Tuesday, July 26, 2011

PERJALANAN ISLAM DI INDONESIA - Sinopsis Episode 1-30, Program Ramadhan 2011 Trans TV


Sinopsis Episode 1-30
Program “Perjalanan Islam di Indonesia”
Untuk Ditayangkan di Trans TV Setiap Hari Pkl. 5.30 - 6.00 WIB di Ramadhan 2011
Dan untuk diupload di detik.com (tanpa trailer/video)

Pengantar:


Perjalanan Islam di Indonesia (PII) adalah program dokumenter yang dibuat oleh Divisi News Trans TV. PII berisi sejarah masuknya Islam ke Indonesia, perkembangan, dan pertumbuhannya di berbagai daerah di Indonesia. Ditampilkan juga berbagai wajah Islam di Indonesia, interaksinya dengan tradisi dan budaya lokal, serta wujud dari hasil interaksi itu yang bisa dilihat bekas-bekasnya sampai sekarang. PII juga menunjukkan keunikan wajah Islam di Indonesia, yang begitu beragam dan kaya, jika dibandingkan dengan wajah Islam di Timur Tengah.

Program ini pertama kali ditayangkan pada 15 Oktober 2004 selama sebulan (30 episode). Produsernya waktu itu adalah Satrio Arismunandar, dengan Asisten Produser Budi Afriyan. Hostnya adalah Dwi Deninta. Program ini pernah ditayangkan ulang secara utuh pada 2007 dan 2008. Selain itu, sebagian episodenya juga pernah ditayangkan ulang pada 2010. Kini, pada setiap hari pukul 5.30 – 6.00 WIB di bulan Ramadhan 1432 H (1 - 30 Agustus 2011), Trans TV kembali menayangkan ulang program yang sarat dengan sejarah keislaman di Nusantara tersebut.

PII adalah mosaik yang mencerminkan perjalanan Islam, sejak masuk ke Indonesia (abad 7 M) hingga wajah kontemporer Islam sekarang. PII pada dasarnya adalah kisah sejarah. Namun, dalam sejarah ini juga ditampilkan keragaman, keunikan, dan kekayaan wajah Islam di Indonesia. Pendekatan dalam peliputan adalah pendekatan sejarah, budaya dan sosio-antropologi, dan bukan pendekatan religi. Maka jika ada praktik agama yang kontroversial, PII tak akan mengangkat dari segi religi, tapi hanya memotretnya.

PII diharapkan dapat menampilkan sebuah potret, yang diharapkan cukup akurat dan objektif, dalam menggambarkan perjalanan Islam di Indonesia, dengan segala nuansa dan aspeknya. Untuk lebih mantapnya, tim PII juga melibatkan para pakar sejarah Islam dari UIN sebagai konsultan. Tim PII melakukan napak tilas ke tempat-tempat yang pernah berperan besar dalam sejarah perkembangan Islam. Mereka juga mengangkat kehidupan Islam masa kini, baik dari kalangan tradisional maupun modern.

Lewat tayangan ini, Trans TV ingin menampilkan show yang edukatif, informatif, sekaligus menghibur. Juga, menciptakan tren baru tayangan religi, dan tentu ingin mencapai rating yang baik untuk program spesial bulan Ramadhan

Format program ini, dipandu oleh seorang anchor/narrator. Kisah-kisah yang ditayangkan dikemas dalam gaya dokumenter. Masing-masing episode berdurasi kotor 30 menit (bersih 21’ 30”), dan terbagi dalam empat segmen @ 5 – 6 menit. Jumlah episode: 30 (total = 120 segmen).


Episode 1 – Sejarah Masuknya Islam


Episode pertama ini mengisahkan tiga versi masuknya Islam ke Indonesia. Yakni, Islam datang dari anak benua India, dari Jazirah Arab, dan dari daratan Cina. Dibahas pula, argumen yang mendukung masing-masing versi tersebut. Versi masuknya Islam dari Cina termasuk jarang diungkap. Yang jelas, Islam masuk ke Indonesia secara damai.

Episode 2 – Islam di Aceh

Episode ini mengisahkan masuknya Islam ke Aceh, di daerah Perlak dan Pare. Kerajaan Islam ternama di Aceh adalah Samudra Pasai, yang pada zamannya menjadi pusat penyebaran Islam dan pusat perdagangan antarbangsa. Dipaparkan pula, sejarah pasang-surutnya Kerajaan Aceh Darussalam, yang pernah jaya di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.

Episode 3 – Islam di Sumatera Timur

Episode ini membahas masuknya Islam ke Sumatera Timur. Di Desa Barus, yang terletak di pedalaman Sibolga, terdapat peninggalan yang menunjukkan, ulama Arab-lah yang dulu menjadi penyebar Islam di sini. Diceritakan juga riwayat Kerajaan Deli, kerajaan Islam yang pernah jaya di sini dan menjadi pusat Kerajaan Melayu di Sumatera. Tapi kerajaan ini lalu runtuh dan pecah menjadi sejumlah kerajaan kecil.

Episode 4 – Islam di Palembang dan Siak

Episode ini mengisahkan kerajaan-kerajaan Islam yang pernah muncul di daerah Palembang dan Siak, Riau. Islam masuk ke wilayah itu melalui jalur perdagangan. Dua kerajaan yang diceritakan di sini adalah Kerajaan Siak, dengan rajanya Sultan Syarief Kassim, dan Kerajaan Palembang Darussalam, yang pernah jaya di bawah pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin.

Episode 5 – Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri

Episode ini menceritakan riwayat dakwah tiga anggota Walisongo, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik adalah tokoh yang mengawali lahirnya generasi Walisongo. Sunan Ampel adalah putera Maulana Malik Ibrahim. Sunan Ampel memiliki seorang sepupu, yang sekaligus juga menjadi muridnya. Ia adalah Raden Paku, yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri.

Episode 6 – Sunan Bonang + Sunan Drajat

Misi dakwah tiga wali pertama, yaitu Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri, dilanjutkan oleh generasi wali berikutnya, yakni Sunan Bonang dan Sunan Drajat, putra Sunan Ampel. Setelah berguru pada ayahnya, Sunan Bonang menyiarkan Islam ke wilayah Rembang dan Tuban. Sedangkan, Sunan Drajat memusatkan dakwahnya di wilayah Lamongan, Jawa Timur.

Episode 7 – Sunan Kalijaga

Epiosode ini menceritakan riwayat Sunan Kalijaga, satu-satunya anggota Walisongo yang asli keturunan Jawa. Dalam melakukan syiar Islam, Sunan Kalijaga memiliki strategi tersendiri. Ia mencoba memadukan tradisi lokal, dengan sentuhan yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Warisan tradisi lokal yang bercampur dengan nilai keislaman dapat dilihat pada ritual Sekaten dan Grebeg Maulud, yang masih berlangsung hingga sekarang.

Episode 8 – Sunan Gunung Jati

Episode ini menceritakan syiar Islam yang dilakukan oleh salah satu anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati, di tanah Sunda. Dari kota Cirebon di pesisir utara Jawa inilah, Sunan Gunung Jati memusatkan aktivitas dakwahnya. Salah satu peninggalan Sunan gunung Jati adalah ritual Panjang Jimat. Hingga kini, ritual Panjang jimat selalu dirayakan dan dinanti warga setempat, di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Episode 9– Sunan Kudus & Muria


Episode ini menceritakan sejarah masuknya Islam di kota Kudus. Dalam hal ini, besar sekali peran Sunan Kudus, murid Sunan Kalijaga. Dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam, Sunan Kudus mengikuti metode sang guru, yakni berdakwah melalui sarana kesenian rakyat. Diceritakan juga soal riwayat Sunan Muria, yang makamnya terletak di lereng Gunung Muria, Jawa Tengah.

Episode 10 – Islam di Bali

Episode ini menceritakan masuknya Islam ke Bali, pulau yang sejak dulu hinga kini mayoritas penduduknya beragama Hindu. Islam masuk secara damai ke Bali, dan menghasilkan campuran yang unik antara tradisi Bali, Jawa, Bugis, dan Islam, seperti terlihat pada ritual Hadrah. Disajikan pula profil Muslim di Desa Pegayaman, Singaraja, Bali, serta kesenian Islam khas desa tersebut, yakni kesenian Burdah.

Episode 11 – Islam di Lombok

Episode ini menceritakan syiar Islam ke Lombok, sekitar abad ke-16. Tersebutlah Sunan Prapen, putera Sunan Giri, yang menyebarkan Islam di sana. Disajikan pula adanya komunitas unik di kaki Gunung Rinjani, Lombok, yaitu komunitas Wet Tau Telu. Meski mengaku menganut Islam, warna adat dan tradisi lama sangat kental melekat pada komunitas ini. Mereka menganggap roh orangtua dan leluhur sebagai jembatan antara manusia dan Sang Pencipta.

Episode 12 – Islam di Kalimantan Barat


Setelah masuk ke Pulau Sumatera dan Jawa, Islam pun akhirnya sampai ke Kalimantan. Syiar Islam berkembang di pulau besar ini melalui jalur perdagangan. Para pedagang Muslim dari Sumatera, Jawa, dan Brunei datang, dan secara perlahan menanamkan Islam di Kalimantan Barat. Perkembangan Islam di Kalimantan Barat juga mencatat nama Daeng Menambon, seorang pengembara dari Makassar, yang datang dan menyebarkan Islam di sana.

Episode 13 – Islam di Kalimantan Selatan dan Timur (Banjar dan Kutai)

Episode ini mengisahkan hadirnya Islam di wilayah Banjar, Kutai, setelah perang saudara. Sang pewaris mencoba merebut kembali tahta, dengan bantuan Kerajaan Islam Demak. Syaratnya, jika kemenangan berhasil diraih, Islam harus menjadi pegangan sang raja kelak. Menarik untuk melihat, bagaimana pengaruh Islam bagi masyarakat Dayak dan bagaimana tradisi sufi di Banjar. Diulas juga, hubungan antara Islam di Kutai Kertanegara dengan Bugis.

Episode 14. Islam di Cikoang, Sulawesi Selatan


Episode ini mengisahkan proses syiar Islam di Cikoang, Sulawesi Selatan. Sayyid Jalaluddin, ulama besar dari Aceh, membawa Islam masuk ke Cikoang. Ciri penganut Islam di Cikoang adalah kecintaan mereka yang amat besar pada Nabi Muhammad SAW. Selama Rabi’ul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, warga Muslim di Cikoang mengadakan perayaan Maudu Lompoa, atau Maulud Akbar.

Episode 15. Islam di Maluku

Episode ini mengisahkan sejarah penyebaran Islam di Kepulauan Maluku. Ada dugaan kuat, ulama Syiah asal Irak ikut menyebarkan Islam di wilayah ini. Juga, kisah tentang dua kerajaan Islam di sana, Ternate dan Tidore. Kedua kerajaan Islam besar ini sejak dulu selalu bersaing dan berebut pengaruh di Maluku, wilayah penghasil cengkeh dan rempah-rempah. Selain itu, di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terdapat sebuah masjid kayu, yang diduga sebagai masjid tertua di Indonesia.

Episode 16. Islam di Buton, Sulawesi Tenggara


Episode ini mengisahkan masuknya Islam di wilayah Buton, Sulawesi Tenggara, serta jalur penyebaran Islam di sana. Sebelum Islam masuk ke Buton, pulau ini sempat dipimpin oleh lima orang raja. Penyebar Islam pertama di Pulau Buton diduga adalah para pedagang dari Arab, bahkan salah satunya adalah keturunan dari khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib. Ulama lain yang datang ke Buton adalah dari Johor, Malaysia. Diceritakan pula, tentang tradisi shalat Jumat di Wolio.

Episode 17 – Islam di Papua

Episode ini menceritakan masuknya Islam ke Papua. Islam diduga mulai masuk ke tanah Papua sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit. Enyahnya penjajah Belanda, serta masuknya Papua sebagai bagian dari Republik Indonesia, memberi iklim kondusif bagi syiar Islam di Papua. Kini terdapat ratusan penganut Islam di antara para anggota suku Walesi, di Lembah Baliem, Jayawijaya. Penyebarnya adalah Haji Aipon Asso, kepala suku Walesi yang jadi mualaf.

Episode 18 – Islam di Papua II – Wamena

Episode Papua yang kedua ini mengisahkan syiar Islam di Lembah Baliem, Papua. Warga pribumi pertama yang memeluk Islam di Lembah Baliem adalah Mussa Aso. Kepala suku Megapura ini masuk Islam tahun 1968 dan lalu berperan dalam penyebaran Islam. Dikisahkan juga profil Ricky Lani, yang masuk Islam berkat pergaulan dengan warga transmigran. Putra Papua, yang lahir sebagai anak kepala suku ini, terus mendakwahkan Islam di lingkungannya di Wamena.

Episode 19 – Umat Islam Menentang Penjajah

Perang melawan penjajah di Nusantara, tak lepas dari semangat Islam para pahlawannya, seperti Tuanku Imam Bonjol, ulama ternama di Sumatera Barat. Dengan gigih, ia dan kaumnya menentang penjajahan di Minangkabau. Sedangkan di Pulau Jawa, Pangeran Diponegoro juga bangkit melawan Belanda. Di Aceh, ujung utara Sumatera, ada perlawanan Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar terhadap kolonial Belanda. Di Sulawesi, Sultan Hasanuddin juga tak kalah gigih menghadapi Belanda.

Episode 20 – Pesantren Purba

Salah satu jalur penyebaran Islam di Nusantara adalah ke wilayah Mandailing Natal, Sumatra Utara. Sebuah pesantren lama, yang didirikan ulama besar Syekh Haji Musthafa Husein di Desa Purba Baru, menjadi bukti sejarahnya. Pesantren itu dinamai Pesantren Purba. Salah satu keunikan pesantren ini adalah para santri wajib menempati gubuk mereka sendiri. Para lulusannya juga diharapkan mampu melakukan syiar Islam.

Episode 21 – Islam di Besilam, Sumatera Utara


Episode ini menceritakan sejarah Islam di Tanah Batak, persisnya di Babussalam, Sumatera Utara. Meski hanya sebuah kampung kecil di Langkat, ia punya arti penting dalam sejarah Islam. Ulama besar Abdul Wahab Rokan adalah pendiri Babussalam. Ia belajar ilmu agama di Makkah, sebelum gencar berdakwah di Tanah Air. Dialah yang mengajarkan tarekat dan praktik suluk di Babussalam.

Episode 22 – Panjalu – Kampung Naga

Episode ini mengisahkan warisan budaya Islam, dari Kerajaan Soko Galuh Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, pada abad ke-12. Salah satunya adalah tradisi Nyangku, yang khusus diadakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, diulas juga profil Kampung Naga. Desa di Tasikmalaya ini seluruh warganya tunduk pada aturan Islam dan adat istiadat, dan seolah-olah menutup diri dari dunia luar.

Episode 23 – Islam Syi’ah


Selain Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, aliran dalam Islam yang cukup besar penganutnya adalah Syiah. Penganut Syiah terbesar terdapat di Iran dan Irak. Meskipun bukan aliran yang dominan, Syiah juga memiliki penganut yang cukup besar di Indonesia. Episode ini mengisahkan tentang komunitas Syiah di Indonesia. Juga, tentang ritual khas mereka, yaitu pada hari Asyura dan Arbain, untuk memperingati syahidnya Imam Hussein, putra Ali bin Abi Thalib dan cucu Nabi Muhammad SAW.

Episode 24 – Jamaah Tabligh

Penyebaran Islam di Indonesia tak lepas dari aktivitas dakwah, yang dilakukan berbagai komunitas Islam. Salah satunya adalah Jamaah Tabligh, yang gaya dakwahnya pertama kali ditemukan oleh ulama asal India. Episode ini menceritakan cara dakwah Jamaah Tabligh yang unik, dengan langsung mendatangi warga sekitar, dan menjadikan masjid seolah-olah sebagai rumah mereka. Berangkat dari masjid dan mengajak umat untuk memakmurkan masjid, inilah aktivitas dakwah Jamaah Tabligh.

Episode 25 – Islam Jamaah (LDII)

Episode ini mengisahkan komunitas Islam Jamaah atau LDII. Kontroversi dulu sempat menghangat tentang keberadaan ajaran ini, tetapi kemudian mereda. Sejumlah artis sempat menjadi pengikutnya, seperti almarhum Benyamin S, Ida Royani, dan Keenan Nasution. Meski resminya Islam Jamaah sudah tak ada di Indonesia, pokok-pokok ajarannya tetap memiliki penganut di Tanah Air.

Episode 26 – Laskar Jihad

Episode ini mengisahkan salah satu gerakan Islam di Indonesia, yaitu Salafi. Gerakan ini ingin memurnikan kembali ajaran-ajaran Islam. Caranya, dengan mengembalikan pemahaman terhadap Al-Quran dan Hadits, berdasarkan pemahaman tiga generasi pertama para sahabat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Mereka sangat menentang bid’ah. Salah satu tokoh gerakan Salafi adalah Ja’far Umar Thalib. Dia jugalah sosok di balik sepak terjang Laskar Jihad di Ambon.

Episode 27 – Muslim Tionghoa


Episode ini membahas kehidupan komunitas Muslim Tionghoa di Indonesia, juga tentang proses sampainya hidayah Islam pada mereka. Jalan para Muslim Tionghoa mengenal Islam punya beraneka cerita. Tak sedikit dari mereka mencari sendiri dan kemudian menemukan mutiara kebenaran Islam. Ada sekelumit cerita tentang Paulus dan Amang, yang menemukan hidayahnya dari pencarian beberapa waktu. Juga dituturkan berbagai problem yang dihadapi Muslim Tionghoa di Indonesia.

Episode 28 – Muhammadiyah


Episode ini menceritakan sejarah lahirnya gerakan modern Islam di Indonesia, dengan perintisnya Muhammadiyah. Usianya kini sudah hampir 100 tahun. Berdirinya Muhammadiyah tak lepas dari peran Kyai Haji Achmad Dahlan. Ulama yang pernah beberapa tahun belajar ilmu agama di Makkah ini sangat terinspirasi oleh cita-cita pembaruan Islam. Salah satu andil Muhammadiyah yang diakui banyak pihak adalah pengembangan pendidikan modern di Indonesia. Namun, pendidikan modern itu dikembangkan tanpa melepaskan prinsip dasar nilai-nilai Islam.

Episode 29 – Nahdlatul Ulama


Episode ini membahas sejarah lahirnya NU atau Nahdlatul Ulama, serta latar belakang situasi di Tanah Air waktu itu. Juga, profil tokoh utama pendiri NU, Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Ulama yang dikenal taat beragama dan cerdas ini pernah menggentarkan penjajah Belanda lewat seruan jihadnya. Salah satu ciri Nahdlatul Ulama adalah pendidikan agama secara tradisional lewat pondok-pondok pesantren. Namun, zaman terus berubah, dan pondok-pondok pesantren NU pun menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.

Episode 30 – Kesimpulan

Episode ini bisa dibilang merupakan rangkuman dari 29 episode sebelumnya, yang telah ditayangkan lebih dahulu. Yakni, jejak-jejak perjalanan masuknya Islam di Nusantara, dari India, Arab, dan daratan Cina. Lalu, tentang peran para ulama, pendakwah, dan wali yang menyebarkan Islam tanpa pamrih. Para pedagang Muslim juga secara tak langsung ikut berperan serta dalam mensyiarkan Islam. Lalu, beragam wajah Islam dan komunitasnya di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi umat Islam Indonersia di masa depan. Serta, bagaimana semangat Islam untuk membangkitkan kembali Indonesia dari keterpurukan. ***


Notes:
Disusun oleh Satrio Arismunandar, Juli 2011

No comments:

Post a Comment