Sunday, December 17, 2017

Jika Muslim Ucapkan "Selamat Natal"

Muslim dan masalah ucapan selamat Hari Natal adalah masalah umat Islam yang kontroversial.

Hal ini terjadi karena menyangkut 2 hal penting yaitu keyakinan dan toleransi dalam beragama.

Hari Natal adalah hari suka cita bagi umat Nasrani merayakan atas
kelahiran Yesus yang mereka percayai sebagai Tuhan Sang Juru Selamat.
Jadi ini adalah keyakinan mereka bahwa Tuhan lahir ke Dunia sebagai Juru selamat manusia.

Bagi umat Islam, keyakinan adalah hal paling penting yang harus dipegang teguh dalam menjalankan agama.

Keyakinan ini harus selaras antara hati, ucapan dan tindakan.

Bagi muslim yang sangat ketat dalam masalah keyakinan, "mengucapkan selamat Natal" artinya menerima keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan yang Lahir ke dunia sebagai juru selamat, tentu saja ini tidak diperbolehkan. Karena dalam Ajaran Islam Yesus adalah Nabi Isa yang merupakan utusan Tuhan untuk Bani Israel.

Sementara itu ada sebagian juga muslim yang longgar dalam menjalankan agama. Bagi mereka ini hanya bagian dari toleransi bermasyarakat. Bagi muslim yang membolehkan ini "ucapan selamat natal" hanya sebatas lisan saja, atau dalam bahasa mudahnya ini hanya basa-basi saja.

Ada juga muslim yang membolehkan mengucapkan selamat natal dengan alasan bahwa ini adalah perayaan kelahiran Nabi Isa. namun alasan ini kurang kuat karena ada kontroversi kapan sebenarnya Nabi Isa itu dilahirkan. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah berasal dari perayaan penyembahan mataharinya kaum pagan.

Selain itu ada yang membolehkan juga dengan alasan Keterpaksaan. Sebagian ulama yang hidup di dunia modern ini, memberikan kelonggaran dalam masalah ini, terutama dalam keadaan terpaksa dan terdesak.

Bentuk bentuk keterpaksaan itu antara lain, muslim yang tinggal di lingkungan mayoritas nasrani. Bila tidak mengucapkan selamat natal maka akan mendapatkan tekanan sosial.



Lalu Sikap mana yang seharusnya kita pilih?

Untuk itu marilah kita simak baik baik penjelasan berikut ini dan Anda putuskan sendiri

1. Toleransi Beragama (Tasamuh)

Dalam Islam Toleransi disebut dengan Tasamuh. sejak 14 abad lalu Islam telah mengenal ajaran ini.
Tasamuh adalah Rasa tenggang rasa dan saling menghormati antara sesama manusia. Saling menghormati dan menghargai hak-hak orang lain.

Hak setiap orang untuk melakukan apa yang telah menjadi haknya. Kita tidak boleh menggangu hak-hak orang lain.

Hak setiap orang untuk menjalankan apa yang diyakininya.
Setiap orang seharusnya menghormati dan menghargai keyakinan orang lain.

Hak setiap orang nasrani untuk merayakan Hari Natal karena apa yang diyakininya.
dan hak untuk setiap orang muslim juga untuk tidak mengucapkan selamat hari natal karena apa yang diyakininya.
Keduanya jika memang bertoleransi harusnya saling memahami hal ini.


2. Hari Raya Besar

Hari raya besar bagi umat Islam adalah Idul fitri dan Idul Adha.
Idul fitri merayakan keberhasilan seorang muslim setelah menyelesaikan puasa Ramadhan.
Idul Adha sebagai perayaan dalam ibadah Haji.
Ada juga perayaan kecil untuk merayakan kelahiran Rasulullah yaitu maulid Nabi.
Sebagian muslim merayakan hari kelahiran Rasulullah yang diyakini sebagai utusan Tuhan sebagai pembimbing umat manusia menuju keselamatan.


Sedangkan Hari Natal adalah hari raya umat Nasrani yang berlanjut sampai perayaan tahun baru.
Hari natal merayakan atas kelahiran Yesus yang diyakini sebagai kelahiran Tuhan sebagai juru selamat manusia.

Maka, jika boleh disandingkan
Hari Raya Natal itu seharusnya disandingkan Dengan Hari Maulid Nabi.
Karena persamaan dalam masalah kelahiran.

Lalu coba tanyakan kepada orang nasrani apakah mereka juga mau mengucapkan selamat hari maulid Nabi. Selamat atas kelahiran seorang Utusan Allah sebagai pembimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.


Silahkan Anda pikirkan
maka sebenarnya Siapakah sebenarnya yang Bertoleransi dan tidak Bertoleransi itu.

Saturday, December 16, 2017

Kenapa Peradaban Islam Dulu Pernah Jaya dan Menjadi Pusat Dunia

Kejayaan peradaban Islam dapat tercapai karena beberapa faktor. Salah satu faktor besar nya adalah adanya pengelolaan wakaf yang profesional (WAKAF PRODUKTIF).

Salah satu pengelolaan aset wakaf adalah diperuntukan dalam pendidikan Islam yang diajarkan di Masjid-masjid.

Tidak hanya sebagai tempat untuk shalat, Masjid juga digunakan untuk tempat pendidikan dan pengajaran. Pada masa itu dikenal dengan nama Kutab.

Ini adalah sejenis tempat pendidikan yang mengajarkan berbagai macam ilmu keislaman. Kegiatan ini dilakukan tak lain sebagai upaya untuk mencerdaskan dan membangun peradaban umat Islam.

Dari masjid-masjid itu lahirlah beribu-ribu sekolah yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar. Semua ini tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan umat Islam dalam mengelola aset wakaf.

Pendidikan dibiayai secara mandiri oleh umat melalui wakaf, sehingga melahirkan ilmuwan yang independen dan hanya berpihak pada kebenaran. Mereka tidak berhutang kepada siapapun yang mengharuskannya membawa misi tertentu.

Mereka menyebarkan ilmunya kepada umat dengan motivasi semata-mata karena Allah subhanahu wata'ala.


Di banyak negara muslim wakaf untuk pendidikan hingga kini masih terus dilakukan. Terutama dalam bentuk beasiswa, gaji pengajar, biaya riset, pembiayaan sarana dan prasarana pendidikan dan lain sebagainya.

Salah satu contoh wakaf untuk kepentingan ilmiah adalah Universitas Al-Azhar di Mesir yang telah berdiri lebih dari 1000 tahun. Hingga kini pembiayaan universitas kebanggaan umat ini dikelola dari harta wakaf.

Di Indonesia sendiri, juga dilakukan oleh umat Islam, meski pelaksanaanya belum optimal. Kebanyakan masyarakat Indonesia, baru mengenal wakaf tanah. Masih banyak yang belum mengenal wakaf produktif.

Aset wakaf Tanah di Indonesia sangat besar, namun sayangnya kebanyakan masih digunakan untuk hal yang kurang produktif seperti pertanahan kuburan, mendirikan sekolahan dan panti asuhan.



Pengelolaan aset wakaf untuk hal-hal produktif seperti untuk perhotelan, perkebunan dan pertanian belum banyak dilakukan. Padahal wakaf produktif dapat menjadi pemopang penting Ekonomi umat Islam.

Oleh sebab itu mari bersama-sama kita sebarkan dan galakan WAKAF PRODUKTIF.

Sunday, December 10, 2017

Awas! Bahaya Pandangan Mata Bisa Mencelakai Orang Lain

Pandangan Mata bisa mencelakai orang lain. Penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata ini sering disebut dengan penyakit 'ain.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah saw bersabda yang artinya " Pengaruh pandangan mata ('ain) itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahulu takdir, 'ainlah yang dapat melakukannya."

Bahkan disebutkan oleh ustadz Husein Mubarak Lc, MA, bahwa A'in itu bahayanya lebih dasyat dari pada sihir. Kalau sihir prosesnya bertahap-tahap, sedangkan 'ain bisa langsung mencelakai langsung seseorang.

Ada dua macam penyebab:
1. karena pujian
2. karena hasad (Iri dengki)

Pujian seseorang yang tidak dibarengi dengan zikir kepada Allah seperti kalimat MasyaAllah bisa menyebabkan orang lain celaka.

Contohnya seseorang memuji ketampanan dan kecantikan orang lain dengan rasa kagum, jika tidak diawali atau diakhiri dengan ucapan Masya Allah atau Tabarakallah, bisa menyebabkan yang dipuji itu celaka.

Untuk Lebih jelasnya tentang masalah penyakit 'ain ini silahkan simak video berikut ini:



Jadi mari kita berhati-hati jika hendak memuji seseorang.

Rasa iri dan dengki seseorang juga bisa menyebabkan celakai orang lain hanya melalui pandangan mata saja.

Untuk mencegahnya maka kita biasakan untuk zikir pagi dan petang sebagaimana yang diajarkan Oleh para ulama.

Kita biasakan pula untuk membaca Ayat kursi dan 3 surat terakhir Al-Qur'an saat pagi, petang dan saat hendak tidur.

Sunday, December 3, 2017

Yuk! Berkunjung Ke Rumah Rasulullah, Sang Teladan Terbaik Umat

Ini adalah perjalanan syar'i kita untuk "berkunjung" ke kediaman Rasulullah saw, Sang suri tauladan terbaik umat manusia.

Ini adalah sebuah "Kunjungan" untuk melihat seluk beluk kehidupan dan tata krama pergaulan Rasulullah saw, sehingga kita bisa meneladani dan mempraktekannya dalam kehidupan kita saat ini.

Ini adalah perjalanan dan kunjungan kita sebagai umat Islam, melalui kitab-kitab dan riwayat-riwayat dari lisan para sahabat.


Perjalanan ini dimulai dengan......

melewati ruang dan waktu, kita kembali ke 14 abad silam. Tidak ada Hp, tidak ada TV, tidak ada motor, mobil dan kecanggihan alat lainnya..

Kita menuju ke sebuh kota yang bernama Al-madinah AnNabawiyah. Dari kejauhan mulai terlihat bangunan-bangunan kota. Mulai terlihat jelas sebuah bangunan persegi yang menjadi pusat kegiatan umat Islam, itulah Masjid Nabawi.

ilustrasi gambaran kota madinah masa rasulullah


Di samping masjid itu, terdapat sebuah bangun kecil sederhana, dengan berbagai isinya yang sederhana pula, inilah kediaman Rasulullah saw. Inilah sebuah rumah yang mengekpresikan siapa pemiliknya.

Rasulullah saw, sang nabi dan rasul terakhir umat manusia, membawa ajaran utama yaitu untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Dialah suri tauladan terbaik umat manusia.

Beliau adalah yang paling zuhud terhadap dunia. Beliau tidak sekalipun menolehkan pandangan kepada kemewahan dan gemerlap harta benda dunia.

Beliau berkomentar tentang dunia yang fana ini: 
"Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah
bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di
panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan
pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya
untuk kembali melanjutkan perjalanan." (HR. At-Tirmidzi) 


ilustrasi gambar masjid nabawi dan rumah rasulullah

Rumah beliau hanya berupa kamar-kamar untuk para Istri berbentuk sederhana yang dibangun dari batu yang tertata dan diolesi dengan tanah liat, Atapnya terbuat dari pepelah kurma. Kamar-kamar itu tidak begitu tinggi sehingga seseorang bisa menjangkai atap rumahnya.

Kita kemudian, berjalan ke arah rumah Rasulullah dan akhirnya kita menemui Rasulullah saw. Kita menatap Rasulullah yang tampan wajahnya bulat bagikan rembulan, luhur budi pekertinya, dengan tinggi yang pas, tidak pendek dan tidak terlalu tinggi. Perawakan beliau sangat indah dipandang, dengan dada yang bidang dan lebar, rambut beliau terurai sampai ke bagian bawah telinga. Saat kita bersalaman, tangannya terasa lembut dan hidung kita akan mencium aroma wangi yang sangat harum.

Saat kita berbincang dengan Rasulullah saw, beliau berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya. Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut. Saat berbicara kepada seseorang, beliau selalu memperhatikan tingat intelektual dan pemahaman orang itu dalam berkomunikasi.

Semua sifat dan akhlak kebaikan terkumpul pada diri Rasulullah saw. Beliau adalah penyantun dan penyabar. Setiap tutut katanya tersusun dalam kalimat yang rapi sehingga mudah dipahami orang yang mendengarnya.

Suatu ketika Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah . Beliau
mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya
menggigil ketakutan. Rasulullah berkata kepadanya:
"Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah
seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita
yang biasa memakan dendeng." (HR. Ibnu Majah)


Umatku..umatku...umatku..!!!
Itulah kata-kata terakhir Rasulullah yang menandakan begitu cintanya Rasulullah kepada umatnya.

Beliau adalah orang yang paling mengkhawatirkan umatnya. Ingatlah Ketika Rasulullah melakukan Isra' Mi'raj untuk menerima perintah Shalat, awalnya kewajiban shalat yang diperintahkan adalah 50 kali sehari, namun Rasulullah terus memohon kepada Allah swt untuk meringankan kewajiban utama umatnya ini sehingga akhirnya hanya diwajibkan 5 kali sehari.

Rasulullah selalu berhati-hati dalam tutur katanya dan tindakannya agar tidak menjadi syariat yang memberatkan umatnya. Rasulullah menginginkan agar kita, umatnya ini dapat masuk surga semuanya. Kelak di hari kiamat ketika hari kebangkitan tiba, di padang mashsyar, Rasulullah menjadi orang yang paling sibuk. Ketika semua orang meninggalkan dan tidak peduli kepada orang lain. Ketika bapaknya, ibunya, istrinya, anaknya, saudaranya, tidak peduli padanya, Rasulullah yang akan menolong dan memberi syafaatnya atas izin Allah swt.

Silahkan Anda Download EBOOK iniSEHARI DI KEDIAMAN RASULULLAH SAW