Friday, March 28, 2014

Gambar Animasi Bergerak Bertema Islam

Gambar Animasi Bergerak 

Gambar Animasi adalah tipe gambar yang tampak bergerak. hal ini dapat terjadi karena sebenarnya gambar animasi sendiri terdiri dari beberapa gambar yang ditampilkan secara berulang. Setidaknya ada 2 gambar yang bergantian tampil dalam satu file gambar sehingga tampak bergerak. Standar jenis faile untuk gambar ini adalah berbentuk GIF animated.

Tampak awalnya jenis GIF animated ini digunakan dalam banner-banner iklan, sehingga pengguna dapat melihat informasi iklan lebih kaya dalam satu bingkai frame saja. Namun selanjutnya, dengan semakin menjamurnya situs-situs forum maupun sosial media, Gambar animasi tidak hanya digunakan sebagai media periklanan. Banyak GIF animated digunakan untuk menyebarkan opini publik maupun sebagai bentuk media lelucan yang menghibur, atau sebagai guyonan.

Media forum online juga ikut merubah penggunaan jenis gambar ini. Lewat fitur avatarnya, banyak pengguna menggunakan GIF animated untuk menunjukan avatarnya masing-masing. Contohnya, kita bisa lihat sendiri lewat forum online terbesar di Indonesia, kaskus. Kita bisa melihat Gambar Animasi bergerak di bagian avatar member. Dengan Avatar berbentuk animasi ini, membuat sebuah halaman forum tampak lebih menghibur dan dinamis.

Gambar Animasi Bertema Islam

Perkembangan selanjutnya, dengan semakin maraknya umat Islam yang menyebarkan dakwah lewat media sosial, Gambar Animasi bergerak menjadi salah satu media untuk menampilkan dakwah untuk mengajak kepada kebaikan. Hal ini terutama sangat terlihat pada sosial media yang dibuat oleh google yaitu google plus. Google plus mengizinkan penggunanya dapat mengupload file gambar berbentuk GIF Animated sehingga banyak user googleplus yang memanfaatkan hal ini.

Berikut ini ada beberapa Gambar animasi bertema Islam yang diposting oleh pengguna google plus. (Namun karena, biasanya file gambar jenis ini berukuran lebih besar, membuatnya lebih lama untuk diload, sehingga Anda perlu sabar untuk menunggu agar setiap bagian gambar diload)


Gambar animasi bergerak bertema Islam 1

ini adalah gambar animasi bergerak tema islam 2



gambar animasi bertema islam 3

gambar animasi bergerak tema Islam 5

gambar animasi islami



Cara Membuat Gambar Animasi

untuk membuat gambar animasi sendiri ada dua langkah:
  1. Menyediakan beberapa gambar jpeg atau Png, setidaknya dua buah file gambar
  2. Buat GIF Animated secara offline atau Online
Untuk membuat GIF animated, paling mudah menggunakan tools online. Silakan googling dengan kata kunci "GIF Animated Maker online".

Sedangkan untuk offlline biasanya menggunakan software image processing seperti adobe Photoshop atau lainnya. baca Juga : Cara Membuat Animasi


Thursday, March 20, 2014

Hukum Islam, Syariat dan Fikih, Dimana Perbedaannya?


Pada posting terdahulu kami telah mencoba untuk menjelasakan tentang perbedaan antara Syariat dan Fikih

Membedakan Istilah Hukum Islam

Dalam kajian hukum ini, khususnya di Indonesia kita juga mengenal Istilah 'hukum Islam'. Sehingga perlu juga kiranya kita semua dapat membedakan tiga istilah : Hukum Islam, Syariat, dan Fikih, sehingga dapat menggunakannya dalam wilayah yang tepat.

Untuk menjelaskan permasalahan ini, kami mencoba mencari sumber rujukan yang relevan di internet dan mencoba merangkumnya. Setelah kami mencari (googling), akhirnya kami menemukan sebuah rujukan yang sangat relevan dan cukup menjelaskan dengan tepat terhadap apa yang dimaksud dengan HUKUM ISLAM itu sendiri.

Dari wigunaharis.wordpress.com;

Dalam kepustakaan hukum Islam berbahasa Inggris:
1. Syariat Islam diterjemahkan dengan Islamic Law
2. Fikih Islam diterjemahkan dengan Islamic Jurisprudence

Di dalam Bahasa Indonesia
1. Syariat Islam sering menggunakan istilah hukum syari'at atau hukum syarak
2. Fikih Islam sering menggunakan istilah Hukum Fikih atau kadang-kadang Hukum Islam.

Ahli Hukum harus bisa membedakan mana hukum islam yang disebut dengan Hukum Syariat dan mana hukum Islam yang disebut dengan Hukum Fikih.

Namun dalam prakteknya kedua istilah tersebut (syariat dan Fikih) sering dirangkum dalam istilah Hukum Islam tanpa penjelasan yang dimaksudnya. hal ini bisa dipahami karena hubungan keduanya sangat erat, bisa dibedakan namun tidak bisa dipisahkan. baca posting kami tentang perbedaan antara syariat dan fikih.
Ringkasnya, Syariat adalah landasan, fikih adalah pemahaman tentang syariat.

Namun penggabungan kedua istilah tersebut menjadi satu 'Hukum Islam', sering menimbulkan salah pengertian jika dihubungkan dengan perubahan dan pengembangan hukum Islam.



Ahli hukum di Indonesia hendaknya bisa membedakan antara ketiga Isitilah ini terutama menyangkut istilah HUKUM ISLAM ini. Ahli Hukum harus bisa membedakan mana hukum islam yang disebut dengan Hukum Syariat dan mana hukum Islam yang disebut dengan Hukum Fikih.

Banyak ungkapan yang menyatakan bahwa Hukum Islam adalah hukum Tuhan, Hukum Suci. Ada banyak anggapan juga bahwa hukum Islam itu pasti benar dan diatas segala-galanya. Di sini tampak tidak ada kejelasan posisi dan wilayah antara Hukum Islam dan Syariat Allah dalam arti konkritnya adalah wahyu yang murni.

Pengkaburan esensi dan posisi antara hukum Islam yang identik dengan fiqh, yang merupakan hasil ijtihad, dengan syari’ah yang identik dengan wahyu, yang berarti diluar jangkauan manusia, adalah masalah besar yang harus diluruskan dan diletakkan pada posisi yang seharusnya.

Namun yang terjadi selama ini  seolah-olah hukum islam itu merupakan seperangkat aturan dan batasan yang sudah mati, sehingga selalu terkesan pasif. Akhirnya hukum islam menimbulkan kesan menakutkan bagi masyarakat sekitarnya, padahal hukum islam itu harus bersifat aktif sesuai dengan pendapat Abu Hanifah adanya istilah ma’rifat (mengetahui) dimana kalimah tersebut memberi inspirasi untuk aktif tidak terlambat memberi ketentuan hukum islam, jika muncul kasus baru. Batasan-batasan tersebut dalam ilmu hukum disebut sebagai fungsi sosial control.

Apa itu Hukum Islam?

Hasby Ash Shiddieqie menyatakan bahwa hukum islam yang sebenarnya tidak lain dari pada fiqh islam, yaitu koleksi daya upaya para fuqaha dalam menerapkan syariat Islam sesuai dengan kebutuhan  masyarakat.

Lebih jauh Hasby menjelaskan bahwa Hukum Islam itu adalah  hukum yang terus hidup, sesuai dengan undang-undang gerak dan subur. Dia mempunyai gerak yang tetap dan perkembangan yang terus menerus.

Penjelasan lebih mendetail tentang Hukum Islam ini dapat dibaca melalui wigunaharis.wordpress.com

Monday, March 17, 2014

Fikih Siyasah - Daftar Link

Assiyasah berasal dari kata سا س يسوس سياسة yang berarti mengatur, mengendalikan, mengurus, atau membuat keputusan. Secara terminologis, sebagaimana dikemukakan Ahmad Fathi Bahatsi, siyasah adalah pengurusan kemaslahatan umat manusia sesuai dengan syara’.


 Ibn Qayyim dalam Ibn ‘Aqil menyatakan:
"Siyasah adalah segala perbuatan yang membawa manusia lebih dekat kepada kemaslahatan dan lebih jauh dari kemafsadatan, sekalipun Rasulullah tidak menetapkannya dan (bahkan) Allah tidak menentukannya"  


Menurut Abu al-Wafa Ibn ‘Aqil, siyasah adalah sebagai berikut:
“Siyasah berarti suatu tindakan yang dapat mengantar rakyat lebih dekat kepada kemaslahatan dan lebih jauh dari kerusakan, kendati pun Rasulullah tidak menetapkannya dan Allah juga tidak menurunkan wahyu untuk mengaturnya”


Husain Fauzy al-Najjar mendefinisikan siyasah sebagai berikut:
“siyasah berarti pengaturan kepentingan dan pemeliharaan kemaslahatan rakyat serta pengambilan kebijakan (yang tepat) demi menjamin terciptanya kebaikan bagi mereka."

Untuk Lebih Jelasnya Tentang Fikih Siyasah silakan merujuk pada link-link berikut ini:

Selain itu islamwiki.blogspot.com juga telah memposting beberapa tulisan yang berkaitan dengan Siyasah yaitu:
  1. Mengenal Piagam Madinah
  2. Sumber Pendapatan Negara: Zakat
  3. Sumber Pendapatan Negara: 'Usyr
  4. Sumber Pendapatan Negara: Jizyah 
  5. Sumber Pendapatan Negara: Kharaj
  6. Sistem Pemerintahan Islam: Khilafah bg. 1
  7. Sistem Pemerintahan Islam: Khilafah bg. 2
  8. Sistem Pemerintahan Islam: Khilafah bg. 3
  9. Hubungan Antar Masyarakat
  10. Teori Politik Islam



Wednesday, March 12, 2014

Siapakah Musuh-musuh Islam yang sebenarnya itu?

Oleh Hossein Askari

Muslim di seluruh dunia telah tertipu untuk percaya bahwa Barat dan pengikut Barat adalah musuh Islam - Tentara Salib modern yang menjelekkan Islam dan berada di sebuah misi untuk membasmi iman dan menundukkan mereka. Namun musuh-musuh Islam yang sebenarnya adalah mereka yang salah menggambarkan ajaran-ajarannya dan membajak mantel untuk keuntungan mereka sendiri - penguasa Muslim menindas dan korup.

Beberapa ajaran sentral Islam yang diterima secara universal meliputi:

  • Penguasa harus dipilih oleh masyarakat ;
  • Penguasa harus mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Quran dan ditafsirkan oleh Nabi ;
  • Penguasa yang menindas dan penindasan harus dilawan oleh semua Muslim yang dianggap bersalah sebagai penindas jika mereka tidak melakukannya ;
  •  Allah adalah pemilik akhir dari segala sesuatu dan sumber daya alam tertentu ( terutama yang depletable ) bahwa Dia telah diberikan kepada manusia dalam kepercayaan untuk kepentingan yang merata dari semua generasi ;
  • Kemiskinan harus dihapus di mana pun ditemukan ;
  • Kemewahan harus dibenci , terutama jika itu ada di samping kemiskinan , dan
  • Keadilan sosial - ekonomi ( kebebasan , kesempatan yang adil , dan penyediaan kebutuhan dasar bagi semua ) adalah kompas moral komunitas Muslim berkembang.
Hanya dengan melemparkan pandangan ke 57 negara Muslim di seluruh dunia dan menanyakan apakah para penguasanya telah memenuhi salah satu dari kriteria sederhana tersebut? Beberapa mungkin akan mendekati kriteria, tapi itu sama sekali sebuah keadaan yang menyesalkan bahwa semua Muslim harus menghadapinya- yaitu, keadaan suram mereka terutama buatan mereka sendiri .

Untuk memberi daging pada tulang, mari kita lihat beberapa negara Teluk Persia yang tidak diragukan lagi memiliki sarana ( minyak / gas alam ) untuk melakukan segala sesuatu yang dituntut dalam Islam.

Dari delapan negara di Teluk Persia, tiga negara ( Iran, Irak dan Kuwait ) dapat mengklaim pemerintah perwakilan tapi hampir tidak dapat melakukannya dengan wajah lurus. Aturan yang menindas tidak dapat dipungkiri dalam salah satu dari negara-negara tersebut dengan kemungkinan pengecualian dari Kuwait.

Dalam setiap satu dari negara-negara yang juga diberkahi dengan minyak / gas, penguasa telah menggunakan sumber daya ini sebagian besar untuk memperkaya diri dan kroni mereka, mereka yang telah menyiapkan dana kekayaan untuk melindungi kepentingan generasi yang akan datang ( Uni Emirat Arab Kuwait, Qatar, Arab Saudi ) telah melakukannya dengan cara yang buram, dengan penguasa sebagai pengendali utama.


Kemiskinan dapat ditemukan di setiap sudut negara-negara tersebut. Kemewahan Grotesque (pemuja hedonisme) disertai dengan dekadensinya dipamerkan di masing-masing, terutama oleh terkaya di antara mereka . Lebih penting lagi, ada ketidakadilan sosial-ekonomi di mana-mana. Bahkan, ini adalah sebuah Teluk Ketidakadilan - tanpa kebebasan dan kesempatan yang adil dan akses ke sumber daya.

Ketika non - Muslim menunjukkan fakta-fakta ini, penguasa nyaman mengutuk penuduh sebagai musuh-musuh Islam. Mereka pergi lebih jauh dan mengeksploitasi perbedaan sektarian untuk menggalang dukungan domestik dan mempertahankan posisinya di kekuasaan. Ini adalah penguasa yang mengabadikan kondisi ini, kondisi yang harus universal diakui oleh umat Islam sebelum perubahan positif yang bisa terjadi.

Lanskap ini tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Penguasa, tidak peduli apa yang mereka anut, tidak akan menyehatkan institusi yang efektif yang merupakan dasar dari masyarakat yang sukses dan berkembang. Sederhananya, lembaga yang efektif ( terutama rule of law), keduanya disebut-sebut oleh Adam Smith dan di tengah-tengah agama berbasis aturan yaitu Islam, yang justru apa yang dibutuhkan untuk membawa perubahan positif, tetapi jika diadopsi juga akan menyapu segala penguasa yang korup dan menindas di wilayah tersebut.

Akhirnya, kita tidak boleh lupa bahwa " demokrasi " Barat , yang mengajarkan perubahan dan pemerintahan pluralistik, mendukung para penguasa yang sama (dengan Iran segera bergabung dengan larangan). Perusahaan Barat , universitas dan individu yang sangat mudah ditempatkan bekerja sama dengan penguasa korup untuk memperkaya diri sendiri dan konstituen mereka. Kolonialisme kolaboratif ini tidak mungkin untuk memberikan jalan dalam waktu dekat. Penguasa menindas tidak mungkin untuk berubah dan pergi diam-diam ke matahari terbenam. Barat akan terus mengikuti kepentingan nasional mereka sendiri dan mendukung penguasa yang menindas. Dan Muslim akan terus salah menempatkan semua kesalahan pada orang Barat sebagai " Tentara Salib " bertekad menaklukan mereka.

Muslim harus melihat di cermin dan menghadapi fakta-fakta yang tak terhindarkan dan mengingat Nabi mengatakan bahwa pada Hari Perhitungan penindas, tertindas, dan orang orang yang berdiri dan mengamati penindasan akan dipanggil untuk menjawab : penindas untuk penindasan, yang tertindas karena tidak menolak penindasan, dan pengamat untuk tidak membantu tertindas . (atimes.com)

Hossein Askari adalah Profesor Bisnis dan Hubungan Internasional di Universitas George Washington. (Tulisan ini diterjemahkan dari atimes.com)


Monday, March 10, 2014

Kumpulan Ceramah Zainuddin MZ - Dengar Online

Sekilas Biografi Zainuddin MZ

Kiai Haji Zainuddin Hamidi atau dikenal sebagai K.H. Zainuddin MZ (lahir di Jakarta, 2 Maret 1952 – meninggal di Jakarta, 5 Juli 2011 pada umur 59 tahun) adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya di radio dan televisi. Julukannya adalah "Da'i Sejuta Umat" karena dakwahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Zainuddin merupakan anak tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Udin -nama panggilan keluarganya- suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. ‘Kenakalan’ berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Di sekolah ini ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang. Setiap kali tampil, ia memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir.

Banyak orang yang mengira nama MZ di belakang nama Zainuddin adalah 'Memang Zainuddin'. Ada juga yang menyebut MZ adalah kepanjangan dari Mohammad Zein. Namun semua dugaan itu terbantahkan. Lalu apa arti MZ?

"MZ itu diambil dari nama ayah Zainuddin. Nama ayahnya Turmudzi. Huruf M dan Z nya yang diambil menjadi nama belakang pak Zainuddin," ujar asisten dai sejuta umat Zainuddin MZ, H Fatulloh saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/7/2011).

Kumpulan Rekaman Ceramah K.H. Zainuddin MZ




Sunday, March 9, 2014

Tantangan Umat Islam: Menyatukan Keimanan dan Ilmu Pengetahuan

Bagi setiap hendaknya berkeinginan untuk "membumikan" syariat Islam secara menyeluruh seperti pada masa-masa awal Islam. Namun tentunya untuk mewujudkannya tidak akan mudah, karena selalu ada musuh-musuh yang akan menghalanginya dalam berbagai macam bentuk dan tentunya ini semua tidak lain perbuatan Iblis dan pengikutnya.

Mencontoh masa awal Islam, tentunya keimanan setiap pemeluk menjadi modal utama untuk mewujudkannya. Selain itu, jika kita melihat sejarahnya, ternyata tidak hanya keimanan saja, namun memerlukan kekuatan yang cukup untuk memenangkannya. Seperti dapat kita lihat pada sejarah perang khandak (parit). Dengan Ilmu pengetahuan perang yang dimiliki Sahabat Rasul yang berasal dari persia, akhirnya terciptalah parit strategi perang menggunakan parit.

Hal ini juga terlihat pada perang-perang lainnya saat masa penaklukan wilayah pada masa Khulafaurrasyidin, dimana strategi perang yang matang dibarengi keimanan yang sangat kuat menjadi penentu kemenangan.

Pada masa yang disebut 'Dark Age' atau abad kegelapan di dunia Eropa, justru sebaliknya di dunia Islam merupakan 'Light Age' (kalau boleh disebut demikian) atau abad kejayaan Ilmu pengetahuan di dunia Islam. Ilmu pengetahuan di dunia Islam berkembang pesat pada masa itu. Ini tidak lain berkat anjura-anjuran untuk berpikir dan melihat dunia seisinya yang terdapat dalam banyak ayat AlQuran.

Perang penaklukan wilayah oleh kerajaan-kerajaan Islam sampailah mengusik dunia Eropa yang akhirnya terjadi Perang Salib. Dari perang salib terjadilah persinggungan budaya dan masyarakat. Ilmu pengetahuan pun mengalir ke dunia Eropa.



Kita tidak bisa menyamakan apa yang terjadi pada masa itu dengan sekarang dimana kita begitu mudah mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia. Aliran ilmu pengetahuan saat itu ke dunia eropa berjalan dengan cukup lambat. Setidaknya 4 abad Ilmu berkembang di Eropa pasca perang Salib (abad 12 masehi), akhirnya Eropa mencapai abad pencerahan (Renaisance).

Pasca renaisance Eropa yang terjadi pada Abad 16, Dunia Islam takluk dalam politik kekuasaan dunia Eropa yang akhirnya budaya mereka pun perlahan tapi pasti merembes ke dunia Islam. Masyarakat melihat dunia Eropa yang lebih maju sehingga merekalah yang perlu ditiru dalam segala hal. 

Dari sini, kita akan melihat bahwa kekuatan (ilmu pengetahuan) memiliki peran penting dalam menggenggam dunia. Isyarat akan pentingnya Ilmu Pengetahuan bagi sebuah kemenangan terlihat dalam kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim. Bahkan perintah untuk membaca adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Kita tahu bahwa membaca merupakan aktivitas penting dalam menuntut ilmu.

Sementara kita lihat saat ini, bagaimana nasib Ilmu pengetahuan di dunia Islam, lalu bandingkan dengan dunia Eropa dan Amerika (Barat) yang notabene saat ini menggenggam dunia. Dunia Islam takluk dalam dominasi politik dan budaya Barat. Akibatnya Hukum-hukum dunia yang telah ditetapkan Allah swt untuk diterapkan oleh Umat Islampun sangat sulit dilaksanakan. Sementara melawan dominasi tersebut, hanya bisa dilakukan jika umat Islam memiliki kekuatan sebanding yaitu Ilmu Pengetahuan seperti mereka.

Kita bisa lihat juga bagaimana dengan Asia Timur seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan? Mereka mampu mengembangkan Ilmu Pengetahuannya namun sayang tidak dibarengi dengan keimanan. Mereka pun akhirnya hanya mengikuti tingkah laku dan budaya dari Barat.

Keimanan dan Ilmu pengetahuan harus kita miliki jika kita ingin menjadikan Islam sebagai pengatur dunia ini. Keimanan yang kuat dapat dicapai dengan mempelajari dan memahami serta melaksanakan ajaran Islam. Ilmu pengetahuan dapat dimiliki dengan mempelajari dan mengembankannya dalam berbagai bidang Teknologi. 

Wallahu a'lam.

Sunday, March 2, 2014

Komik Strip Muslim Show #1

Muslim Show adalah Sebuah serial komik yg diproduksi oleh BDouin Publishing (PERANCIS), diarahkan oleh Norédine Allam dan Greg Blondin. Seperti tradisi cerita Nassredin Hodja, para Muslim ditampilkan dalam canda yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seorang muslim dalam hidupnya sehari-hari dan praktik keagamaan.

Dibuat pada tahun 2009 oleh Noredine Allam, Greg Bllondin dan Karim, Muslimshow menerbitkan cerita pertama di blog. Sangat cepat, penonton yang menunggu  dan dalam pers. maka Studio BDouin mengurus produksi, dan menandatangani kemitraan dengan penerbit terkenal Dargaud (Boule &Bill, Lucky Luke, The Smurfs ...).

Pada bulan Juni 2010 merilis volume pertama BD RAMADAN didistribusikan di semua negara Francophone. Tampil di FNAC, album pertama ini bertemu dengan sukses besar dalam dunia media. Setahun kemudian, VOLUME 2 melihat hari ... pada topik PERNIKAHAN . Sekarang terjual lebih dari 25.000 eksemplar, seri relaunches kehadiran internet nya. Untuk bulan Ramadhan 2012, halaman facebook Muslim show dibuat, dan setelah 4 bulan publikasi, akun facebook.com / muslimshow sudah menyumbang lebih dari 47.000 pelanggan (175.000 hari ini). Halaman bahasa Inggris dari seri, muslimshow juga sukses besar, terutama di Malaysia dan Indonesia ! (392.000 pelanggan).

Berikut ini beberapa komik strip yang telah diupload lewat facebook muslimshow, yang menggunakan bahasa Indonesia.

komik kartun islam - konsentrasi itu?

komik kartun islam - pentingnya persatuan umat

komik kartun islam - beda debatnya ulama dan awam

komik kartun islam - kalau terlambat?

komik kartun islam - doa dalam takut

komik kartun islam - harga yang pantas

komik islam kartun - kasih ibu

komik islam kartun - mimpi jihad tapi lupa sholat

komik islam kartun - niat yang baik perlu dilakukan

komik islam kartun - pentingnya bisa berbahasa arab

komik islam kartun - jangan hapus amalan sedekah

komik islam kartun - berpakaian jangan minimalis

komik islam kartun - selalu berucap kebaikan

komik islam kartun - siapa yang lebih anda percayai, Alquran atau ilmiah

komik islam kartun - superhero muslim



Ukir Kembali Kejayaan Islam, Jangan Hanya Bangga Masa Lalu

Kita umat Islam sering kali merasa begitu bangga dengan apa yang pernah dicapai oleh para pendahulu. Begitu banyak sumbangsih peradaban dari muslim terdahulu. Namun hal ini jangan hanya membuat kita terlena hanya dengan bangga semata. Kita harus mempersiapkan masa depan yang saat ini dihadapi oleh anak-anak kita dan anak cucu kita untuk masa depan.

Seperti halnya berbagai posting yang telah ditayangkan pada blog ini, begitu banyak kegemilangan yang dicapai oleh umat Islam terdahulu. Tujuan kami tidak hanya sekedar membanggakan sejarah kejayaan Islam, namun agar kita semua sadar bahwa kita Umat Islam memiliki kunci penting bagi perubahan menuju arah yang lebih baik bagi peradaban dunia, terbukti pada sejarah Islam dan pengaruhnya bagi perubahan dunia ke arah yang lebih baik.

Dengan melihat sejarah kegemilangan masa lalu harapannya kita dapat menemukan kembali kunci penting untuk kembali menuju puncak kegemilangan umat Islam masa depan. Dan dengan kunci tersebut kita bersama-sama membuka kembali pintu kejayaan dan kegemilangan peradaban dunia masa depan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Cendekiawan muslim, Anis Bawedan, yang juga menjabat Rektor Universitas Paramadina, saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Islamic Book Fair (IBF) yang diselenggarakan di Istana Olahraga (Istora), Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Jumat petang (28/2), disadur dari situs republika. 

"Yang kita harus bangun sekarang adalah mengantisipasi masa depan, bukan hanya memuji dan membanggakan prestasi dan kegemilangan Islam di masa lalu," jelas Anis Baswedan.

Adalah tanggung jawab kita sebagai umat Islam untuk mengantisipasi masa depan, bukan sekedar memuji masa lalu. "Umat Islam bertanggung jawab terhadap kegemilangan dan prestasi umat di masa kini dan membahana di masa depan," tegas Anis.

Kemenangan kita tidak ditentukan oleh catatan sejarah prestasi para pendahulu di masa lalu, namun ditentukan oleh catatan kemenangan prestasi anak-anak kita saat ini dan anak cucu kita kelak mencatat peran kita hari ini di masa depan.

Anis Baswedan pun berharap melalui acara IBF ini, dapat ditumbuh-kembangkan tiga jenis minat bagi masyarakat Indonesia, yaitu: minat baca, minat menulis dan minat berdialog. Ketiga jenis minat ini, terang Anis, sangat penting artinya untuk mempersiapkan ummat Islam dalam menghadapi masa depan. Dalam konteks inilah IBF dilaksanakan.

"Hari ini, saya melihat fakta ironis terkait kondisi ummat Islam Indonesia. Secara kuantitas, Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar keempat di dunia. Namun secara kualitas, Indonesia menduduki peringkat ke 121 dari negara-negara di dunia," terang Anis Baswedan.
Baca Juga: Tantangan Umat Islam, Antara keimanan dan IPTEK.