Monday, May 26, 2014

Belajar Mudah Ilmu Tauhid (6)

بسم الله الرحمن الرحيم

Belajar Mudah Ilmu Tauhid (6)

(Wala’ dan Bara’, Hakikat Islam, Rukun Islam, Hakikat Iman, dan Rukun Iman)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba'du:
Berikut ini pembahasan tentang Wala’ dan Bara’, Hakikat Islam, Rukun Islam, Hakikat Iman, dan Rukun Iman yang kami terjemahkan dari kitab At Tauhid Al Muyassarkarya Syaikh Abdullah bin Ahmad Al Huwail; semoga Allah menjadikan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.
Definisi Wala’ dan Bara’ secara bahasa
Wala’ secara bahasa dari kata walayahyang artinya mahabbah (cinta).
Bara’ secara bahasa adalah masdar dari kata baraa yang artinya memutuskan. Disebut baral qalam artinya meruncingkan pena.
Definisi Wala’ dan Bara’ secara istilah
Wala artinya mencintai kaum muslimin, menolong mereka, memuliakan, menghormati, dan mendekat kepada mereka.
Bara’ artinya membenci kaum kafir, menjauhi mereka, dan tidak membela mereka.
Urgensi Wala’ dan Bara’
-       Wala’ dan Bara’ termasuk dasar-dasar akidah Islam.
-       Sebagai ikatan iman yang paling kuat.
-       Termasuk ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pembagian wala’
Wala’ terbagi dua:
Pertama, tawalli.
Kedua, muwalah.
Tentang Tawalli
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang tawalli.
Arti Tawalli
Tawwali artinya menyukai syirk, pelakunya, menyukai kekafiran, dan pelakunya. Demikian juga membela orang-orang kafir untuk melawan kaum mukmin.
Hukum Tawalli
Tawalli merupakan kufur akbar dan membuat seseorang murtad dari Islam.
Dalil hukum tawalli
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
“Barang siapa di antara kamu bertawalli kepada mereka, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Terj. QS. Al Ma’idah: 51)
Tentang Muwalah
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang muwalah.
Definisi Muwalah dan batasannya
Maksudnya adalah mencintai orang-orang kafir dan musyrik karena sebab dunia, namun tidak disertai pembelaan, sehingga tidak termasuk tawalli.
Hukum muwalah
Hukumnya haram dan termasuk dosa besar.
Dalil hukum muwalah
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang;.” (Terj. QS. Al Mumtahanah: 1)
Fenomena berwala’ kepada orang-orang kafir
Di antara fenomena berwala’ kepada orang-orang kafir adalah:
1.    Menyerupai mereka dalam hal pakaian dan berbicara.
2.    Bersafar ke negeri mereka dengan tujuan tamasya dan bersenang-senang.
3.    Tinggal di negeri mereka dan tidak mau berpindah ke negeri kaum muslimin untuk membawa agama.
4.    Menggunakan kalender mereka, khususnya kalender yang menyebutkan upacara keagamaan dan hari raya mereka, seperti kalender masehi.
5.    Ikut serta dalam acara hari raya mereka atau membantu mereka mengadakannya, atau mengucapkan selamat terhadapnya, dan atau menghadiri pelaksanaannya.
6.    Memberi nama anak dengan nama-nama mereka.
Pembagian manusia dalam hal disikapi dengan wala’ dan bara’
Manusia dalam hal disikapi dengan wala dan bara’ terbagi menjadi tiga golongan:
Golongan pertama, orang-orang yang dicintai secara murni tanpa ada kebencian di sana.
Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang bersih.
Golongan kedua, orang-orang yang dibenci dan dimusuhi dengan kebencian yang murni tanpa ada rasa cinta dan sikap wala’.
Mereka ini adalah orang-orang kafir yang jelas kekafirannya.
Golongan ketiga, orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lain.
Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang berbuat maksiat. Mereka dicintai karena ada keimanannya dan dibenci karena kemaksiatan yang mereka lakukan di bawah kufur dan syirk.
Hakikat Islam
Islam secara bahasa artinya tunduk dan menyerahkan diri.
Secara syara’ Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan berlepas diri dari syirk dan para pelakunya.
Makna Islam secara umum dan khusus
Makna Islam secara umum adalah beribadah kepada Allah sesuai syariat-Nya sejak Allah mengutus para rasul sampai tegaknya hari Kiamat.
Makna Islam secara khusus tertuju kepada agama yang dibawa Nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rukun (tiang penopang) Islam
Rukunnya ada lima:
1.    Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
2.    Mendirikan shalat
3.    Menunaikan zakat
4.    Berpuasa Ramadhan
5.    Berhaji ke Baitullah bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana.
Rukun-rukun tersebut bisa dibagi lagi menjadi dua:
Pertama, rukun yang menjadi penopang bangunan. Ini disebut sebagai rukun asasi. Yang termasuk ke dalam rukun ini ada dua, yaitu: Dua kalimat syahadat dan shalat.
Kedua, rukun yang menyempurnakan bangunan tersebut. Ini disebut rukun tamam. Yang termasuk ke dalam rukun ini ada tiga, yaitu: menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.
Dalil rukun Islam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
"Islam dibangun di atas lima(dasar); bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan puasa di bulan Ramadhan.  (Muttafaq ‘alaih)
Hakikat Iman
Arti iman secara bahasa adalah pembenaran dan pengakuan.
Menurut Ahlussunnah wal Jama’ah, iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan. Ia akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan.
Rukun Iman
Rukun iman ada enam:
1.    Beriman kepada Allah
2.    Beriman kepada para malaikat-Nya.
3.    Beriman kepada kitab-kitab-Nya.
4.    Beriman kepada rasul-rasul-Nya.
5.    Beriman kepada hari akhir.
6.    Beriman kepada qadar yang baik dan yang buruk.
Berikut kandungan rukun-rukun tersebut:
Beriman kepada Allah
Beriman kepada Allah mencakup empat hal:
1.    Beriman kepada wujud Allah.
2.    Beriman kepada Rububiyyah-Nya (bahwa Dia yang mengatur, yang menguasai, dan memiliki alam semesta).
3.    Beriman kepada Uluhiyyah-Nya (keberhakan-Nya untuk disembah).
4.    Beriman kepada nama-nama dan sifat-Nya.
Beriman kepada para malaikat-Nya
Beriman kepada malaikat mencakup empat hal:
1.    Beriman kepada wujud mereka.
2.    Beriman kepada malaikat yang kita ketahui namanya, seperti Jibril. Sedangkan malaikat yang tidak kita ketahui namanya, maka kita imani secara garis besar.
3.    Beriman kepada sifat malaikat yang kita ketahui.
4.    Beriman kepada perbuatan mereka yang kita ketahui yang mereka lakukan atas perintah Allah.
Beriman kepada kitab-kitab Allah
Beriman kepada kitab-kitab Allah mencakup empat hal:
1.    Beriman bahwa kitab-kitab itu benar-benar turun dari sisi Allah.
2.    Beriman kepada kitab yang kita ketahui namanya, seperti Al Qur’an, Taurat, dan Injil. (Aadapun yang tidak kita ketahui namanya, maka kita beriman kepadanya secara garis besar-pent).
3.    Membenarkan beritanya yang shahih, seperti berita yang disampaikan Al Qur’an dan berita dari kitab-kitab terdahulu yang belum dirubah atau diselewengkan yang disahkan penukilannya dalam syariat kita.
4.    Mengamalkan hukum-hukum yang belum dimansukh disertai sikap ridha dan menerima, baik kita memahami hikmahnya atau tidak. Dan semua kitab-kitab terdahulu telah dimansukh oleh Al Qur’an.
Beriman kepada para rasul
Beriman kepada para rasul mencakup empat hal:
1.    Beriman bahwa risalah mereka betul-betul dari sisi Allah Ta’ala. Barang siapa yang kafir kepada salah seorang rasul, maka sama saja kafir kepada semua rasul.
2.    Beriman kepada rasul yang kita ketahui namanya, seperti Muhammad, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nuh ‘alaihimus salam.  (adapun yang tidak kita ketahui namanya, maka kita beriman kepadanya secara garis besar).
3.    Membenarkan berita yang shahih dari mereka.
4.    Mengamalkan syariat rasul yang diutus kepada kita, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul yang diutus kepada semua manusia.
Beriman kepada hari Akhir
Beriman kepada hari akhir mencakup tiga hal:
1.    Beriman kepada adanya kebangkitan.
2.    Beriman kepada hisab (pemeriksaan amal) dan pembalasan.
3.    Beriman kepada surga dan neraka.
Termasuk ke dalam beriman kepada hari Akhir adaah beriman kepada semua yang akan terjadi setelah mati, seperti fitnah kubur, azab kubur, dan nikmat kubur.
Beriman kepada Qadar
Beriman kepada qadar mencakup empat hal:
1.    Beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu baik secara garis besar maupun secara rinci.
2.    Beriman bahwa Allah mencatat semua itu dalam Lauh Mahfuzh.
3.    Beriman bahwa semua yang terjadi tidak lepas dari kehendak Allah Ta’ala.
4.    Beriman bahwa semua yang terwujud adalah makhluk ciptaan Allah Ta’ala, baik dzatnya, sifatnya, maupun gerakannya.
Dalil rukun iman yang enam
Allah Ta’ala berfirman,
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi...dst.” (Terj. QS. Al Baqarah: 177)
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan qadar.” (Terj. QS. Al Qamar: 49)
Dalam As Sunnah, disebutkan dalam hadits Jibril ketika ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Beritahukan kepadaku tentang iman? Maka Beliau bersabda,
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, serta kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)
Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.

Diterjemahkan dari kitab At Tauhid Al Muyassar oleh Marwan bin Musa

Sunday, May 25, 2014

Kisah Masuk Islam: Musisi Inggris Mencari Kebenaran Hidup

Semua yang harus saya katakan adalah semua apa yang Anda sudah tahu, untuk mengkonfirmasi apa yang sudah Anda ketahui, pesan Nabi (Sallallahu alaihi wa sallam) seperti yang diberikan oleh Allah - yaitu agama yang benar.

Sebagai manusia kita diberi kesadaran dan kewajiban yang telah menempatkan kita di bagian atas penciptaan. Manusia diciptakan untuk menjadi wakil Tuhan di bumi, dan itu penting untuk menyadari kewajiban kita untuk membebaskan diri dari semua ilusi dan membuat hidup kita saaat ini sebagai persiapan untuk kehidupan berikutnya.

Siapa saja yang merindukan kesempatan ini tidak mungkin diberikan lagi, untuk dibawa kembali lagi dan lagi, karena dikatakan di Qur'an bahwa ketika manusia dihisab, ia akan berkata, "Ya Tuhan, kembalikanlah kami dan berikan kami kesempatan lain. "Tuhan akan berkata, "Jika Aku mengirimkan kembali kamu akan melakukan hal yang sama."

Awal pendidikan agama

Saya dibesarkan di dunia modern dengan semua kemewahan dan kehidupan yang berkelas tinggi dari bisnis pertunjukan. Saya lahir dari keluarga Kristen, tetapi kita tahu bahwa setiap anak dilahirkan di alam aslinya - hanya orang tuanya yang mengubah dia untuk ini atau agama itu.

Aku diberi agama ini (Kristen) dan berpikir dengan cara ini. Saya diajarkan bahwa Tuhan itu ada, tapi tidak ada kontak langsung dengan Tuhan, jadi kami harus melakukan kontak dengan-Nya melalui Yesus - dia sebenarnya pintu kepada Allah. Ini lebih atau kurang diterima oleh saya, tapi saya tidak menelan semuanya.

Saya melihat beberapa patung Yesus; mereka hanya batu tanpa kehidupan. Dan ketika mereka mengatakan bahwa Allah adalah tiga, saya bingung bahkan lebih tetapi tidak bisa membantah. Saya lebih atau kurang percaya, karena saya harus menghormati keyakinan orang tua saya.

kisah mualaf - musisi dunia cat steven - yusuf islam
Cat stevent menjadi Yusuf Islam


Bintang POP

Perlahan-lahan saya menjadi terasing dari pendidikan agama ini. Saya mulai membuat musik. Saya ingin menjadi bintang besar. Semua hal-hal yang saya lihat di film dan media menjadi pegangan saya, dan mungkin saya pikir ini adalah Tuhan, tujuan untuk membuat uang. Saya punya paman yang punya mobil yang indah . " Yah , " kataku , " ia telah membuat. Dia memiliki banyak uang. " Orang-orang di sekitar saya mempengaruhi saya berpikir bahwa ini adalah itu; dunia ini adalah Tuhan mereka.

Maka saya memutuskan bahwa ini adalah kehidupan bagi saya; untuk membuat banyak uang, memiliki ' hidup yang hebat. ' Sekarang saya adalah bintang pop. Saya mulai membuat lagu, tapi dalam hati aku punya perasaan kemanusiaan, perasaan bahwa jika aku menjadi kaya aku akan membantu orang yang membutuhkan. ( Dikatakan dalam Al-Qur'an, kita membuat janji, tapi ketika kita membuat sesuatu, kita ingin terus ke atasnya dan menjadi serakah.) 

Jadi apa yang terjadi adalah bahwa saya menjadi sangat terkenal. Saya masih remaja, nama dan foto saya dimuat di semua media. Mereka membuat saya lebih besar dari pada kehidupan, jadi saya ingin hidup lebih besar dari kehidupan dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah untuk menjadi mabuk ( dengan minuman keras dan obat-obatan ).

DI RUMAH SAKIT

Setelah setahun sukses finansial dan hidup ' tinggi ', saya menjadi sangat sakit, Saya terserang penyakit TBC dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itulah saya mulai berpikir: Apa yang terjadi padaku? Apakah saya hanyalah tubuh, dan tujuan saya dalam hidup adalah hanya untuk memuaskan tubuh ini? Saya menyadari sekarang bahwa bencana ini adalah berkat yang diberikan kepada saya oleh Allah, kesempatan untuk membuka mata saya - " Mengapa aku di sini Mengapa aku di tempat tidur ? " - Dan saya mulai mencari beberapa jawaban. 

Pada waktu itu ada minat yang besar dalam mistisisme Timur. Aku mulai membaca, dan hal pertama yang saya mulai sadari adalah kematian, dan bahwa jiwa bergerak; itu tidak berhenti. Aku merasa aku mengambil jalan menuju kebahagiaan dan prestasi yang tinggi. Aku mulai bermeditasi dan bahkan menjadi seorang vegetarian. Sekarang saya percaya pada ' perdamaian dan kekuatan bunga , ' dan ini adalah kecenderungan umum . Tapi apa yang saya lakukan percaya pada khususnya adalah bahwa saya tidak hanya tubuh. Kesadaran ini datang kepada saya di rumah sakit .

Suatu hari ketika aku sedang berjalan dan aku terjebak dalam hujan, aku mulai berlari ke tempat berteduh dan kemudian aku sadar, ' Tunggu sebentar, tubuhku basah, tubuhku mengatakan kepadaku, Aku basah. ' Hal ini membuatku berpikir tentang pepatah bahwa tubuh adalah seperti keledai, dan itu harus dilatih di mana ia harus pergi. Jika tidak, keledai akan mengarahkan Anda ke mana ia ingin pergi .

Lalu aku sadar bahwa aku punya kemauan, hadiah yang diberikan Allah: mengikuti kehendak Allah. Aku terpesona dengan istilah baru yang saya pelajari dalam agama Timur. Saat ini aku sudah muak dengan agama Kristen. Aku mulai membuat musik lagi dan kali ini aku mulai mencerminkan pikiranku sendiri . Aku ingat lirik dari salah satu laguku. Bunyinya seperti ini : "Kalau saja aku tahu, aku berharap aku tahu Siapa yang membuat surga, Siapa yang membuat neraka Apakah aku mengenal Anda di tempat tidur atau beberapa sel berdebu sementara yang lain mencapai hotel besar? " dan aku tahu aku berada di Jalan.

Aku juga menulis lagu lain, "Cara untuk Menemukan Tuhan." Aku menjadi lebih terkenal di dunia musik. Aku benar-benar memiliki waktu yang sulit karena aku menjadi kaya dan terkenal, dan pada saat yang sama, Aku sungguh-sungguh mencari Kebenaran. Kemudian aku datang ke tahap di mana aku memutuskan bahwa Buddhisme adalah baik dan mulia, tapi aku tidak siap untuk meninggalkan dunia. Aku terlalu terikat kepada dunia dan tidak siap untuk menjadi seorang biarawan dan untuk mengisolasi diri dari masyarakat.

Aku mencoba Zen dan Ching, numerologi, kartu tarot dan astrologi. Aku mencoba untuk melihat kembali ke dalam Alkitab dan tidak bisa menemukan apa-apa. Pada saat ini aku tidak tahu apa-apa tentang Islam, dan kemudian, apa yang aku anggap sebagai sebuah keajaiban terjadi. Adikku telah mengunjungi masjid di Yerusalem dan sangat terkesan bahwa sementara di satu sisi itu berdenyut dengan kehidupan (tidak seperti gereja dan sinagog yang kosong), di sisi lain, suasana damai dan ketenangan muncul.

Al-Qur'an

Ketika ia datang ke London ia membawa kembali terjemahan Al-Qur'an, yang dia berikan kepadaku. Dia tidak menjadi seorang Muslim, tetapi ia merasakan sesuatu di agama ini, dan berpikir aku mungkin menemukan sesuatu di dalamnya juga.

Dan ketika aku menerima buku itu, pedoman yang akan menjelaskan segalanya bagiku - siapa aku; apa tujuan hidup; apa realitas dan apa yang akan menjadi kenyataan; dan dari mana aku berasal- aku menyadari bahwa ini adalah agama yang benar; agama tidak dalam arti Barat memahami itu, bukan tipe hanya usia tua Anda. Di Barat, siapa pun yang ingin memeluk agama dan membuatnya hanya cara hidupnya dianggap fanatik. Aku tidak fanatik, aku pada awalnya bingung antara tubuh dan jiwa. Kemudian aku menyadari bahwa tubuh dan jiwa tidak terpisah dan Anda tidak perlu pergi ke gunung untuk menjadi religius. Kita harus mengikuti kehendak Allah. Lalu kita bisa naik lebih tinggi dari malaikat. Hal pertama yang ingin aku lakukan sekarang adalah untuk menjadi seorang Muslim.

Saya menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, tidak ada yang menyalip Nya. Dia menciptakan segala sesuatu. Pada titik ini saya mulai kehilangan kebanggaan dalam diri saya, karena  saya pikir alasan saya di sini adalah karena kebesaran saya sendiri. Tapi aku sadar bahwa aku tidak menciptakan diriku , dan seluruh tujuan saya berada di sini adalah untuk tunduk kepada ajaran yang telah disempurnakan oleh agama kita kenal sebagai Al-Islam. Pada titik ini saya mulai menemukan iman saya. Aku merasa aku adalah seorang Muslim. 

Setelah membaca Al-Qur'an, sekarang saya menyadari bahwa semua nabi yang diutus Allah membawa pesan yang sama. Lalu mengapa orang-orang Yahudi dan Kristen berbeda? Saya tahu sekarang bagaimana orang-orang Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Mesias dan bahwa mereka telah merubah Firman-Nya . Bahkan orang Kristen salah mengerti Firman Tuhan dan menyebut Yesus sebagai anak Tuhan. Semuanya membuat begitu banyak rasa. Ini adalah keindahan Al-Qur'an; meminta Anda untuk bercermin dan berpikir, dan tidak menyembah matahari atau bulan tapi menyembah satu-satunya yang telah menciptakan segala sesuatu. Al-Qur'an meminta manusia untuk merenungkan matahari dan bulan dan ciptaan Tuhan secara umum. Apakah Anda menyadari betapa berbedanya matahari dari bulan? Mereka berada di jarak yang bervariasi dari bumi, namun muncul dengan ukuran yang sama kepada kami; pada waktu satu tampaknya tumpang tindih yang lain. 

Bahkan ketika banyak astronot pergi ke ruang angkasa, mereka melihat ukuran yang tidak signifikan dari bumi dan luasnya ruang. Mereka menjadi sangat religius, karena mereka telah melihat ayat-ayat Allah.

Ketika saya membaca Al-Qur'an lebih lanjut, berbicara tentang shalat, kebaikan dan amal. Saya bukan Muslim, tapi merasa bahwa satu-satunya jawaban bagi saya adalah Alquran, dan Allah telah mengutus kepada saya, dan saya merahasiakannya. Namun Al-Qur'an juga berbicara pada tingkat yang berbeda. Saya mulai memahami pada tingkat lain, di mana Al-Qur'an mengatakan,

"Mereka yang percaya, tidak mengambil orang-orang kafir sebagai teman-teman dan orang-orang mukmin adalah bersaudara."

Jadi saat ini saya ingin bertemu saudara-saudara Muslim saya.

Masuk Islam

Kemudian saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem ( seperti saudara saya telah lakukan ). Di Yerusalem, saya pergi ke masjid dan duduk. Seorang pria bertanya apa yang saya inginkan. Aku bilang aku adalah seorang Muslim . Dia bertanya Siapa nama saya. Saya katakan padanya, " Stevens . " Dia bingung. Saya kemudian bergabung dalam shalat, meskipun tidak begitu berhasil. Kembali di London, saya bertemu dengan seorang adik bernama Nafisa. Aku bilang aku ingin memeluk Islam dan dia mengarahkan saya ke Masjid Regent Baru. Ini adalah tahun 1977, sekitar satu setengah tahun setelah saya menerima Al-Qur'an. 

Sekarang saya menyadari bahwa saya harus menyingkirkan harga diriku, menyingkirkan Iblis, dan menghadapi satu arah. Jadi pada hari Jumat, setelah Jummah ' Aku pergi ke Imam dan menyatakan iman saya ( Syahadat ) di tangan ini. Sebelunya saya adalah seseorang yang telah mencapai ketenaran dan kekayaan. Tapi bimbingan adalah sesuatu yang lolos dari saya, tidak peduli seberapa keras aku mencoba , sampai aku ditunjukkan Al-Qur'an. Sekarang saya menyadari saya bisa mendapatkan kontak langsung dengan Tuhan, tidak seperti Kristen atau agama lain. Seperti salah satu wanita Hindu mengatakan kepada saya, " Kamu tidak mengerti Hindu Kami percaya pada satu Tuhan, . . Kita menggunakan benda-benda ( berhala ) untuk hanya berkonsentrasi " Apa yang dia katakan adalah bahwa untuk mencapai Tuhan, kita harus menciptakan asosiasi, dimana berhala menjadi tujuan tersebut. Tapi Islam menghapus semua hambatan tersebut. Satu-satunya hal yang membedakan orang-orang mukmin dari orang-orang kafir adalah salat. Ini adalah proses pemurnian.

Akhirnya saya ingin mengatakan bahwa segala sesuatu yang saya lakukan adalah untuk keridhaan Allah dan berdoa bahwa Anda mendapatkan beberapa inspirasi dari pengalaman saya. Selain itu, saya ingin menekankan bahwa saya tidak masuk Islam karena kontak dengan Muslim sebelum masuk Islam. Saya membaca Al-Qur'an pertama dan menyadari bahwa tidak ada orang yang sempurna. Islam adalah sempurna, dan jika kita meniru perilaku Nabi (Sallallahu alayhi wa sallam) kita akan berhasil. Semoga Allah memberi kita petunjuk untuk mengikuti jalan umat Muhammad (Sallallahu alayhi wa sallam). Ameen!
(Diterjmahkan dari islamcan.com)

Kisah Mualaf: Al-Qur'an Membuatku Kagum

oleh Aziza Hussain

Matt Lennox, seorang warga Amerika berusia 16 tahun keturunan Skotlandia-Irlandia, yang dibesarkan dalam keluarga religius, dirinya kagum dengan apa yang ia pelajari tentang Islam di kelas sejarah pertamanya. Terpesona oleh itu semua, Matt terus meneliti Islam, bersama dengan banyak agama lainnya untuk mendidik dirinya lebih lanjut.

Yang mengejutkan, ia menemukan bahwa teologi Islam memiliki banyak kesamaan dengan agama Kristen dan Yahudi. Saat Tumbuh, Matt selalu tahu Kristen dan Yahudi memiliki keyakinan yang sama, namun Islam , agama yang berkembang tercepat di dunia, secara praktis asing baginya. Namun, saat Matt diperkenalkan kepada Islam, ia tertarik di dalamnya dan terus belajar.

Ketika ditanya "Apa yang paling menarik dari Islam bagimu? " Matt menjawab dengan yakin, " Al-Qur'an . " Dia mengatakan segala sesuatu yang ia baca dalam Al Qur'an membuatnya berpikir , " Oh, man . Wow . Aku tidak percaya semua informasi ini yang tampak begitu bijaksana dan benar adalah semua dalam satu buku . " Matt mengklaim banyak hal dalam agama Kristen tidak masuk akal baginya. Banyak aspek ini ditangani dengan Trinitas , Yesus sebagai Allah , imam dan gereja. Salah satu hal utama yang mengganggunya adalah gagasan bahwa Anda harus menjadi orang Kristen untuk diselamatkan dari api neraka.

Dalam Surah AlBaqarah ayat 111, menyatakan, "Dan [orang-orang Kristen dan Yahudi] mengatakan: '. Tidak akan masuk surga kecuali dia menjadi seorang Yahudi atau Kristen'" Melihat ini benar dari orang-orang Yahudi dan Kristen, Matt agak bingung. "Bagaimana bisa hanya satu jenis orang benar?" ia mempertanyakan. Jika ini akurat, maka hanya orang-orang dari satu wilayah geografis yang benar - sementara orang lain akan salah.

Setelah mempelajari banyak agama yang berbeda secara mendalam, Matt memahami hal ini tidak mungkin benar. Namun, Matt tidak hanya tertarik oleh Al-Qur'an; dia tertarik dengan Malcolm X. "[Dia] sangat, sangat cerdas, dan kenyataannya adalah bahwa ia juga sangat, sangat jujur ​​[meskipun] semua orang di sekelilingnya untuk sebagian besar tidak? Bukunya, filmnya, segala sesuatu yang dikatakannya sangat benar, "kata Matt.

kisah islami menemukan jalan lurus

Matt tidak hanya tertarik oleh Malcolm X , tetapi juga oleh Cat Stevens. Dia menikmati dan masih menikmati musik Cat Stevens sebelumnya', seperti " Peace Train ". Perdamaian, pengetahuan, Tuhan , dan kembali kepada Tuhan semua tema dalam musik Stevens saat Matt melihatnya. Penasaran dengan hal ini, Matt membaca kisah bagaimana Cat Stevens datang untuk menerima Islam , menjadi Yusuf Islam .

Di tahun 60-an dan 70-an, Cat Stevens sedang mencari agama dan keyakinan yang berbeda, tapi ketika ia datang ke Islam, itu mengubah segalanya baginya." Dia mengubah seluruh hidupnya dan segala sesuatu dan itu aneh karena orang tidak mengubah seluruh hidup mereka ketika mereka bintang pop dan segalanya, " kata Matt. Dan banyak yang akan setuju dengan hal ini. Tampaknya cukup membingungkan bahwa bintang pop yang memiliki semua yang dia inginkan akan mengubah seluruh hidupnya. Membingungkan seperti itu, hal itu terus terjadi berulang-ulang. Mengapa? Untuk satu alasan.
Matt menjelaskan : " Beberapa orang, bahkan selebriti, menemukan bahwa ada begitu banyak komplikasi dengan spiritualitas, politik, ekonomi, masyarakat dan filsafat di dunia modern bahwa ketika mereka menemukan sesuatu yang sangat benar, sederhana dan alami yaitu Islam, dan mereka merasakan bimbingan Allah kepada-Nya, mereka menemukan rasa dari makna."

Meskipun Matt terbiasa untuk menjadi sangat percaya pada evolusi, ia sekarang mengerti bagaimana kemajuan dalam ilmu telah mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada Tuhan. Memperhatikan kurangnya iman kepada Tuhan, Matt mengklaim, " Kebanyakan orang sudah menyerah pada agama. Saat ilmu pengetahuan berkembang, orang-orang akan melihat ilmu pengetahuan dan berkata "Di mana Tuhan?" Orang-orang akan melayang jauh dan lebih jauh. "Ayah Matt , melihat evolusi hanya sebagai teori, lebih tertarik pada gagasan Matt menjadi Muslim, daripada percaya pada evolusi.

Dibesarkan seorang Saksi Yehuwa, ayah Matt melihat kesamaan antara ide-ide Saksi Yehuwa dan Islam, sehingga lebih mudah bagi dia untuk menerima. Ibunya, sepenuhnya mendukung Matt, mengatakan kepadanya, "Apa pun agama yang kamu inginkan adalah baik." Anehnya, baik ibu dan ayahnya mendukung dia dan ketertarikannya pada Islam. Jika bukan karena pemahaman keluarganya, dan komunikasi yang baik di antara mereka, pindahnya Matt ke Islam mungkin akan menjadi sangat berbeda. Masih ada beberapa kendala, namun. Orang tua Matt mungkin mendukung dia, tapi ayahnya juga yakin Matt tidak akan menjadi Muslim di seluruh hidupnya . Mendengar ini, Matt tertawa dan berkata, " Saya benar-benar tidak setuju."

Matt menemukan sumber yang tak terduga dari dukungan tidak hanya orang tuanya, tetapi juga teman-temannya" era baru hippie ". Duduk-duduk tidak melakukan apa-apa, Matt dan teman-temannya biasanya berakhir berbicara tentang apa saja dan segalanya. Sebelum Matt menerima Islam, ia berbicara tentang ketertarikannya pada Islam ketika topik agama datang. Meskipun reaksi teman-temannya terutama "itu keren" dan "itu benar-benar baik untuk melakukan itu," salah satu teman Matt tidak lagi menghormati pendapatnya tentang agama atau politik internasional. Ia percaya Matt mendukung semua orang "seperti dia".

Ketika teman Matt mengacu pada orang-orang "seperti dia", dia merujuk Osama bin Laden dan para pengikutnya. 11 Septembe, Matt mengatakan, " mempengaruhi saya hanya dalam arti mental." Mampu untuk berbaur dengan kerumunan Eropa-Amerika , Matt mengatakan, "Karena saya tidak 'terlihat seperti seorang Muslim' tidak ada yang akan berpikir untuk mengatakan apa-apa kepada saya. Meskipun secara mental, saya memiliki waktu sulit menonton berita Amerika pula. Berita Amerika sepertinya untuk berbicara tentang Islam seperti itu adalah agama asing, dan bukan bahwa itu salah, tetapi itu adalah agama peradaban asing yang tidak maju seperti Kristen Eropa / Amerika . " Pandangan ini, yang melihat ke bawah pada Islam, bisa sangat menjengkelkan bagi banyak orang, termasuk Matt.

Terlepas dari kenyataan bahwa 11 September hanya mempengaruhi Matt dalam "pengertian mental," katanya,"Beberapa Muslim di sekolah saya yang saya berteman dengannya harus berurusan dengan beberapa protes. "Matt mengakui kesulitan-kesulitan ini dan menawarkan beberapa saran untuk anak muda Muslim -nya. "Meskipun tidak selalu mudah, jangan takut dari apa yang orang lain pikirkan tentang Anda menjadi [ Muslim ] Siapa pun yang berpikir buruk tentang orang atas dasar agama tidak layak untuk waktu Anda. Cobalah yang terbaik untuk menjadi contoh kebanggaan dan terhormat."

Meskipun Matt mungkin telah menerima Islam, hidupnya secara keseluruhan belum berubah secara dramatis. Selain pergi ke mesjid, shalat, dan membaca Al-Qur'an, kegiatan sehari-harinya masih sama. Islam, meskipun, telah pasti mempengaruhi prioritasnya. "Saya telah menemukan pikiran, bahwa beberapa hal yang sebelumnya lebih dipentingkan, seperti memiliki hal-hal tertentu atau pergi ke acara-acara tertentu, sekarang tampak seperti prioritas kedua, dan saya menemukan bahwa secara umum, sejak saya menjadi seorang Muslim sangat sulit untuk mendapatkan saya merasa marah, " kata Matt .

Memiliki seperti kepribadian santai dan pikiran terbuka, Matt tidak berharap banyak dari hidup atau orang-orang pada umumnya. Ketika ditanya apa tujuan hidupnya adalah sebagai pribadi dan Muslim, dia menjawab, "Saya ingin pergi ke perguruan tinggi. Saya ingin pergi ke kebun (Jannah). Tujuan saya adalah untuk menjadi bahagia. Saya tidak berpikir bahwa akan membutuhkan [banyak] hal. aku ingin menjadi sukses di dunia sehingga saya memiliki sarana untuk membantu orang lain."

Matt, memahami kekuasaan Allah Subhana Wa Ta'ala, klaim, "Saya tidak berpikir bahwa saya atau siapa pun bisa mencapai sangat banyak signifikansi tanpa Allah." Memahami pentingnya mencari pengetahuan dalam Islam, satu hal Matt berharap untuk mendapatkan dari Islam yang dia belum lakukan "pengetahuan. Itu adalah sesuatu yang Islam dapat terus memberi saya sampai saya mati," katanya. "Satu-satunya tantangan nyata yang saya hadapi adalah mencoba untuk menjalani hidup saya setepat mungkin."

(dari situs sunniforum.com: Inspirational Islamic stories)