Oleh: Satrio Arismunandar
Bagi negara manapun yang memiliki angkatan laut, salah satu simbol kekuatan militer yang juga menjadi kebanggaan adalah jika memiliki kapal induk. Kapal induk, yang mampu mengangkut banyak pesawat tempur dan helikopter, itu memiliki banyak fungsi. Ia juga memungkinkan proyeksi kekuatan jauh melampaui jangkauan kapal perang biasa. Maka kapal induk juga memberi efek penggentar yang signifikan.
Nah, Thailand adalah negara Asia Tenggara pertama yang mengoperasikan kapal induk. Kapal induk itu adalah HTMS Chakri Naruebet, yang dalam bahasa Thai berarti “Demi Kehormatan Dinasti Chakri.” Ia menjadi kapal bendera Angkatan Laut Kerajaan Thailand atau RTN (Royal Thai Navy).
Chakri Naruebet adalah kapal induk pertama dan satu-satunya milik Thailand. Kapal induk ini dirancang berdasarkan desain kapal Principe de Asturias milik Angkatan Laut Spanyol, dan dibangun oleh galangan kapal Izar (sebelumnya EN Bazan), Spanyol. Biaya pembangunannya saat itu 336 juta dollar AS. Kapal induk ini dipesan pada 1992, pembangunannya dimulai pada 12 Juli 1994, dan diluncurkan oleh Ratu Sirikit pada 20 Januari 1996.
Uji coba laut dilakukan dari Oktober 1996 sampai Januari 1997, sebagian dengan koordinasi bersama Angkatan Laut Spanyol. Uji laut ini lalu disusul dengan uji coba penerbangan di Rota, Spanyol. Chakri Naruebet diserahterimakan dan resmi menjadi bagian dari RTN pada 27 Maret 1997. Kapal ini tiba di perairan Thai pada awal Agustus 1997, dan secara resmi mulai berdinas pada 10 Agustus 1997.
Cuma Jadi Atraksi Turis
Chakri Naruebet dirancang untuk mengoperasikan kelompok pesawat tempur V/STOL, pesawat yang bisa lepas landas secara vertikal atau menggunakan landasan pacu yang sangat pendek, dan helikopter. Maka kapal induk ini dilengkapi dengan ski-jump, landasan pacu yang ujungnya melengkung ke atas. Niat awalnya adalah untuk mengoperasikan kelompok gabungan dari pesawat tempur Matador V/STOL dan helikopter S-70 Seahawk (untuk perang anti-kapal selam).
Walau Chakri Naruebet dimaksudkan untuk tugas patroli dan proyeksi kekuatan di perairan Thai, kurangnya pendanaan yang disebabkan oleh krisis keuangan Asia 1997 –di mana saat itu Indonesia juga terkena dampaknya-- membuat kapal induk ini menghabiskan sebagian besar karirnya dengan “nongkrong” di pangkalan laut Sattahip.
Chakri Naruebet telah dikerahkan untuk sejumlah operasi penyelamatan saat terjadi bencana alam, termasuk sesudah terjadinya gempa bumi di Samudera Hindia dan Tsunami 2004. Juga, untuk menanggapi insiden banjir terpisah pada penghujung 2010 dan awal 2011. Selain misi pertolongan dalam bencana alam, hanya sedikit penugasan lain yang pernah dilakukan kapal induk ini.
Bisa dibilang, Chakri Naruebet tak pernah berlayar jauh-jauh dari pangkalannya di Sattahip, dan sebagian waktunya hanya menjadi “atraksi untuk turis.” Ia hanya berlayar selama satu hari latihan tunggal per bulan. Di luar itu, ia hanya berfungsi sebagai sarana transportasi bagi Keluarga Kerajaan Thailand.
Hal inilah yang membuat sejumlah pengamat angkatan laut berkomentar sinis, bahwa kapal induk itu praktis hanya berfungsi sebagai royal yacht (kapal pesiar keluarga kerajaan) yang berukuran terlalu besar dan harganya terlalu mahal! Media Thailand bahkan menjuluki kapal induk ini “Thai-tanic,” sindiran yang menyamakannya dengan kapal pesiar mewah Titanic, yang tenggelam di Lautan Atlantik dalam pelayaran perdana.
Butuh Memodernisasi Armada
Lantas, bagaimana ceritanya sehingga RTN bisa membeli kapal induk itu? Itu bermula dari 1989, ketika Topan Gay menghantam wilayah Thailand. RTN, sebagai unit utama yang bertanggung jawab melakukan misi pencarian dan penyelamatan (SAR), saat itu menyadari bahwa kapal-kapal dan pesawat terbang yang dimilikinya tidak sanggup menahan cuaca yang keras di laut. Lebih jauh, RTN memang membutuhkan kapal yang baru dan berteknologi tinggi untuk memodernisasi armadanya.
Rencana awal RTN waktu itu adalah untuk membeli kapal berbobot 7.800 ton dari Bremer Vulcan, namun Pemerintah Thai membatalkan kontrak ini pada 22 Juli 1991. Sebuah kontrak baru untuk membuat kapal perang yang lebih besar --yang akan dibangun di galangan kapal Bazan, di Ferrol, Spanyol—ditandatangan oleh pemerintah Thai dan Spanyol pada 27 Maret 1992.
Kapal yang diusulkan itu didasarkan pada desain kapal induk Principe de Asturias dari Angkatan Laut Spanyol. Desain kapal Spanyol itu sendiri didasarkan pada konsep Kapal Kontrol Laut (Sea Control Ship) dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Desain ini secara resmi dirujuk oleh RTN sebagai sebuah “kapal induk helikopter patroli lepas pantai” (Offshore Patrol Helicopter Carrier).
Chakri Naruebet adalah kapal induk terkecil yang beroperasi di dunia saat ini. Kapal ini berbobot 11.486 ton pada beban penuh. Panjangnya 164,1 meter antara garis tegak lurus, dan 182,65 meter secara keseluruhan. Lebarnya 22,5 meter di garis air, dengan lebar maksimum 30,5 meter, dan kedalaman 6,12 meter.
Dek penerbangan (flight deck) di kapal induk ini berukuran 174,6 x 27,5 meter. Ada sky-jump dengan kemiringan 12°, yang membantu pesawat V/STOL untuk lepas landas. Selain itu ada dua lift pesawat, yang masing-masing mampu mengangkat beban seberat 20 ton.
Di kapal induk ini terdapat 62 perwira, 393 pelaut, dan 146 kru udara. Jika dibutuhkan, sebanyak 675 personel tambahan bisa diangkut, dan biasanya mereka adalah prajurit dari Korps Marinir Kerajaan Thai (RTMC).
Chakri Naruebet ditenagai oleh gabungan sistem mesin diesel dan turbin gas (CODOG). Masing-masing dari dua propeler lima-bilah itu terhubung ke mesin diesel Bazan-MTU 16V1163 TB83, yang memberikan 5.600 HP (4.200 kW) dan digunakan untuk kecepatan jelajah.
Mesin satunya lagi adalah turbin gas General Electric LM2500, yang memberikan tenaga 22.125 HP (16.499 kW), dan digunakan untuk mencapai kecepatan puncak untuk periode pendek. Dua frigate Thailand kelas Naresuan yang dicanangkan untuk mengawal kapal induk ini juga menggunakan sistem CODOG.
Dikanibalisasi Untuk Suku Cadang
Kapal induk ini memiliki kecepatan maksimum 25,5 knot (47,2 km/jam), walau ia hanya bisa mencapai 17,2 knot (31,9 km/jam) dengan mesin dieselnya saja. Jangkauan maksimumnya adalah 10.000 mil laut (19.000 km) dengan kecepatan konstan 12 knot (22 km/jam), dan 7.150 mil laut (13.240 km) pada kecepatan 16,5 knot (30,6 km/jam).
Persenjataan Chakri Naruebet adalah dua senapan mesin 0,5 inchi, dan tiga peluncur rudal darat-ke-udara (SAM) Matra Sadral, yang menembakkan rudal-rudal Mistral. Peluncur rudal itu dipasang pada 2001. Kapal ini juga sebetulnya dirancang cocok untuk dipasangi sistem peluncur vertikal 8-sel Mark 41 untuk rudal-rudal Sea Sparrow, dan empat sistem senjata jarak-dekat Vulcan Phalanx. Rudal Sea Sparrow yang menggunakan bimbingan radar semi-aktif memiliki jangkauan 14 km dan kecepatan Mach 2,5.
Sayangnya, pemasangan senjata anti-serangan udara itu batal dilakukan. Sehingga praktis kapal induk ini hanya dilindungi oleh rudal penjejak infra-merah Mistral, yang berdaya jangkau rendah, cuma 4.000 meter.
Kapal induk ini dirancang untuk mengoperasikan kelompok udara sampai 6 pesawat AV-8S Matador V/STOL ditambah 4 sampai 6 helikopter S-70B Seahawk. Jika diperlukan, Chakri Naruebet juga mampu mengangkut sampai 14 helikopter tambahan, yang terdiri dari campuran Sikorsky Sea King, Sikorsky S-76, dan CH-47 Chinook. Sedangkan ruang hanggar hanya cukup menampung 10 pesawat.
Matador adalah generasi pertama versi ekspor dari pesawat Hawker Siddeley Harrier, yang dibeli versi bekas pakai dari Angkatan Laut Spanyol pada 1997. Sembilan pesawat eks Spanyol itu, yakni 7 versi standar ditambah 2 pesawat latih TAV-8S, diperbarui dulu oleh perusahaan Construcciones Aeronauticas SA sebelum penyerahan. Namun, pada 1999 hanya tersisa satu pesawat yang operasional. RTN terpaksa mencari beberapa Harrier generasi pertama lain untuk dikanibalisasi, demi memperoleh suku cadangnya!
Pada 2003, RTN berusaha memperoleh beberapa pesawat generasi-kedua, Sea Harrier FA2 bekas Angkatan Laut Inggris, dari British Aerospace. Namun transaksi itu gagal. Pesawat-pesawat Matador yang tidak operasional itu akhirnya dihapus sepenuhnya pada 2006. Bagaimanapun, pada 1999, hanya tersisa satu Matador yang operasional, dan keseluruhan armada pesawat V/STOL itu pun dicabut dari layanan pada 2006.
Maka, Chakri Naruebet praktis menjadi kapal induk yang tanpa dilengkapi pesawat terbang satu pun! Thailand saat itu adalah pemerintah terakhir yang masih menggunakan pesawat Harrier generasi pertama, yang lalu dihapus sama sekali.
Sensor yang dipasang pada Chakri Naruebet terdiri dari sebuah radar penjejak udara Hughes SPS-52C, yang beroperasi pada band E/F, serta dua radar navigasi Kelvin-Hughes 1007. Ada provisi untuk memasang sebuah radar penjejak permukaan SPS-64 dan sonar yang dipasang di lambung kapal, namun sampai 2008 tak satu pun yang dipasang. Fasilitas pengontrol tembakan juga belum dipasang.
Kapal induk ini dilengkapi dengan empat peluncur umpan SRBOC, dan sebuah umpan-tarik SLQ-25. Pada April 2012, perusahaan Swedia SAAB memenangkan kontrak untuk memperbarui sistem komando dan kontrol Chakri Naruebet. Kontrak ini mencakup pemasangan sistem komando dan kontrol 9LV Mk4, sebuah radar Sea Giraffe AMB, dan pengembangan datalinks.
Terlibat Pembuatan Film Hollywood
Antara 4-7 November 1997, Chakri Naruebet ikut serta dalam operasi penyelamatan korban bencana alam, menyusul amukan badai strategis Linda yang melintasi Teluk Thailand dan tanah genting Kra. Tugas utama kapal induk itu adalah mencari dan membantu setiap kapal nelayan yang dipengaruhi oleh amukan topan dan badai.
Banjir parah yang terjadi di Provinsi Songkhla mendorong mobilisasi kapal induk pada akhir November 2000. Chakri Naruebet melepas jangkar di sebuah pulau pelabuhan kapal pesiar, Songkhla. Kapal induk ini digunakan sebagai pangkalan bagi helikopter-helikopter dan kapal-kapal kecil, yang mengangkut bahan makanan, suplai, dan orang yang terluka.
Pada Januari 2003, kerusuhan anti-Thai pecah di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Pemicunya adalah laporan-laporan media yang tidak akurat, tentang klaim seorang aktris Thai bahwa komplek candi Angkor Wat adalah milik Thailand, bukan milik Kamboja. Warga Thai yang tinggal di Kamboja terancam jadi sasaran amuk massa. Maka Chakri Naruebet pun dikirim untuk membantu upaya evakuasi warga Thai dari Kamboja.
Menyusul terjadinya gempa bawah laut di Samudera Hindua, tsunami yang dahsyat pun terjadi dan melanda berbagai kawasan seputar Samudera Hindia, termasuk pesisir Laut Andaman yang menjadi wilayah Thailand. Personel Chakri Naruebet menjadi bagian dari tim reaksi cepat militer Thai, yang berkekuatan 760 orang dan dikirim ke daerah bencana.
Satuan tugas ini terlibat dalam misi SAR di sekitar Phuket dan Kepulauan Phi Phi, perawatan korban yang terluka, dan penanganan jenazah. Mereka juga terlibat kerja untuk memperbaiki sekolah-sekolah dan berbagai fasilitas pemerintah yang rusak.
Chakri Naruebet ternyata juga pernah terlibat dalam pembuatan film Hollywood, sepanjang Agustus 2005. Film itu berjudul Rescue Dawn. Ini adalah film biografis yang didramatisasi dari kisah nyata Dieter Dengler, pilot Angkatan Laut Amerika, yang ditawan selama Perang Vietnam. Untuk keperluan film itu, geladak penerbangan Chakri Naruebet digunakan untuk menggambarkan kapal induk Amerika, USS Ranger.
Pada November 2010, Chakri Naruebet terlibat dalam operasi pertolongan korban banjir, menyusul banjir besar di negeri itu. Kapal induk itu bersandar di Provinsi Songkhla. Suplai bantuan dan pangan lalu diterbangkan ke warga yang jadi korban banjir. Sedangkan pasien-pasien rumah sakit dievakuasikan dengan helikopter-helikopter yang berbasis di kapal induk.
Operasi penyelamatan korban banjir berikutnya berlangsung pada Maret 2011, selama terjadinya banjir di selatan Thailand. Chakri Naruebet dikirim ke Koh Tao, ketika badai besar menyebabkan banjir dahsyat yang mengisolasikan pulau itu, dan menuntut pengungsian para turis dan warga setempat.
Asia memiliki cukup banyak kapal induk. China, India, Jepang, dan Korea Selatan, semuanya memiliki kapal induk dengan ukuran yang beragam. Persaingan ini membuat Chakri Naruebet, yang berukuran paling kecil dibandingkan semua kapal induk lain yang sudah operasional di dunia saat ini, jadi kalah gengsi. Padahal awalnya ingin dijadikan kebanggaan. ***
April 2015
Ditulis untuk Majalah DEFENDER
Sunday, April 26, 2015
Tuesday, April 21, 2015
Belajar Mudah Ilmu Tauhid (16)
بسم الله الرحمن الرحيم
Belajar Mudah Ilmu Tauhid (16)
(Seruan Kepada Tauhid)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba'du:
Berikut ini pembahasan tentang Seruan Kepada Tauhid,yang kami terjemahkan dari kitab At Tauhid Al Muyassar karya Syaikh Abdullah Al Huwail, semoga Allah menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin,
SERUAN KEPADA TAUHID
Mengajak manusia kepada Allah adalah perkara yang agung dan keutamaannya begitu besar. Ia merupakan tugas para rasul dan para nabi, serta jalan yang ditempuh oleh orang-orang saleh dan para wali Allah. Allah Ta’ala berfirman,
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl: 125)
قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي
Katakanlah, "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.”(QS. Yusuf: 108)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ
“Demi Allah, jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui kamu, maka itu lebih baik daripada kamu memperoleh unta merah.” (Muttafaq ‘alaih)
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka.” (HR. Muslim)
Tauhid adalah materi dakwah pertama
Hal yang pertama wajib diketahui, dipahami, dipraktekkan, dan didakwahkan adalah Tauhid. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’adz ke Yaman,
فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ . وفي رواية: إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ
“Hendaknya yang pertama kali engkau serukan adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Sampai mereka mentauhidkan Allah.”(Muttafaq ‘alaih)
Beberapa sarana untuk mengajak kepada Tauhid
Berikut ini beberapa sarana yang cocok untuk semua kalangan dalam mengajak kepada tauhid tanpa perlu susah payah, yaitu:
1. Mencetak buku-buku dan lembaran-lembaran yang membahas tentang tauhid dan mendistribusikannya.
2. Berkoordinasi dengan para pedagang (yang kaya) untuk ikut andil mencetak dan menerbitkan kitab-kitab Tauhid dan Akidah.
3. Memperbanyak dan membagikan kaset-kaset yang menjelaskan tentang tauhid, menerangkannya, dan mengajak kepadanya.
4. Menyampaikan pesan, nasihat, ceramah, dan pengajian tentang tauhid bagi yang mampu melakukannya, atau berkoordinasi dengan para ulama dan da’i.
5. Mengajarkan anak-anak dan istri di rumah materi tentang pokok-pokok tauhid, mengajarkan kitab-kitab akidah, menyiapkan hadiah, serta memberikan motivasi kepada mereka.
Beberapa kitab Tauhid dan Akidah yang sangat dibutuhkan
Berikut daftar yang bermanfaat tentang nama-nama kitab Tauhid dan Akidah yang sangat dibutuhkan. Kami sarankan kepada engkau wahai saudaraku kaum muslimin, untuk memilikinya dan membacanya, agar pengetahuanmu terhadap agama semakin bertambah, engkau juga dapat mengetahui jalan keselamatan dan keberuntungan, dimana mereka yang menempuh jalan itu akan berhasil dan beruntung, sebaliknya mereka yang berpaling daripadanya akan kecewa dan rugi.
Ketahuilah wahai saudaraku yang mulia, bahwa mempelajari tauhid dan akidah merupakan bagian fiqh yang paling agung, karena sebagian ulama membagi fiqh ke dalam:
a. Fiqh Akbar (Besar)
Maksudnya adalah membahas masalah tauhid dan akidah.
b. Fiqh Asghar (Kecil)
Maksudnya adalah membahas masalah hukum-hukum baik ibadah maupun muamalah.
Berikut ini nama-nama buku tersebut (terkait tauhid dan akidah):
1. Al Ushul Ats Tsalatasah
2. Al Qawa’id Al Arba’
3. Kasyfusy Syubhat
4. Kitab At Tauhid
Semuanya karya Syaikh Al Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
5. Majmu’ah At Tauhid An Najdiyyah
6. Fathul Majid Syarh Kitab At Tauhid
Keduanya karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan.
7. Taisirul Azizil Hamid Syarh Kitab At Tauhid
karya Syaikh Sulaiman bin Abdullah.
8. Ma’arijul Qabul
9. A’lamus Sunnah Al Mansyurah
Keduanya karya Syaikh Hafizh Al Hakami.
10. Al Qaulul Mufid Ala Kitab At Tauhid
Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.
11. Kitab At Tauhid
12. Al Irsyad Ilaa Shahihil I’tiqad
Keduanya karya Syaikh Shalih Al Fauzan.
13. Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah
Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
14. Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah
Karya Syaikh Muhammad Al Utsaimin.
15. Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah
Karya Syaikh Shalih Al Fauzan.
16. Al Qawa’idul Mutsla fii Shifatilllah wa Asmaa’ihil Husna
Karya Syaikh Muhammad Al Utsaimin.
17. Al Aqidah Ath Thahawiyyah berikut syarahnya oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi.
Demikian pula, berusahalah untuk membaca kitab-kitab dan fatwa-fatwa para ulama berikut ini:
1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
2. Murid Beliau, yaitu Imam Ibnul Qayyim.
3. Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab dan para cucunya yang menjadi para imam Dakwah.
4. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
5. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
6. Syaikh Abdullah Al Jibrin.
7. Syaikh Shalih Al Fauzan.
Dan para ulama Islam lainnya yang dikenal dengan tauhidnya yang benar dan akidahnya yang lurus.
Penutup
Di akhir tulisan ini, aku memuji Allah Ta’ala dan bersyukur kepada-Nya atas taufiq dan kemudahan-Nya. Aku berharap, risalah ini membantu menerangkan tauhid, memudahkan memahami hukum-hukumnya, serta memudahkan mempelajari masalah-masalahnya.
Demikian pula aku memohon kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahakuasa agar Dia memberikan balasan sebaik-baiknya kepada semua orang yang ikut andil menyebarkan dan mencetak tulisan ini serta memperbesar pahala mereka.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya semua.
Penulis: Abdullah bin Ahmad Al Huwail
Penerjemah: Marwan bin Musa
Wednesday, April 15, 2015
100 Hadits Hapalan (2)
بسم الله الرحمن الرحيم
100 Hadits Hapalan (2)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Berikut lanjutan 100 Hadits Hapalan yang disusun oleh Divisi Dakwah Al Jaliyat di Zulfi Saudi Arabia yang telah kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا أَسْفَلَ مِنَ الكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ»
21. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kain yang melewati mata kaki adalah di neraka” (HR. Bukhari)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: المَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
22. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Para malaikat bershalawat kepada salah seorang di antara kamu selama ia masih berada di tempat shalatnya ketika ia belum berhadats, sambil berkata, “Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, sayangilah dia.” (HR. Bukhari)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى» ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى»
23. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan,” para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang-orang yang enggan?” Beliau menjawab, “Orang yang menaatiku akan masuk surga, dan orang yang mendurhakaiku, maka dialah yang enggan (masuk surga).”(HR. Bukhari)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا»
24. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang laki-laki berkata kepada saudaranya, “Wahai orang kafir!” maka pernyataan itu akan kembali ke salah salah satunya.” (HR. Bukhari)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ، مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ، إِذَا وَجَدَهَا»
25. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah lebih bergembira dengan tobat salah seorang di antara kamu daripada gembiranya salah seorang di antara kamu karena menemukan kembali hewan kendaraannya yang hilang.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»
26. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan dapat beriman (secara sempurna) sampai kamu saling mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu yang jika kamu lakukan, maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرَ»
27. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke shalat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan yang satu ke puasa Ramadhan berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ»
28. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah pada bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، تَابَ اللهُ عَلَيْهِ»
29. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima tobatnya.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ»
30. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukurlah kumis dan biarkanlah janggut. Selisihilah orang-orang Majusi.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ»
31. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku mengucapkan “Subhaanallah, Alhamdulillah, Laailaahaillallah, dan Allahu Akbar,” (artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar) lebih kusukai daripada apa saja yang disinari matahari.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا»
32. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengangkat senjata (memerangi) kepada kami, maka ia bukan termasuk golongan kami, dan barang siapa yang menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ "
33. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ»
34. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ajarkanlah kepada orang-orang yang hendak meninggal dunia di antara kamu untuk mengucapkan “Laailaahaillallah.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
35. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya ia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا»
36. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala juga seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ "
37. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman, “Aku adalah Tuhan yang tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa yang beramal suatu amalan yang di sana ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia dan perbuatan syirknya.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا»
38. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ
39. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim atas muslim lainnya terpelihara darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ»
40. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah tidaklah mengurangi harta, Allah tidaklah menambahkan kepada hambanya yang mau memaafkan selain kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ»
41. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau menjawab, “Yaitu kami menyebutkan tentang saudaramu apa yang dia tidak sukai.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana jika yang kukatakan ada pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika yang engkau katakan ada pada saudaramu, maka berarti engkau telah mengghibahnya, dan jika tidak ada pada saudaramu, maka berarti engkau telah berdusta terhadapnya.” (HR. Muslim)
Bersambung…
Wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Penerjemah: Marwan bin Musa
Monday, April 13, 2015
Pedoman Transliterasi Arab-Latin SKB Menteri Agama RI
Perlunya Pedoman Transliterasi Arab-Latin
Sudah menjadi kewajiban bagi dunia karya ilmiah untuk memiliki standardisasi termasuk dalam hal penulisan.Dalam penulisan bahasa Indonesia wajiblah untuk menggunakan sistem EYD yang telah disepakati oleh komunitas ilmiah.
Begitu pula dalam masalah transliterasi huruf Arab ke dalam huruf latin pun harus sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan.
Hal ini dilakukan untuk menghindari atau memperkecil kesalahan dalam pemahaman arti sebuah kata antara satu orang dengan orang lainnya.
Sebagai contohnya dalam transliterasi arab ke huruf latin ada H dengan titik di bawah dan H dengan tanpa titik, masing masing mewakili huruf hijaiyah yang berbeda. Lainnya seperti Z bertitik dan yang tidak bertitik dan lain sebaginya.
Oleh sebab itu dalam penulisan karya Ilmiah seperti makalah, Skripsi dan tulisan lainnya perlu memakai kaidah-kaidah transliterasi Arab-latin yang telah ditetapkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 158/1987 dan
0543 b/U/1987, tanggal 22 Januari 1988.
Berikut ini adalah Pedoman Transliterasi Arab-Latin SKB Menteri Agama RI tersebut.
![]() |
| Pedoman Konsonan Arab-Latin |
Cara Menulis Transliterasi Arab-Latin Menggunakan MS Word
Untuk dapat menulis huruf atau tulisan yang telah ditetapkan tersebut, maka ada langkah-langkah yang perlu dilakukan.Sebelum mengikuti panduan ini, anda harus menginstalasi font Times New Arabic terlebih
dahulu, dan pada Microsoft Word, dan harus memilih font tersebut agar cara di bawah ini dapat digunakan.
Jika dalam komputer Anda belum terinstal font tersebut, And bisa mengunduhnya di sini.
Panduan penulisan Arab-Latin :
- Ketik huruf yang cocok dan diingikan (d, D, h, H, s, S, t, T, z, Z, a, A, i, I, u, U), kemudian
- ketik huruf tertentu di bawah ini.
- Untuk membuat titik pada huruf besar (kapital), ketik (D, H, S, T, Z ); kemudian { = ( D} H} S} T} Z} )
- Untuk membuat titik pada huruf kecil, ketik (d, h, s, t, z ); kemudian } = ( d{ h{ s{ t{ z } )
- Untuk membuat titik pada huruf besar (kapital), ketik (S, Z ); kemudian | = ( S| Z|} )
- Untuk membuat titik pada huruf kecil, ketik (s, z); kemudian \ = ( s\ z\ )
- Untuk membuat diakritik pada huruf besar (kapital), ketik (A, U); kemudian < = ( A< U< )
- Untuk membuat diakritik pada huruf besar (kapital) I, ketik @ = ( I @ )
- Untuk membuat diakritik pada huruf kecil, ketik (u, i, a); kemudian > = ( u> i> a > )
Cara Instalasi Font:
Donwload File Font >> Double Klik File >> Klik Tombol Instal pada Bagian Atas.

