agama bisa dilihat dalam Surat al-An’am (6): 161.

Sedangkan kata ‘Islam’ secara etimologis berasal dari akar kata kerja ‘salima’ yang berarti selamat, damai, dan sejahtera, lalu muncul kata ‘salam’ dan ‘salamah’. Dari ‘salima’ muncul kata ‘aslama’ yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, dan mensejahterakan. Kata ‘aslama’ juga berarti menyerah, tunduk, atau patuh. Dari kata ‘salima’ juga muncul beberapa kata turunan yang lain, di antaranya adalah kata ‘salam’ dan ‘salamah’ artinya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan penghormatan, ‘taslim’ artinya penyerahan, penerimaan, dan pengakuan, ‘silm’ artinya yang berdamai, damai, ‘salam’ artinya kedamaian, ketenteraman, dan hormat, ‘sullam’ artinya tangga, ‘istislam’ artinya ketundukan, penyerahan diri, serta ‘muslim’ dan ‘muslimah’ artinya orang yang beragama Islam laki-laki atau perempuan (Munawwir, 1997: 654-656).

Baca Juga: Perbedaan Istilah Antara Hukum Islam, Syariat dan Fikih

Makna penyerahan terlihat dan terbukti pada alam semesta. Secara langsung maupun tidak langsung alam semesta adalah islam, dalam arti kata alam semesta menyerahkan diri kepada Sunnatullah atau ‘hukum alam’, seperti matahari terbit dari timur dan terbenam di barat yang berlaku sepanjang zaman karena dia menyerah (islam) kepada sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Ditegaskan dalam al-Quran Surat Ali ‘Imran (3): 83.

pengertian islam itu adalah

Pengertian Islam Secara Istilah

Dengan demikian Islam mengandung pengertian serangkaian peraturan yang didasarkan pada wahyu yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada para nabi/rasul untuk ditaati dalam rangka memelihara keselamatan, kesejahteraan, dan perdamaian bagi umat manusia yang termaktub dalam kitab suci. Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada manusia melalui para nabi/rasul-Nya mulai dari Nabi Adam a.s. hingga Nabi Muhammadsaw. 

Inti ajaran Islam yang dibawa oleh para nabi ini adalah satu, yaitu tauhid, yakni mengesakan Allah atau menuhankan Allah yang Esa. Tidak ada satu pun diantara para nabi Allah yang mengajarkan prinsip ketuhanan yang bertentangan dengan tauhid.

Dalam perjalanannya ajaran Islam kemudian berubah-ubah di tangan para pengikutnya sepeninggal nabi pembawanya. Umat Nabi Musa tidak lagi bisa mempertahankan Islam yang diajarkan Nabi Musa, begitu juga umat Nabi Isa tidak lagi mempertahankan Islam yang diajarkan Nabi Isa. Kedua agama ini hingga sekarang masih dianut oleh sebagian besar umat manusia dengan segala perubahan yang dilakukan oleh para penganutnya. Karena tidak lagi mengajarkan prinsip tauhid, kedua agama itu tidak lagi bisa disebut Islam. Melalui al-Quran, Allah memberikan nama khusus untuk kedua agama tersebut, yakni Yahudi untuk agama yang dianut oleh para pengikut Nabi Isa. Ajaran ketuhanan dalam keduaagama ini sudah jauh berubah dari prinsip tauhid, dan sudah mengarah kepada syirik, yakni mengakui keberadaan Tuhan di samping Allah. 



Dari semua Islam yang ada tersebut, tinggal Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. yang hingga sekarang masih tetap mempertahankan ajaran tauhid dan semua ajaran lain yang secara rinci telah termaktub dalam kitab suci al-Quran. Kitab al-Quran yang masih tetap autentik memberi jaminan akan orisinalitas ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. hingga sekarang. Islam inilah yang merupakan agama terakhir yang berlaku untuk semua umat manusia hingga akhir zaman.

Sebagai agama terakhir, Islam (din al-Islam) memiliki kedudukan yang istimewa dari agama samawi sebelumnya, yaitu:

Penyempurna dari agama samawiyah sebelum Nabi Muhammad saw. yang terbatas oleh ruang dan waktu serta pengikut tertentu. 

Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. bersifat universal tanpa terbatas oleh ruang dan waktu, untuk siapa saja, kapan saja dan di manapun manusia berada. Dalam al-Quran ditegaskan dalam (QS. al-Ahzab (33): 40), (QS. Saba’ (34): 28), (QS. al-Maidah (5): 3)

Dengan turunnya QS. al-Maidah (5): 3, selesailah tugas Nabi Muhammad untuk menyatukan umat yang beragama Samawi secara keseluruhan di bawah naungan Islam.

Islam mengontrol ajaran-ajaran pokok dari agama samawi yang ada sekarang ini.

Agama samawi yang masih ada hingga sekarang (Yahudi dan Nasrani) sudah mengalami perubahan yang cukup berarti, terutama menyangkut konsep ketuhanannya. Hal ini ditegaskan dalam QS. at-Taubah (9): 30. Ajaran mereka dikontrol dalam Islam sesuai dengan (QS. al- Ikhlas [112]: 1-4). (Bandingkan dengan QS. al-Anbiya [21]: 25 dan QS. al-Nahl [16]: 2).

Islam mengakui semua para nabi/rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad tanpa membedakan satu sama lain karena ajarannya sama, yaitu tauhid.

Yang membedakan di antara mereka adalah dalam hal pelaksanaan hukum (syariah). Terkait dengan ini Allah Swt. menegaskan dalam (QS. Al-Baqarah [2]: 285).

Perbedaan syariah di antara mereka terlihat misalnya dalam hal shalat, puasa, dan yang lainnya. Jika shalat yang diwajibkan sekarang adalah shalat lima waktu sehari semalam, maka shalat yang diwajibkan untuk umat sebelum Nabi Muhammad misalnya hanya dua kali sehari semalam. Dalam hal puasa juga demikian, misalnya jika puasa yang diwajibkan kepada kita sekarang selama sebulan, yakni puasa di bulan Ramadlan, maka tidak demikian halnya  puasa untuk umat-umat sebelum Muhammad, misalnya puasa Nabi Daud dan umatnya sehari puasa sehari tidak sepanjang tahun.

(tulisan ini disadur lengkap dari bagian file buku bidang pendidikan karya Dosen UNY,  Dr. Marzuki, M.Ag. Anda dapat membaca kumpulan file beliau di halaman staff UNY di sini)

Sunday, November 24, 2013

Cinta Menurut Islam Seperti Apa?

Cinta menurut Islam bergantung pada siapakah yang mengemudikan cintanya itu sendiri. Cinta itu adalah alat yang netral untuk mencapai tujuannya. Jika cinta ditunggangi oleh nafsu syahwat maka akan menuju kebinasaan, namun jika cinta dikemudikan oleh iman kepada Allah SWT maka akan mengantarkan manusia pada keridhaan Allah.

Cinta adalah sebuah instrumen yang sangat hebat. Cinta dapat  merubah sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan pahit menjadi manis. Sebaliknya juga, cinta bisa membuat sehat menjadi sakit, gemuk jadi kurus, normal jadi gila, kaya kadi miskin dan raja menjadi budak.



Seperti itulah cinta menurut Islam yang harus dilandasi keimanan kepadaNya, sehingga cintanya akan membawanya kepada kebaikan di dunia dan akherat.

Cinta menurut Islam setidaknya dibagi menjadi:
1. Cinta kepada saudara muslim
2. Cinta kepada lawan jenis
3. Cinta Kepada Allah dan RasulNya

Masalah cinta kepada lawan jenis:

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan tentang ketiga macam cinta ini sendiri dapat kita baca di sini 

Guna lebih jelasnya tentang masalah cinta menurut Islam khususnya kepada lawan jenis, berikut ini ada beberapa penjelasan tentang cinta dari berbagai sumber islam:

cinta menurut islam

Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan

Mencari Cinta: Perspektif Islam

Presented by Shaikh Ahmad Kutty
At the IIT Ring of Love Seminar
(January 29, 2011)

Cinta dalam Islam

Islam: agama cinta - cinta  Allah dan kasih penciptaan
Cinta Kasih Allah sebagai dasar dari semua cinta
Ini adalah cinta yang abadi, karena Allah saja yang kekal, segala sesuatu yang lain menghilang
Cinta kita untuk pasangan kita harus untuk meningkatkan cinta kita dari Allah

Cinta terhadap bentuk dan Cinta kepada jiwa

Cinta terhadp bentuk adalah cinta penampilan, cinta tubuh, dan cinta fisik
Ini adalah sumber dari penipuan
Penampilan menipu, dan akhirnya memudar
Ironisnya, kebanyakan orang bingung dengan kenyaatan ini
Orang-orang berimana diajarkan untuk melihat ke jiwa

Cinta bentuk

Kebanyakan orang pergi mencarinya, karena mereka hanya hidup dalam dimensi fisik mereka saja
Karena menipu, itu seperti mencari air di fatamorgana
Itulah sebabnya Nabi berdoa: 'Berilah aku mencintaimu lebih dari aku mencintai untuk diri hamba  sendiri atau keluarga hamba ... atau ... untuk air dingin saat haus

Cinta Dalam Jiwa

Cinta sejati: cinta didirikan pada cinta Allah?
Nabi (saw) ingin kita mencarinya dalam pernikahan
Nikahilah seseorang yang benar-benar beriman dan berakhlak, jika tidak, Anda membuka jalan untuk 'berkotor-kotor'.

Iman (deen) dan karakter (khuluq)

Iman bukan sekedar ritual
Ini adalah individu yang diubah oleh cinta Allah
Kita harus membedakan antara religiusitas dan keimanan
Ini adalah orang dengan hati yang penuh kasih

Apa itu karakter (khuluq)?

Khuluq berbeda dari khalq;
Khuluq adalah inner beauty yang hanya dirasakan melalui intuisi
Yang memiliki tanda-tanda yang jelas: ciri-ciri karakter
Kesadaran akan Tuhan, dapat dipercaya, rendah hati, penuh kasih, peduli, riang, penyabar: ciri-ciri karakter profetik

Cinta dan asmara

Cinta lahir dari pengetahuan tentang karakter (khuluq), berakar dalam kasih Allah, adalah cara yang harus dicari
Hal ini berbeda dari kencan, karena Islam menentang segala bentuk isolasi antara laki-laki dan perempuan
Ini adalah murni akan menghancurkan.
Penghubung atau asmara terlarang tidak disetujui dalam Islam

Menemukan pasangan hidup

Internet chat room bukan tempat yang ideal, untuk itu sulit untuk membedakan khuluq, temukan melalui
1. Anjuran Ortu
2. Anjuran teman atau sesepuh
3. Memilih melalui pengalaman berpartner
4. jangan mengesampingkan hal-hal diatas, kecocokan adalah yang paling penting

Pertanyaan untuk diajukan

Asumsikan: tidak ada yang sempurna
Pertanyaan untuk ditanyakan:
Satu visi dari peran pria / wanita dalam masyarakat
Faktor agama: kaku atau jalan tengah?
Visi dan kepentingan spiritual umum
Perbedaan dan bagaimana berurusan dengannya
Kemitraan yang ideal: kesempatan untuk tumbuh bersama-sama untuk memenuhi satu potensi seseorang yang diberikan Tuhan
(sumber: islam.ca)


Perkawinan dan Cinta dalam Islam

Pernikahan dalam Islam :

 Seorang Jurist (ahli hukum) ditanya bagaimana Anda menjadi begitu kaya , ia mengatakan bahwa ia awalnya sangat miskin sekali dan suatu ketika menemukan sebuah kalung yang sangat indah dan mahal di jalan dan ia berjuang dengan niat dan kemudian ia mendengar suara orang berteriak dan mencari kalung ini sehingga ia kembalikan kalung itu tanpa mengambil uang yang ditawarkan kepadanya.

Kemudian setelah suatu ketika ia bepergian di laut merah dan kapal tenggelam dan ia berhasil mencapai pulau dengan berpegangan pada sepotong kayu . Dia mulai membantu anak-anak dan orang tua belajar Quran dan dasar-dasar agama karena mereka adalah Muslim , sehingga orang-orang dari pulau memintanya untuk menikahi seorang gadis dari komunitas mereka dan dia setuju .

Ketika pada hari pernikahan dia melihatnya dia tidak bisa melepaskan pandangan mata dari sang perempuan. Jadi orang-orang sekelilingnya bertanya mengapa ia terkejut melihatnya , sehinga dia mengatakan bukan dia, tapi aku tahu kalung dia pakai dan ia menceritakan seluruh cerita dan orang-orang sangat terkejut senang mendengar bahwa cerita dari ayah gadis yang disebutkan adalah tentang orang yang jujur ​​ini.

Kemudian setelah kematiannya ia mewarisi kalung itu dan menjadi sangat kaya dengan menjual itu .

Salah satu poin yang sangat penting yang disebutkan dalam bagian ini doa yang tulus kepada Allah ( swt ) . Ketulusan memainkan peran besar dalam sukses dalam pernikahan dan akan insyaAllah membawa banyak harmoni dalam kehidupan dan di antara keduanya. Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah doa yang tulus.

Cinta dalam Islam

Rasa cinta tidak dikutuk dalam Islam, apa yang dikritik dan yang membuat haram adalah tindakan yang tidak diperbolehkan dan yang mengarah kepadanya.

Selama haji, Ibn Abbas ra melihat seorang pemuda di Arafah dan dia melihat kekasihnya yang telah menikah dengan orang lain dan pemuda itu pingsan di Arafah. Rasulullah saw berkata bahwa hal yang terbaik bagi orang-orany yang cinta adalah pernikahan.

Cinta adalah sebuah emosi paling kuat dalam hati tetapi tumbuhnya bisa dikendalikan. Cinta harus dikontrol dan diarahkan ke arah yang benar.

Imam Ahmad bin Hanbal diminta untuk menjelaskan tentang hadits nabi saw bahwa " ... Jangan biarkan dirimu dengan fitnah yang tidak bisa kamu tanganni.." dan dia mengatakan cinta adalah contoh dari hal itu.

Jika cinta tidak dijaga dalam kontrol bisa menyebabkan kesulitan besar. Cinta harus dipegang dalam tempat yang tepat (misalnya, suami/istri). Allah SWT berfirman ".. Dia menempatkan cinta dan belas kasih dalam hati mereka.."(Q.S. ArRuum:21).

Ini adalah salah satu pilar dalam pernikahan, Nabi SAW bersabda, "Aku dipenuhi cinta untuknya (yaitu Khadijah ra)".

Cinta terjadi sangat cepat tapi tumbuh sangat lambat (misalnya seperti pohon atau tanaman yang akarnya tumbuh cepat namun membutuhkan beberapa waktu untuk tumbuh).

Ibnu Taimiyah berkata cinta itu mustahil untuk didefinisikan. Ibn Al-Qayyim mengatakan semua huruf datang dari bagian antara tenggorokan dan bibir dan cinta (yang dalam bahasa arab: hubbun) terbentuk dari dua huruf yang datang dari dua tempat itu (yaitu tenggorokan dan bibir) sehingga kita memerlukan semua huruf yang diucapkan dari antara tenggorokan dan bibir untuk menggambarkan perasaan cinta.

Dalam konteks tertentu (dalam bahasa arab) kata hubbun (cinta) digunakan utuk kesucian/gigi putih, unta yang tidak bisa dipindahkan dan air yang memancar.

Tanda-tanda cinta adalah 'detak jantung yang lebih cepat; tidak bisa mengucapkan kata-kata dengan benar; bergetar dan berkeringat. Tanda-tanda ini semakin jelas terutama ketika melihat orang yang dicintainya. Sebagian orang berkata gejala orang yang sangat takut dan sedang jatuh cinta adalah sama.


Rasulullah SAW sebagai Suami

Ummul Mukminin: Khadijah RA

cinta menurut islam

Muhammad saw adalah orang kepercayaan kahdijah, yaitu As- Shadiq wal Ameen. Muhammad membawa bisnis Kahdijah ke tingkat lain dan membuat banyak keuntungan.

MUhammad saw berasal dari keluarga yang dihormati, memiliki paras yang sangat tampan dan seorang pemuda yang mulia. Khadijah ra jatuh cinta kepada orang mulia ini. Lalu ia mengirim utusannya untuk mengutarakan keinginannya agar Muhammad saw menikahinya, meski umurnya lebih muda darinya namun kasih sayangnya untuk Muhammad sangat kuat.

Kahdijah mendekati ayahnya dan mengutarakan keinginannya ini, namun sang ayah berkata bahwa tidak akan membiarkannya menikah dengan anak yatim ini (rasul saw). ORang-orang arab menganggap anak yatim sebagai orang yang sangat tidak terhormat karena mereka tidak tumbuh untuk belajar sopan santun dan beretika dari keluarga bangsawan seperti orang tua mereka. Inilah alasan ayah khadijah melarang menikah dengan Muhammad. Tapi cintanya kepada Muhammad saw tidak menghalangi niatnya.

Nabi SAW selalu menyebut nama khadijah selama 20 tahun sepeninggalnya dan selalu mengingatnya. Andai khadijah masih hidup, nabi tidak akan menduakaannya. Namun sebagai seorang nabi, Rasul harus menikahi banyak istri untuk menjadi peran model untuk kita semua.

Pernah rasul berkunjung ke para sahabat saat idul Fitri. Salah satunya Hala, adik Khadijah (ra), setelah sekitar 15 tahun berkunjung ke ruma Nabi dan ketika Nabi mendengar suaranya dari kamar lain, Nabi bangun dan berseru 'Khadijah (ra)! Aisyah berkata aku merasa sangat cemburu pada saat itu. Dia (khadijah) adalah sahabat terbaiknya (saw). Dalam riwayat lain nabi saw bersabda " dia (khadijah) percaya pada ku dan mendukungnya saat ketika tidak ada yang melakukannya."

Ketika Quraish menolak untuk berurusan dengan umat Islam, Nabi saw dan beberapa sahabat tinggal di luar Mekah. Khadijah tetap bersama Nabi saw.  Suatu malam khadijah begitu lapar sehingga ia bangun di malam hari dan berjalan keluar dan mendapatkan sesuatu yang lembuat di tanah dan dia mengambilnya dan memakannya, kemudian dia mengatakan bahkan sampai hari ini dia tidak apa yang dia makan malam itu. Bahkan dalam situasi dimana Rasul harus menderita menghadapi pengasingan yang dilakukan oleh orang Quraish, Khadijah yang orang yang mulia dan terkaya dari Mekah masih tetap bersama nabi saw.
Sumber: nurayn.org