Thursday, March 28, 2013

Keagungan Jumat dan Harapan Para Dhuafa bg. 2


Oleh: Fajar Sidik

Tepat pukul 12.34 WITA, seorang pria ber-koko putih dilengkapi sarung motif khas Samarinda dan kopiah yang tersungging dikepalanya, ia membacakan selembar data perkembangan keuangan masjid. Inilah model akuntabilitas keuangan publik terbaik. Belum ada satu lembaga pun dinegeri ini yang berani mengumumkan kepada publik posisi kasnya setiap 7 hari. Ya… hanya masjid yang berani dan mampu melakukan itu.

 

Kata demi kata terjuntai dari ta’mir. Nama-nama pemberi sedekah beserta jumlah sedekahnya  diumumkan dengan sabar. Hingga disuatu kalimat yang cukup menghibur sekaligus menggelitik nurani. ”jadi, saldo kas masjid hingga jumat ini berjumlah dua ratus juta tiga ratus enam ribu seratus rupiah,” ucap ta’mir mengakhiri. Subhanallah! Sungguh hebat jamaah masjid ini. Jauh berbeda dengan masjid di kampung halaman yang kasnya hanya beberapa juta saja. Di negeri batu bara ini, saldo kas masjid mencapai ratusan juta…. “Wow, Subhanallah!,” decakku kagum. Menggelitiknya kenapa? Nah untuk yang ini, Kita dengarkan dulu khatib berwejangan. Tentu kita enggan amal jumat ini berlalu tanpa nasehat-nasehat Illahi dan Rasul yang dibacakannya.

Beberapa saat setelah itu, suasana menjadi senyap sepi. Ya hanya berselang beberapa detik saja. Suara tasbih, tahmid dan takbir yang sebelumnya saling bersahutan, sedetik kemudian secara serentak lanyap. Semua menghilang bersamaan doa keselamatan yang dilontarkan khatib. Seluruh jamaah dengan seksama menghentikan aktivitasnya, tenang dan hanyut mendengarkan untaian kalimat-kalimat tausyiah Sang Habib. 
Prosesi demi prosesi hari agung telah dilewati. Setelah sejenak mengirim ’surat’ permintaan padaNYA, langkah kaki mengikuti tapak-tapak lainnya melangkah. Baru beberapa tapak melintas, kembali teringat janji beberapa saat yang lalu. Mengapa kas masjid yang mengagumkan itu menggelitik pikiranku?

Begini, ketika saldo kas disebut, bersamaan itu juga teringat orang-orang renta di gerbang masjid. Dengan bermodal mangkok alakadarnya, mereka mengharap barokah jum’at dari jamaah. Bukankah pemandangan seperti itu biasa saja? Terjadi nyaris diseluruh masjid? Sejatinya, pemandangan seperti itu bisa diminimalisir bahkan ditiadakan. Caranya? Beri mereka kail, bukan ikannya!. Mungkin terdengar klise, tapi memang itulah satu-satunya cara. Lalu, uang untuk beli kailnya?... Ya itu, dari kas masjid yang tadi!…

Dalam sejarahnya, masjid itu bukan sekedar rumah sujud. Masjid memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat. Masjid difungsikan sebagai pusat pendidikan, pengadilan, militer, termasuk fungsi sosial-ekonomi lainnya. 

Pasti menjadi menarik, ketika masjid menjatahkan sebagian besar dari kasnya untuk menjadi ’uang produktif’. Selain dana tersebut dapat berkembang, permasalahan umat terutama terkait kemiskinan dapat di ‘erosi’ secara bertahap. Bukankah hal ini sudah dilakukan oleh seluruh masjid? Benar sekali, saya tidak menyangsikan itu. Namun pertanyaannya, mengapa masih ada mereka, kaum termarginalkan? Jangan-jangan yang dilakukan selama ini hanya memberi mereka ikan saja. Itupun mungkin ikan-ikan kecil!

Dari sisi akuntabilitas publik, dalam hal ini intensitas mem-publish posisi kas,  masjid memang lembaga terbaik. Namun dari sisi pemberdayaan iddle cash, saya kira perlu mencontoh lembaga-lembaga zakat atau Baitul Maal professional yang mampu mengelola dana umat menjadi lebih produktif. Tentu sangat disayangkan ketika kas masjid yang sangat besar itu hanya menjadi penghuni bisu rekening perbankan. Meskipun hal tersebut tidak salah, namun akan lebih baik ketika dana tersebut dapat dioptimalkan untuk melepaskan sebagian umat dari belitan perekonomian. Kaum dhuafa tentu sangat menanti-nanti uluran modal yang akan menarik mereka dari jerat kemiskinan. Karena Masjid merupakan tempat disemaikannya segala sesuatu yang bernilai kebajikan dan kemaslahatan umat, baik yang berdimensi ukhrawi maupun duniawi.

Ingin sekali suatu saat, pengurus masjid tidak hanya membacakan penerimaan sedekah atau penyaluran sedekah dari jamaah. Tentu lebih nikmat rasanya ketika ta’mir mengumumkan jumlah dhuafa yang dibuatkan gerobak usaha, didirikan warung sederhana, dibelikan sampan untuk melaut atau motor untuk ngojek. Dengan bagi hasil sebagai perjanjiannya, maka secara perlahan umat ini akan bangkit. Pasti! Para dhuafa menunggu aksi-aksi ini……

Thursday, March 21, 2013

Keagungan Jumat dan Harapan Para Dhuafa bg. 1


oleh: Fajar Sidik

Bergerak dari seluruh penjuru dengan tunggangannya masing-masing. Mulai dari supra, kharisma, shogun,  hingga avanza, escudo dan vitarra. Disebuah padang beton, yang luas dan sedikit gersang, mesin-mesin berjalan itu tertata rapi sambil sesekali terdengar suara pluit dari beberapa pria berbaju biru. Jum’at Mubarak, Hari yang penuh semangat spriritual.

 

Dengan wajah berseri-seri, mereka mulai berhamburan lalu berjalan menuju bangunan berkubah. Fathul Khair memang memiliki daya magis kuat menyihir mereka yang mendengarkan suaranya. Suara-suara peng-agung-an, penuh kemuliaan dan kesyukuran terhadap Pemilik Alam dan Kekasihnya yang mulia, Muhammad SAW. Suara yang menggerakkan setiap diri untuk meninggalkan perniagaan dan seluruh aktivitas lainnya. Ya… itulah seruan yang kaum buta sekalipun tidak diberikan uzur untuk mengacuhkannya, adzan.

Inilah dien nan indah! Agama yang sangat memandang ukhuwah sebagai nadinya. Sampai-sampai kewajiban bersilaturahim dijewantahkan dalam ibadah maghdoh yakni shalat berjamaah. Inilah kenapa islam mengibaratkan persaudaraan itu seperti tubuh, jika yang satu sakit maka yang lain merasakan.

Kembali kepada aktivitas mereka yang berjalan dalam keimanan. Di hari yang diagungkan itu, seluruh pengikut Al-Amin berkumpul menjadi satu dalam kesetaraan. Semua duduk pada lantai yang sama, sujud di sajadah yang sama, dan melakukan gerakan yang sama tanpa pengecualian. Di tempat inilah, seorang budak bisa mendapat posisi (shaf) lebih depan dibandingkan majikannya. Seorang penjaga toilet kantor, berkesempatan sejajar dengan seorang Gubernur, Menteri hingga Presiden sekalipun. Dan di bawah gedung berkubah inilah seluruh manusia sama-sama mencium bumi sebagai bentuk meng-Illah-kan penciptaNYA.

Di rumah egaliter ini, kerumunan manusia tampak bertebaran. Aktivitasnya pun beragam, dimulai dari dzikir, tilawah ataupun shalat sunnah. Mereka sadar bahwa hari yang di zaman jahiliyah disebut Al-Araubah itu, merupakan hari yang dimuliakan Allah SWT. Hari dimana doa-doa menjadi mustajab, dosa-dosa diluruhkan, ganjaran ibadah dilipatgandakan. Subhanallah!
(penulis adalah seorang Abdi Negara di Samarinda Kaltim)

Kelanjutan tulisan (bagian 2) akan dipost pada hari jumat depan.

Tuesday, March 19, 2013

Calon Legislatif Muslim Harusnya Paham Dulu Ushul Fikih dan Fikih


Tugas seorang legislatif atau dalam tata negara Indonesia disebut DPR, adalah membuat undang-undang atau hukum. Padahal dalam Islam hanya Allah lah pembuat hukum. Sehingga pada dasarnya seorang muslim yang menjadi bagian legislatif menempatkan dirinya sejajar dengan sang Pembuat Hukum, kecuali jika setiap hukum yang disusunnya berlandaskan pada Al-Qur'an dan sunnah.

 

Dengan menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai rujukan dalam menyusun hukum atau undang-undang, legislator harus mampu memahami kandungan keduanya, sehingga dapat diterapkan sesuai kondisi waktu dan tempat yang ada. 

Dalam keilmuan Islam sendiri, seseorang yang hendak membuat keputusan hukum yang sesuai hukum Islam harus mampu terlebih dahulu menguasai ilmu Ushul Fikih, yaitu ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah penetapan hukum. 

Umat Islam sendiri telah memiliki tata aturan dalam masalah amaliyah yang tersusun dalam kitab-kitab fikih yang merupakan hasil ijtihad para ulama. Di mana para Ulama menggunakan Ushul Fikih dalam menetapkannya. Namun yang perlu kita pahami, tidak sembarang orang mampu melakukan ijtihad, hanya para ulama yang benar-benar menguasai keilmuan Islam saja.

Oleh sebab itu, seorang muslim yang hendak mencalonkan diri menjadi bagian legislatif harusnya memahami terlebih dahulu ilmu Ushul Fikih dan Fikih. Dengan demikian saat menyusun undang-undang tidak hanya berlandaskan pada akal semata, karena bagaimanapun akal memiliki keterbatasan. (elf)

Tulisan  ini hanyalah opini penulis semata yang masih dangkal ilmunya. Sangat diharapkan komentar yang membangun dari para pembaca sekalian.

Tuesday, March 12, 2013

Tantangan Al Qur'an Terhadap Orang Yang Tidak Percaya

Di media massa sering muncul berita tentang berbagai bentuk penghinaan terhadap Al-Qur'an dan juga Nabi Muhammad saw. Hal ini terjadi tidak lain karena kebutaan dan ketulian hati dari para penghina itu. Mereka tidak tahu atau malah tidak mau tahu tentang ajaran Islam yang sebenarnya.

Dengan berbagai macam logika mereka berupaya untuk memutar balikan fakta sebenarnya. Sejak lama upaya ini telah ada, bahkan sejak masa wahyu itu sedang diturunkan. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang, dimana di abad modern kajian tentang ketimuran dan lebih khusus lagi tentang Islam dibahas dalam kajian orientalisme.

Para orientalis yang memang memiliki hati yang buruk, ingin meyakinkan masyarakat dunia bahkan orang Islam sendiri bahwa al-Qur'an itu bukan berasal dari sang Pencipta melainkan karangan Muhammad. Dengan berbagai teori logis mereka ingin meyakinkan bahwa Muhammad saw itu bukanlah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Sedangkan orientalis lain mengemukakan bahwa Muhammad saw itu diajari oleh para pendeta Nasrani dan Juga Yahudi, karena banyak kesamaan antara ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi.
Namun demikian, nampak usaha yang mereka lakukan tidak banyak memberikan pengaruh. Bahkan dalam Al-Qur'an sendiri telah mengemukakan tentang hal ini. Kita bisa baca Surat AlBaqarah ayat 23-24 atau HUD ayat 13-14, yang artinya dalam terjemah Indonesia versi DEPAG:

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 

Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir."

"Bahkan mereka mengatakan ,"Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu". Katakanlah, "(Kalau demikian) datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu benar-benar orang yang benar."

Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), "Ketahuilah, bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri(masuk islam)?"

Jika kita mencoba membaca dan merenungi isi Al-Qur'an, sungguh tidak ada keraguan lagi bahwa Al-Qur'an benar-benar bukan buatan makhluk. Begitu pentingnya Al-Qur'an sampai-sampai tiap huruf yang dibaca mendatangkan pahala apalagi yang dapat memahaminya. Bukti lain kebenaran al-Qur'an adalah Begitu banyaknya orang Islam yang dapat menghafal seluruh ayat Al-Qur'an, adakah kitab lain yang demikian?

Mari Sejenak kita Renungkan terjemah dari beberapa ayat dalam surat Al-A'raf ini:

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (179) 

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (180) 

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. (181) 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. (182) 

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (183) 

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. (184) 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu? (185) 

Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (186) 

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (187) (Tanzil.net)

Saturday, March 9, 2013

Menu Makanan Bayi Sehat Umur 6-12 Bulan


Menu makanan  bayi sehat umur 6-12 bulan ini kami ambilkan dari dokumentasi dari situs balita-anda. Dengan adanya menu makanan bayi sehat ini semoga dapat membantu para ibu untuk memberikan hidangan makanan terbaik bagi buah hatinya.

A. Nasi Tim Hati (Menu Makanan bayi sehat umur 6-12 bulan)

menu makanan bayi yang pertama ada nasi tim dengan campuran hati ayam.

BAHAN menu masakan untuk bayi sehat

600 ml air
2 sendok makan beras
25 gram hati ayam, iris kecil-kecil
25 gram tempe
50 gram labu kuning
1 iris tomat matang
1 sendok teh minyak

CARA MEMBUAT :

  • Masak air bersama beras, hati ayam serta tempe, aduk perlahan hingga mengental.
  • Masukan labu kuning, tomat dan masak sambil diaduk hingga matang.
  • Tambahkan minyak, aduk hingga tercampur rata. Angkat dan biarkan hingga dingin.
  • Saring atau masukan kedalam blender dan haluskan.
  • Tuang dalam mangkuk dan sajikan segera.
Catatan :
  • Pilih hati ayam yang masih utuh, tidak hancur, terutama empedunya. Bila empedu pecah hati akan terasa pahit.
  • Untuk 2 porsi (1 porsi = 209 kalori)



B. TIM TAHU LEZAT

Menu makanan untuk bayi sehat yang kedua ini adalah kita namai Tim tahu lezat.

BAHAN :

50 gr wortel diparut
50 gr tahu dihancurkan
50 gr tepung beras merah/putih
500 cc air
20 gr daun bayam diiris halus
50 gr tomat diiris kecil
Gula pasir secukupnya

CARA MEMBUAT :

  • Masukkan wortel, tahu, tepung beras, dan air dalam mangkuk tahan panas kemudian ditim.
  • Selama ditim mangkuk harus ditutup, sambil sekali-kali isinya diaduk.
  • Setelah setengah masak masukan bayam lalu aduk lagi kemudian masak sampai tim betul-betul lunak, kemudian angkat.
  • Haluskan dengan blender kalau ada, kemudian saringlah dan hidangkan dengan air tomat.
CARA MEMBUAT AIR TOMAT :
  • Rendam tomat dalam air panas yang baru mendidih kira2 10 menit, lalu angkat, hancurkan dan saring, tambahkan 100 cc air dan sedikit gula.
  • Balita dibawah usia 6 bulan dapat disaring / dihaluskan terlebih dahulu.
  • Untuk 1 porsi (1 porsi : 252 kalori).

C. Bubur Beras Merah 

Menu makanan bayi sehat yang ketiga ini kita namai Bubur beras merah.

Bahan: 

100 gr beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak
600 kaldu ayam
5 sdm susu formula 1
100 gr pepaya matang, haluskan
5 sdm air jeruk manis

Cara Membuat: 

  • Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.
  • Tambahkan susu formula 1, aduk rata.
  • Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata. Berikan pada bayi selagi hangat. Untuk: 2 porsi


D. BUBUR KENTANG BROKOLI

Menu makanan bayi sehat yang keempat kita nama bubur kentang brokoli

BAHAN :

40 gr daging ayam, cuci, buang lemaknya, potong kecil
100 gr tahu potong kecil-kecil
200 gr kentang, kupas, potong kecil
40 gr wortel, kupas, potong kecil
120 ml air
25 gr brokoli, petik sesuai kuntum, potong kecil

CARA MEMBUAT :

  • Masukkan daging ayam, tahu, kentang dan wortel kadalam panci. Tambahkan air, lalu masak sampai mendidih. Tutup dan biarkan selama 30 menit.
  • Masukan brokoli masak dalam keadaan tertutup selama 10 menit atau sampai brokoli lunak, angkat.
  • Masukan dalam blender dan haluskan, tuang dalam mangkuk dan biarkan dingin.
  • Hidangkan segera.

Catatan :
Agar kentang tidak berubah warna, setelah dikupas dan dibersihkan bagian lekuknya, rendam
segera dengan air sebelum diolah lebih lanjut
Untuk 2 porsi (1 porsi = 155 kalori)

Itulah 4 menu makanan bayi sehat yang kami kira dapat dengan mudah bahan-bahannya dapat ditemukan di pasar-pasar dengan harga terjangkau. Dengan sedikit resep ini semoga dapat membantu para ibu membuat santapan lezat bagi si kecil.

Saturday, March 2, 2013

Undian Buku Maret: Sejarah Muhammad saw


Judul Buku: Muhammad (Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik).
Penulis: Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din)
Penerjemah: Qamaruddin SF
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta (Anggota IKAPI)

Buku ini merupakan salah satu rujukan terbaik dalam sejarah kenabian. Ditulis berdasarkan sumber-sumber berbahasa Arab dari abad ke 8 dan 9. Buku 'Muhammad' ini merupakan terjemahan dari buku Muhammad: His Life Based on the Earlist Source karya Martin Lings, terbitan The Islamic Text Society, cetakan ke IV tahun 1991. Isi buku ini mengungkapkan secara dekat dan mereportase kata-kata dari orang-orang lelaki maupun perempuan yang mendengar langsung Nabi Muhammad berbicara dan menyaksikan sendiri persitiwa-peristiwa dalam hidupnya. Dengan bahasa yang sederhana seperti sebuah cerita, buku ini bisa dibaca oleh siapapun baik yang telah akrab dengan biografi Nabi maupun bagi orang yang baru pertama kali membaca kisah hidup Nabi.


Buku ini diawali dengan awal mula bagaimana Mekah akhirnya menjadi sebuah kota yang penting di jazirah Arab. Dimulai dari kisah Ibrahim dan keturunannya dari Ismail yang akhirnya menjadi suku-suku penting di Mekah sampai terlahirlah seorang Rasulullah saw. Dengan membaca buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana kondisi kehidupan Mekah sebelum kelahiran Rasulullah, kondisi kehidupan sebelum Rasulullah Diangkat menjadi Rasul dan saat menjadi Rasulullah hingga akhir hayatnya.

Karena begitu cukup detailnya penjelasan tentang orang-perorang yang menjadi sejarah penting dalam tumbuhnya Islam, pembaca perlu membacanya secara perlahan agar memahami maksudnya. Dengan jumlah halaman isi sebanyak 646, buku ini memang memberikan gambaran yang detail tentang sejarah kenabian dan perkembangan awal Islam. Dengan banyaknya lembaran yang harus dibaca, pembaca perlu meluangkan waktu yang cukup untuk dapat menyelesaikan kisah kenabian ini.

Bagi Anda penyuka ebook, dari hasil pencarian google ada juga ebook buku ini yang bisa diunduh gratis, tapi kami tidak tahu apakah ini legal atau tidak. Namun dengan begitu banyaknya halaman buku ini, bakalan susah membaca dan memahami keseluruhan isinya dengan membaca ebook. Mata kita lebih nyaman membaca buku dari pada membaca ebook karena mata akan lebih cepat lelah memandang cahaya lcd dari pada lembaran kertas 

Belum memiliki buku ini? Apakah Anda tertarik memiliki buku ini?
Kami memiliki 1 eksemplar buku ini dalam kondisi baru dan akan kami kirimkan kepada Anda (yang kami pilih terbaik) yang berkomentar mengenai hal berikut ini:

"Seberapa pentingkah pengetahuan seorang muslim terhadap sejarah Islam?"

NB:
Syarat Undian Buku:
1. Memiliki Akun Google Plus (tujuan kami agar mudah memperoleh alamat pemenang dan info pribadi)
2. Atau memiliki akun facebook atau twitter( Isikan nama Inisial Anda sesuai akun facebook atau twitter, sehingga kami bisa mudah menghubungi)
3. Minimal berkomentar sepanjang 3 kalimat.