Wednesday, February 26, 2014

Islam 101 - What Is Islam?

What is Islam?

Pronounced: [is-lahm, iz-, is-luhm, iz-]
Definition: the religious faith of muslims
origin: Arabaic Islam literally, submission (to Allah)

What Does Allah mean?

Definition: the supreme Being; God.
Origin: arabic Allah, akin to ilah god.

Who is Muhammad?

Muhammad is the messenger and prophet of Allah, founder of the religon Islam.
He Born 570 in Mecca, Saudi Arabia, Died 632 in Medina, Saudi Arabia.

What is the Quran?

Quran is the sacred text of Islam
Origin: Arabic Qur'an, reading, akin to qara`a to read, recite.

What is a Mosque?

Mosque is muslim place of public worship
Also known as a Masjid in Arabic, derivative of sajada to worship.

What is Iman?

Iman is of Arabic origin. It means faith or belief. It comes from the word amana which means to believe.





5 Pillars Of Islam

the religion of Islam Requires accepting some main Articles of Faith. These are the core beliefs - without any one of these, one wolud not be accepted as a beleiver. The acceptance of these Articles leads to the practical five Pillars of Islam.

The five pillars of Islam are the fundamental duties in a Muslims life, which lead to living a good and responsible life according to Islam.

5 pillars of Islam


6 Pillars of Iman

Iman is of Arabic origin. It means faith or belief. It comes from the word amana which means to believe.

1) To believe in Allah

This means that you believe that Allah exists, and that He is One in His Essence, His Attributes, and His Actions. He has no partner or associate sharing with Him the right to be worshipped. To Him is every quality of perfection that is befitting of His exalted Being, and it is impossible for any deficiency to be attributed to Him.

2) To believe in His angels

This is the acceptance and compliance of the heart that the angles are the noble servants of Allah, they do as He commands and never disobey. They are beings created from light, neither male nor female. They do not have father, mothers, mates, or children. Their sustenance is the remembrance and glorification of Allah. They act without restriction in the creation according to what Allah has permitted for them.

3) To believe in His books

This is to believe that the Books of Allah are His Non-created Speech, and that they are sanctified above being comprised of letters and sounds and that everything that they contain is real and true. There are four books in particular we must know: 1.)The Tawrah given to Musa (AS), 2) The Zabur given to Dawud (AS)
3) The Injeel given to 'Isa (AS),  4) and the Furqan (the Qur'an) given to Muhammad (SAW

4) To believe in His messengers

Belief in the messengers means to believe that Allah sent them to the creation as a guidance, in order that they would teach them how to perfect their lives in this world and the Hereafter. He aided them with miraculous occurrences that proved their truthfulness. They delivered the message Allah revealed to them. It is obligatory to show respect and courtesy to all of them, and to not distinguish between them (i.e. saying, "we believe in this one, but we reject this other one.") They are all under Allah's Divine protection from sins great and small. It has been said that the number of messenger is 313, and from among them we are required to know 25: 1) Adam 2) Idrees 3) Nuh  4) Hud  5) Saalih  6) Ibraaheem 7) Lut  8) Ismaa'eel  9) Ishaaq  10) Ya'qub  11) Yusuf  12) Ayyub 13) Shu'ayb 14) Musa 15) Haarun  16) Alyasaa' 17) Dawud  18) Sulaymaan  19) Ilyaas 20) Yunus 21) Zakariyyah  22) Yahya 23) 'Uzayr 24) 'Isa 25) Muhammad 

5) To believe in the Day of Judgement

This means to believe that it is real and true, and to believe in everything it is comprised of such as the scale, the bridge over the hell-fire leading into Paradise, the Paradise, and the Hell-Fire. One must also believe in the questioning of the dead by the two angels, the punishment/felicity in the grave, and other things from the matters of the world between death and the Last Day (this world is called al-Barzakh).

6)      To believe in the Divine Destiny and that the good and bad of it are all from Allah.

To believe that nothing happens or occurs except that which Allah has determined, and that it is impossible for anything to happen or occur without Allah having determined it. All good and bad was determined before the existence of creation. Read more about 6 Pillars of Faith at here

What Is Taqwa?

Linguistically Taqwa means forbearance, fear and abstinence, but in the Islamic terminology, Taqwa has a distinct meaning. Taqwa is a high state of heart, which keeps one conscious of Allah's presence and His Knowledge, and it motivates him to perform righteous deeds and avoid those, which are forbidden.

The essence of Taqwa is to make a shield (which guards) against Allah's anger and punishment. That shield is to obey His commandments and abstain from His punishment. Read more About Taqwa...

Tuesday, February 25, 2014

Tahapan Rasulullah saw Mendirikan Daulah Islam

1. Tahapan Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah Tatsqif)

Melakukan pembinaan para sahabat di Darul Arqom, Melakukan kajian Alquran, pemantapan akidah dan membangun kepribadian yang Islami. Ini dilakukan secara diam-diam, Kemudian Membentuk kelompok dakwah. Selama 3 tahun pembinaan menghasilkan 40 Kader Dakwah

2. Tahapan interaksi dengan masyarakat dan perjuangan

Menyeru masyarakat untuk menegakan syariat Allah. Melakukan dakwah fikriyah (ideologi islam vs ideologi kufur), menggugat sistem kufur. Para sahabat mendapatkan siksaan keji dari orang-orang kafir Quraisy. Kemudan Mencari jaminan keamaan berdakwah dan kekuasaan negara guna penerapan syariat.

Hijrah ke Madinah membangun daulah Islam dan menerapkan syariat



Saturday, February 22, 2014

Populasi Muslim di Seluruh Dunia

Menurut Kabar dari situs Republika dikatakan bahwa tahun 2014 ini Islam memiliki jumlah pengikut terbesar di dunia.

Jumlah penduduk dunia (2013) adalah 7.021.836.029. 
Sebaran menurut agama adalah: 
Islam 22.43%,
Kristen Katolik 16.83%,
Kristen Protestan 6.08%,
Orthodok 4.03%,
Anglikan 1.26%,
Hindu 13.78%,
Buddhist 7.13%,
Sikh 0.36%,
Jewish 0.21%,
Baha’i 0.11%,
Lainnya 11.17%,
Non Agama 9.42%,
dan Atheists 2.04%
(www.30 days.net).

Meski demikian jika nasrani digabung ( Katolik, Protestan, Orthodok, anglikan): 27%.

Tahun 2009 tercatat dalam infografis bahwa sekitar 23% penduduk dunia beragama Islam. Dimana 75-90% adalah sunni dan 10-20% adalah Syiah.

Dilihat dari demografis;
62% di asia
20% di Timur tengah dan Afrika utara
15% di Sub sahara afrika
3% di eropa
0.3% di Amerika

Negara-negara dengan Jumlah Penduduk muslim terbesar
Indonesia: 204.847.000 jiwa
Pakistan: 178.097.000 Jiwa
India: 177.286.000 Jiwa
Bangladesh: 145.312.000 Jiwa
Nigeria: 75.728.000 Jiwa
Iran: 74.819.000 Jiwa
Turki: 74.660.000 Jiwa
Mesir: 73.746.000 jiwa
algeria: 34.780.000 Jiwa
Maroko: 32.381.000 Jiwa
Irak: 31.108.000 Jiwa
Sudan: 30.855.000 jiwa
Afganistan: 29.047.000 Jiwa
Etiopia: 28.721.000 jiwa
dst
Lihat lebih lengkap data-data statistik pada gambar dibawah.

4 Tahun terakhir sungguh sebuah ironi bagi Umat Islam dimana ratusan Ribu jiwa melayang akibat perang yang tak berhenti di negeri-negeri muslim.

Islam around the world


Tuesday, February 18, 2014

Anak-Anak Balita Inspiratif, 3 Tahun Hafal Surat AlQuran

Alquran telah dipermudah untuk dibaca dan dihafal oleh siapapun selagi ada kemauan dan niat yang baik. Hal ini dapat terbukti pada anak-anak balita yang masih memiliki hati yang bersih dapat menghafal surat-surat panjang dari AlQuran. Usia 3 tahun dimana belum bisa membaca dan menulis, mereka dapat menghafal suratsurat panjang ALQuran yang belum tentu orang dewasa mudah menghafalnya.

Mereka ini adalah contoh-contoh inspiratif bagi kita untuk selalu berusaha menghafal Alquran sebaik-baiknya. Inspiratif juga bagi para orang tua, karena kemampuan mereka untuk menghafal Alquran tentunya atas bimbingan dan didikan kedua orang tunyanya yang cinta AlQuran. Mereka para orang tua bayi atau balita penghafal Alquran ini tentunya sangat bagus untuk dicontoh karena memilih untuk mendidik anaknya untuk menhafal AlQuran dari pada bermain musik, menari, dan ketrampilan lainnya yang kebanyakan dilakukan oleh orang tua lainya.

Friday, February 7, 2014

Inilah Hubungan Sejarah Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern

Islam dan Ilmu Pengetahuan adalah sebuah konsep yang sejak awal sejarah peradaban Islam telah disadari oleh umat Islam sendiri. Ajaran Islam menekankan begitu pentingnya ilmu. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dalam Al-Quran sendiri begitu banyak ayat yang menginspirasi pembacanya untuk merenungkan dan memikirkan berbagai macam kejadian Alam.

Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern


Sejarah Islam dan Pentingnya Ilmu

Coba kita kembali menengok sejarah peradaban dunia dan Ilmu pengetahuan. Kita akan mendapati bagaimana peradaban Islam memiliki sumbangsih yang begitu besar terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan. Ketika Rasulullah saw diutus sebagai Rasul, kondisi dunia saat itu berada dalam stagnasi ilmu pengetahuan, terutama di dunia tengah (Arab, afrika, eropa dan asia selatan).

Eropa yang pada abad 16 Masehi mengalami abad pencerahan, sedang mengalami abad kegelapan pada masa itu (abad ke 6). Dalam beberapa buku sejarah dikatakan bahwa sebelum terjadinya perang salib, Eropa benar-benar gelap dari Ilmu Pengetahuan. Hanya para penghuni Gereja saja yang dapat membaca. Masyarakat umum buta huruf dan hidup dalam stagnasi perabadan selama berabad-abad sebagai petani. Ironis lagi, masyarakat seperti masyarakat umumnya pada abad itu, mengalami penindasan oleh kaum bangsawan.

islam dan ilmu pengetahuan: bagian karya ibn sina
Karya Ibnu Sina
Sementara Rasul saw saat itu begitu menekankan pentingnya Ilmu dan menjadi kewajiban setiap muslim untuk menuntut Ilmu. Bahkan fondasi awal ajaran Islam itu sendiri adalah Ilmu, sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan adalah tentang perintah untuk membaca.

Bukankah Ilmu pengetahuan dibentuk oleh kekuatan membaca; membaca alam, membaca kondisi sosial, membaca tulisan dan lainnya. Coba kita baca ayat demi ayat AlQuran, kita akan membaca ratusan ayat yang menekankan pentingnya menggunakan Akal. Allah swt dengan firmannya yang tertulis dalam AlQuran memerintahkan manusia untuk membaca dan mengajarkan manusia untuk selalu berpikir. Sering kali dalam firman-Nya Allah menyindir manusia dengan ungkapan 'Apakah kamu tidak berpikir?', Apakah kamu tidak melihat, Apakah kamu tidak mendengar?.

Melalui AlQuran Allah swt mengajari manusia untuk membaca, melihat, mendengar dan berpikir terhadap berbagai macam kejadian di dunia ini baik itu menyangkut alam maupun menyangkut manusia. Maka tak ayal jika dua abad setelah Hijrah, bermunculan berbagai macam bidang ilmu pengetahuan. Islam dan ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan dalam peradaban Islam. Tercata dalam sejarah Islam, begitu banyak tokoh Ilmuwan yang menjadi peletak dasar bidang-bidang ilmu pengetahuan saat ini seperti AlKhawarizmi, Ibnu Sina, Ibnu Batutah, Ibnu Rusyd dan tokoh lainnya.

Berkembangnya Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam

Dengan takluknya peradaban persia, konstantinopel, dan India ke dalam kekuasan muslim. Ilmu pengetahuan yang telah ada di peradaban-peradaban tersebut, dikritisi dan dikembangkan oleh para ilmuwan muslim sehingga munculah konsep-konsep baru dalam Ilmu Pengetahuan. Salah satu konsep baru yang memiliki dampak besar bagi Ilmu pengetahuan saat ini adalah apa yang dicetuskan oleh Alkhawarizmi yaitu angka arab dan Algoritma.

Orang yang hidup di abad itu mungkin akan mengatakan bahwa, Islam Arab adalah dunia yang paling maju saat itu. Lembaga dan kajian ilmiah sangat semarak di jantung peradaban Islam seperti baghdad  dan Cordoba. Ratusan ribu buku tulisan tangan tersimpan di perpustakaan-perpustakaan.

Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibn Haytham, adalah diantara ilmuwan muslim yang hidup pada masa itu, namun karya dan namanya tetap bergaung di dunia Barat sampai saat ini.

islam dan ilmu pengetahuan - kembali ke semangat wahyu pertama


Tenggelamnya Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam

Namun begitulah sunnatullah, sebuah peradaban muncul dan tenggelam dan berganti ke peradaban lainnya. Saat peradaban berada dipuncak keemasan dan bergelimang harta, mulailah keruntuhannya, perpecahan di kalangan penguasa berakibat buruk pada tatanan sebuah peradaban, apalagi motivasinya adalah bersifat keduniaan. Ditambah lagi datangnya mongol menghancurkan peradaban dan membantai manusia. Ribuan literatur ilmu pengetahuan habis di Baghdad yang kala itu merupakan pusat Ilmu pengetahuan.

Namun serangan mongol ini tidak sampai di Andalusia. Sementara Andalusia dibawah kekaisaran Bani Umayyah II, kota kordoba juga menjadi pusat Ilmu Pengetahuan. Sehingga perkembangan Ilmu Pengetahuan di dunia tidak kembali stagnan. Masih ada kota yang menjadi pusat perkembangan Ilmu Pengetahuan yaitu di Kordoba, andalusia (sekarang spanyol). Dari sinilah nantinya Ilmu pengetahuan bergeser ke dunia Eropa seperti Perancis, Inggris dan Jerman. Ilmu Pengetahuan telah mengantarkan kejayaan peradaban muslim pada abad 8-10 Masehi dan 5 abad kemudian, berganti dunia Eropa yang tercerahkan dengan Ilmu Pengetahuan. Lalu dari Eropa Ilmu pengetahuan Modern semakin berkembang dan meluas ke seluruh dunia.

Ilmu pengetahuan dalam Islam menjadi alat yang penting dalam mencapai kejayaan. Contoh mudahnya, saat Rasulullah menerima usulan salman Alfarisi untuk membuat parit saat Pasukan Quraisy hendak menyerang Madinah. Dengan ilmu yang dimiliki salman, dengan membuat parit serangan dari Quraysh dapat dipatahkan.

Islam dan Ilmu pengetahuan, dua hal yang harus disatukan agar dunia berjalan sesuai dengan yang dikehendaki oleh sang pencipta. 

Posting Lainnya Yang berhubungan dengan Islam dan Ilmu Pengetahuan

Ayat Ayat Al-Quran Tentang IPTEK
Ilmu pengetahuan dan Teknologi adalah salah satu sarana manusia untuk menuju kehidupan di dunia lebih baik. Oleh sebab itu, dalam Al-qur'an pun tak luput memberikan petunjuk tentang ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan manusia. Baca selengkapnya di sini

Para Ilmuwan Besar Muslim
Ada begitu banyak tokoh ilmuwan yang mengawali konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan dan juga menjadi bapak dalam bidang-bidang keilmuan modern. Siapa sajakah mereka? Baca penjelasan selengkapnya di sini

Pameran Sejarah Sains Karya Muslim
Kontribusi ilmuwan sains Islam pada kurun 700-1700 Masehi, bukan mitos melainkan suatu kenyataan. Hal ini dapat diungkapkan lewat pameran tentang karya-karya besar ilmuwan Muslim yang berlangsung di gedung Singapore Science Centre (SSC), Jurong, Singapura. Baca Selengkapnya

Kita ditantang Untuk Membuat Roket
Dengan teknologi roket yang terus dikembangkan, manusia semakin jauh mendapatkan informasi apa yang ada nan jauh di penjuru langit. Hal ini sudah merupakan kepastian (takdir) bagi manusia untuk melintasi penjuru langit, karena telah ditegaskan dalam Al-Quran Surat Ar Rahman 33-34 يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ.{} فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Wahai jamaah jin...selengkapnya di sini

10 Konsep Islam Dalam Penelitian Sains Modern
Paradigma Dasar ilmuwan muslim: (1) Tauhid — meyakini hanya ada satu Tuhan, dan kebenaran itu dari-Nya. (2) Khilafah — kami berada di bumi sebagai wakil Allah — segalanya sesuai keinginan-Nya. (3) Ibadah (pemujaan) — keseluruhan hidup manusia harus selaras dengan ridha Allah, tidak serupa kaum Syu’aib yang memelopori akar sekularisme ... baca Selengkapnya

Tulisan-tulisan lainnya tentang Islam dan Ilmu Pengetahuan ...  Mulai dari sini

Wednesday, February 5, 2014

Muhammad saw Dan Pandangan Dunia Barat

Berbicara tentang tatanan moral baru dari Islam dan sifat normatifnya yang mana kehidupan Muhammad(saw) yang dimiliki umat Islam, tampaknya berbenturan dengan persepsi Barat terhadap Islam. Jika tradisi muslim cenderung memuji (mistis) Nabi, sedangkan Tradisi Barat terlalu sering merendahkan dan memfitnah cerita Nabi. Dua isu utama (masalah aturan yang mirip Yahudi dan pernikahan Poligini) - telah terbukti sebagai hambatan terpopuler, atau mungkin lebih tepat mendera para kritikus barat dan menimbulkan polemik.


Dalam Khutbah Awal, Muhammad (saw) telah melihat Yahudi dan Nasrani Arab sebagai sekutu alami yang agamanya memiliki banyak kesamaan dengan Islam. Dia mengantisipasi penerimaan dan persetujuan mereka.

Ketika masyarakat Islam didirikan di Madinah, umat Islam seperti Yahudi, telah shalat mengahadap ke Yerusalem. Namun, suku-suku Yahdui yang telah lama tinggal di Madinah dan memiliki hubungan politik dengan Quraisy, cenderung untuk menolak kedua kerjasama agama dan politik dengan umat Islam. Mereka membantah bahwa muhammad adalah Nabi dan Rasul, dan mereka malah bekerjasaama dengan musuh mekahnya.

Sementara piagam madinah telah memberika mereka otonomi dalam urusan agama, kesetiaan politik dan kesetiaan yang diharapkan. Namun Quran telah menuduh suku-suku Yahudi secara melanggar pakta/perjanjian.(Albaqarah:100).

Setelah setiap pertempuran besar, salah satu suku Yahudi dituduh dan dihukum karena tindakan seperti itu. Persepsi Muslim  dalam ketidakpercayaan, intrik, dan penolakan pada bagian dari pengasingan pertama orang-orang Yahudi dan kemudian untuk perang. Setelah Badar, suku Banu Qainuqa dan setelah Perang Uhud, Bani Nadir, dengan keluarga dan harta benda mereka, diusir dari Madinah. Setelah Pertempuran Parit tahun 627, orang-orang Yahudi dari Banu Qurayza dicap sebagai pengkhianat yang telah didampingi dengan Mekah.

Seperti umum di Arab (dan, memang, Semit) prakteknya, orang-orang dibantai, para wanita dan anak-anak terhindar tapi diperbudak. Namun, penting untuk dicatat bahwa motivasi untuk tindakan tersebut bersifat politis daripada ras atau teologis. Meskipun Banu Qurayza telah tetap netral, mereka juga bernegosiasi dengan Quraisy. Selain itu, klan Yahudi yang diasingkan telah aktif mendukung Mekah. 


Muhammad bertindak tegas untuk menghancurkan orang-orang Yahudi yang tetap tinggal di Madinah, melihat mereka sebagai ancaman politik untuk terus mengkonsolidasi dominasi Muslim dan aturan di Arab. Satu titik akhir harus dibuat. Muhammad memakai peperangan pada umumnya adalah asing baik bagi adat Arab maupun dengan para nabi Ibrani. 

Keduanya percaya bahwa Tuhan telah menyetujui pertempuran dengan musuh-musuh Tuhan. Cerita Alkitab tentang eksploitasi raja dan nabi-nabi seperti Musa, Yosua, Elia, Samuel, Yehu, Saul, dan Daud menceritakan perjuangan sebuah komunitas yang disebut oleh Allah dan kebolehan ini,  dan memang kebutuhan, untuk mengangkat senjata bila diperlukan terhadap mereka yang telah menantang Tuhan, dan untuk melawan "dalam nama TUHAN semesta alam, Allah tentara Israel." Demikian pula, dalam berbicara tentang penaklukan Israel, Musa mengingatkan: "Dan aku memerintahkan kepadamu pada waktu itu, mengatakan, 'Tuhan, Allahmu, telah memberikan negeri ini kepadamu untuk dimiliki .... Anda tidak akan takut kepada mereka, karena itu adalah Tuhan Allah yang berperang bagi kamu "(Ulangan 3:18-22). 

Pernikahan Muhammad, telah lama menjadikan  sumber lain kritik Barat terhadap karakter moral Nabi. 

Seorang penulis Inggris mencatat telah mengamati: 
Tidak ada pemimpin agama besar telah begitu difitnah sebagaimana Muhammad. Diserang di masa lalu sebagai sesat, penipu ulung, atau mementingkan kesenangan badaniah, itu masih mungkin untuk menemukan dia disebut sebagai "nabi palsu." Seorang penulis Jerman modern menuduh Muhammad sensualitas, mengelilingi dirinya dengan perempuan muda. Orang ini tidak menikah sampai dia berusia dua puluh lima tahun, lalu ia dan istrinya tinggal dalam kebahagiaan dan kesetiaan selama dua puluh empat tahun, sampai kematiannya ketika ia empat puluh sembilan. Hanya antara usia lima puluh dan kematiannya pada enam puluh dua Muhammad mengambil istri lain, hanya satu di antaranya adalah seorang perawan, dan sebagian besar dari mereka dibawa karena alasan dinasti dan politik. Tentu saja catatan Nabi adalah lebih baik dari pada kepala Gereja Inggris, Henry VIII.

Dalam menangani masalah perkawinan poligini Muhammad, penting untuk diingat beberapa poin. Pertama, budaya Semit dalam praktek umum dan Arab pada khususnya diizinkan poligami. Itu praktik umum dalam masyarakat Arab, terutama di kalangan bangsawan dan pemimpin. Meskipun kurang umum, poligami juga diizinkan dalam Alkitab dan bahkan di Alkitab Yudaisme. Dari Abraham, Daud, dan Salomo ke masa reformasi, poligami dipraktekkan oleh beberapa orang Yahudi. Sementara hukum Yahudi berubah setelah Abad Pertengahan karena pengaruh dari kekuasaan Kristen, Yahudi di bawah kekuasaan Islam, poligami tetap sah, meskipun tidak secara luas dipraktekkan.

Kedua, selama perdana hidupnya, Muhammad tetap menikah dengan satu wanita, Khadijah. 

Ketiga, itu hanya setelah kematiannya bahwa ia mengambil beberapa istri. 

Keempat, Muhammad mendapatkan dispensasi khusus dari Allah melebihi batas dari empat istri yang diberlakukan oleh Quran, hanya terjadi setelah kematian Khadijah. Selain itu, sebagian dari sebelas pernikahan memiliki motif politik dan sosial. 

Seperti kebiasaan bagi pemimpin Arab, banyak pernikahan dilakukan  untuk memperkokoh aliansi politik. Lainnya adalah pernikahan kepada para janda sahabatnya yang telah jatuh dalam pertempuran dan membutuhkan perlindungan. Pernikahan sulit dalam masyarakat yang menekankan perkawinan perawan. Aisha adalah satu-satunya perawan yang Muhammad nikahi dan menjadi istri yang  memiliki hubungan yang paling dekat. 

Kelima, seperti yang akan kita lihat nanti, Muhammad mengajarkan dan bertindak, sesuai dengan  pesan Alquran, meningkatkan status dari semua wanita-istri, anak perempuan, ibu, janda, dan anak yatim. Bicara dari motif politik dan sosial di balik banyak pernikahan Nabi  seharusnya tidak mengaburkan fakta bahwa Muhammad tertarik pada wanita dan menikmati istrinya. Menyangkal hal ini akan bertentangan dengan pandangan Islam tentang pernikahan dan seksualitas, yang ditemukan di kedua wahyu dan hadis, yang menekankan pentingnya keluarga dan memandang seks sebagai hadiah dari Tuhan untuk dinikmati dalam ikatan pernikahan. Banyak cerita tentang kekhawatiran Muhammad dan perawatan untuk istri-istrinya mencerminkan nilai-nilai ini.
(Excerpted from 'Islam the Straight Way' by Professor John L. Esposito, Director of the Center for Muslim-Christian Understanding at Georgetown University)

ini adalah sebuah artikel yang kami terjemahkan dari islamicity.org dengan judul "Muhammad and The West"