Oleh Satrio ArismunandarSaya mendapat masukan dari sejumlah producer dan asprod Reportase, tentang cara penulisan berita oleh beberapa koresponden/kontributor yang dianggap masih bermasalah. Misalnya: naskah yang logika content-nya kurang jelas, strukturnya agak kacau (tidak jelas antara korban atau saksi), kurang akurat dalam fakta, dsb.
Hal ini telah meningkatkan beban kerja producer/asprod, karena suatu naskah harus dibongkar habis-habisan, atau asprod harus bolak-balik menelepon keresponden/kontributor untuk menjelaskan/mengkonfirmasikan hal-hal tertentu yang tidak jelas pada naskah bersangkutan. Kondisi ini tentu juga merugikan (kurang efisien) dari segi waktu dan biaya.
Tentu tidak semua koresponden/kontributor begitu. Ada juga yang sudah baik dalam penulisan naskahnya. Hal ini juga diakui oleh para producer/asprod sebagai user, yang tiap hari harus berurusan dengan naskah-naskah dari daerah.
Namun, untuk perbaikan dan penyempurnaan, saya mengusulkan, para produser/asprod memberi masukan singkat tentang siapa saja koresponden/kontributor yang sudah baik naskahnya, siapa yang sudah cukup memenuhi standar, dan siapa pula yang masih butuh pembinaan dan pembenahan. Karena masukan ini disarikan dari seluruh producer/asprod Reportase, diharapkan tentunya masukan kolektif itu akan cukup obyektif dan mengurangi unsur subyektivitas.
Buat rekan-rekan koresponden/kontributor, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena tujuan masukan ini adalah kebaikan kita bersama dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan program Reportase khususnya dan Divisi News umumnya. Kepada rekan-rekan yang dinilai masih perlu pembenahan, mungkin saja diberikan training penulisan naskah untuk menyegarkan kembali pemahaman tentang teknik-teknik penulisan berita yang baik.
Demikian sekedar usulan dari saya.
Hal ini telah meningkatkan beban kerja producer/asprod, karena suatu naskah harus dibongkar habis-habisan, atau asprod harus bolak-balik menelepon keresponden/kontributor untuk menjelaskan/mengkonfirmasikan hal-hal tertentu yang tidak jelas pada naskah bersangkutan. Kondisi ini tentu juga merugikan (kurang efisien) dari segi waktu dan biaya.
Tentu tidak semua koresponden/kontributor begitu. Ada juga yang sudah baik dalam penulisan naskahnya. Hal ini juga diakui oleh para producer/asprod sebagai user, yang tiap hari harus berurusan dengan naskah-naskah dari daerah.
Namun, untuk perbaikan dan penyempurnaan, saya mengusulkan, para produser/asprod memberi masukan singkat tentang siapa saja koresponden/kontributor yang sudah baik naskahnya, siapa yang sudah cukup memenuhi standar, dan siapa pula yang masih butuh pembinaan dan pembenahan. Karena masukan ini disarikan dari seluruh producer/asprod Reportase, diharapkan tentunya masukan kolektif itu akan cukup obyektif dan mengurangi unsur subyektivitas.
Buat rekan-rekan koresponden/kontributor, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena tujuan masukan ini adalah kebaikan kita bersama dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan program Reportase khususnya dan Divisi News umumnya. Kepada rekan-rekan yang dinilai masih perlu pembenahan, mungkin saja diberikan training penulisan naskah untuk menyegarkan kembali pemahaman tentang teknik-teknik penulisan berita yang baik.
Demikian sekedar usulan dari saya.
No comments:
Post a Comment